UAD is the Only University that was Awarded CSR

A total of 27 companies received the Corporate Social Responsibility (CSR) 2017 awards presented by Sindo Media (Sindo Weekly, Koran Sindo, and Sindonews.com). Of the many companies, only one university was included to receive the award, namely Ahmad Dahlan University (UAD).

UAD received the award from CSR in education field at The Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, on Thursday (25/1/2018). The award was in regard of UAD's contribution to education. The rector of UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., who represented UAD in receiving the award, said that the education in Indonesia needed attention. Moreover, he said that there were still many schools where it was not feasible to conduct teaching and learning process properly due to lack of facilities.

In 2017, UAD made an action by rebuilding Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wonosobo. The school, which was established since the 1980s, was helped by UAD because it was in a really bad condition.

"UAD gave a total donation of about 3.5 billion to buy the land, build the school, and occupy it with necessary educational items," explained Kasiyarno.

The school that is located in Wonosobo, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul was not only helped in terms of the building, but the teachers were also given training and salary.

The CSR assessed that UAD's contribution to schools was so great that it deserved an award. To date, CSR is known to give appreciation to companies that contribute greatly to society and environment through corporate social responsibility program.

The award is divided into several categories consisting of environment, education, health, culture, community empowerment, economic empowerment, village empowerment, sports, and CSR communication innovation.

CSR 2017 was attended by Minister of Village, Development of Disadvantaged Area, and Transmigration of Indonesia, Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.B.A. and Minister of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of Indonesia Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

PBSI UAD akan Gelar SEMNAS SAGA #1

 

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) akan menggelar seminar nasional Sastra Pedagogik dan Bahasa #1 (SAGA #1). Mengangkat tema “Paradigma Mutakhir Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada Abad XXI”, PBSI UAD menghadirkan Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono sebagai pembicara utama. Selain Sapardi Djoko Damono sebagai pakar sastra, PBSI mendatangkan pula pakar pembelajaran dan pakar linguistik yaitu Prof. Dr. Pujiastuti Suyata, M.Pd., dan Prof. Dr. Harun Djoko Prayitno, M.Hum.

Subtema yang disuguhkan untuk pemakalah antara lain paradigma pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada era internet; evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; model pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA); kebijakan bahasa dan sastra Indonesia; filsafat pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; serta literasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Bertempat di Hotel Grand Inna Garuda Malioboro, seminar nasional tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu, 3 Maret 2018 mendatang. Batas penerimaan abstrak pada 7 Februari 2018 dan pengumuman abstrak diterima pada 10 Februari 2017. Makalah terpilih pada seminar nasional tersebut akan dipublikasikan dalam prosiding Online Journal System (OJS). Pendaftaran dan pengiriman abstrak dapat dilakukan melalui laman www.semnas.pbsi.uad.ac.id. (dev)

Fenomena Gerhana Bulan, Sinergi Ilmu Pengetahuan dan Agama

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Pusat Studi Astronomi (Pastron) dan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) bekerja sama dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (MTT PP) Muhammadiyah menyelenggarakan kajian ilmiah serta salat sunnah gerhana bulan. Gerhana bulan total yang terjadi (31/1/2018) dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, diawali dari gerhana bulan penumbra dan diakhiri gerhana bulan sebagian. Secara keseluruhan, gerhana bulan bisa berlangsung selama lebih dari 5 jam.

 

MTT PP Muhammadiyah menyatakan bahwa yang disunnahkan untuk salat sunnah gerhana adalah selama fase gerhana bulan parsial dan gerhana bulan total, tidak mencakup pada fase gerhana bulan penumbra.

 

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., pada sambutannya menegaskan kajian ilmiah semacam ini akan terus dilangsungkan, terutama untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, menurutnya, fenomena gerhana bulan menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

 

“Fenomena gerhana bulan yang terjadi saat ini bisa dijelaskan secara ilmiah, jangan mengaitkan dengan takhayul atau mitos. Di sisi lain, ada salat sunnah gerhana bulan. Ini menunjukkan antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama memiliki sinergi. Kegiatan yang dipelopori Pastron dan LPSI ini merupakan bentuk kepedulian UAD untuk mencerdaskan masyarakat,” tandasnya.

 

Sementara, meski gerhana bulan tidak terlihat di langit Yogyakarta, masyarakat, dosen, karyawan, dan mahasiswa UAD tetap antusias dan berbondong-bondong memenuhi Masjid UAD di Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul. Dari penjelasan pakar falak, Drs. H. Oman Fathurrahman SW., M.Ag., meskipun gerhana bulan tidak terlihat di langit, salat sunnah tetap dilakukan.

 

“Bukan masalah terlihat atau tidaknya, tetapi momentum atau kejadian gerhana bulan yang menjadi dasar kita tetap ingat kepada Allah Swt.,” paparnya saat mengisi kajian ilmiah setelah salat sunnah gerhana bulan.

 

Di sisi lain, Yudhiakto Pramudya, Ph.D., Kepala Pastron UAD mengungkapkan, sejumlah teleskop yang telah dipersiapkan Pastron tidak bisa difungsikan karena keadaan langit dipenuhi awan mendung. Namun, sebagai gantinya Pastron bergerak cepat dengan menayangkan streaming gerhana bulan di belahan benua Amerika.

 

Anggota Divisi Hisab dan IPTEK Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah 2015-2020 ini mengimbau untuk menumbuhkan kesadaran mencintai astronomi melalui pengurangan polusi cahaya. (ard/doc)

UAD Appointed as a Model for Muhammadiyah Universities (PTM)

Educational visit is one of the programs often conducted by universities to share experiences in terms of campus management. In addition to strengthening good relations between universities, the main purpose of the visit is to study programs and systems that can improve the quality of the university itself. On Saturday (27/1/2018), Ahmad Dahlan University (UAD) received an educational visit from Muhammadiyah School of Economics (STIEM) Bandung.

Abin, S.E., M.M., a lecturer of STIEM, explained that the visit made to UAD was to study its management, especially in Management study program, Faculty of Economics and Business (FEB).

"Coming all the way from Bandung, we want to learn many things from UAD which is currently accredited A by BAN-PT. One thing that we want to explore is about the KKNI-based curriculum."

In addition, he and his colleagues wanted to have a discussion with other lecturers on advancing to get doctoral degree, as well as discussion with the students. Abin considered UAD as one of Muhammadiyah Universities (PTM) which can be a model for other universities to develop and improve their quality

The event was held at auditorium of Campus 1 UAD on Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta, and was also attended by representatives of FEB UAD lecturers and students. In his speech, Dr. Salamatun Assyadiah, M.Si., Dean of FEB, explained that educational visit was useful to share knowledge and maintain relations. On the other hand, she said that it would open up new references on university development. (ard)

Responding to Technology Challenges

Communication Science (Ilkom) study program of Faculty of Cultural and Communication Literature (FSBK), Ahmad Dahlan University (UAD), in cooperation with the Association of Communication Science Education (APIK) Muhammadiyah Universities (PTM) held a workshop at Grand Orchid on Tuesday-Wednesday (23-24/1/2018).

This event was entitled "Internationally Reputable Article Writing Workshop, Accredited Journal Management, and Work Meeting of APIK PTM 2018". Present as the speakers of the event were Prof. Dr. Widodo Muktiyo from UNS, Munawar A. Riyadi, S.T., M.T., Ph.D. from UNDIP, and Andri Pranolo, S.Kom., M.Cs. from UAD.

UAD Rector. Dr. Kasiyarno, M.Hum., expressed his great appreciation towards the event in his speech at the opening of the event. It is because UAD is a university that has a quick response to technological developments and focused on the improvement of human resources.

"Currently, there are 25 Communication Science study programs in PTM. Cooperation among PTM, especially in Communication Science field, is needed and is very important in this competitive era. In the future, communication science has tremendous challenges. Technology is getting more advanced, and humans must adjust immediately," said Kasiyarno.

In addition, he highlighted that lecturers and students had to increase productivity in order not to be colonized by technology, such as using devices excessively. Productivity can be done by generating creative, innovative, and quality ideas. Kasiyarno expressed his expectation for lecturers to increase the number of article publication in nationally- and internationally-indexed journals. (ard)

Mempelajari Sejarah untuk Bangkit

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan bedah buku berjudul Arab, Kuno, dan Islam: Dari Kapitalisme Perdagangan ke Kapitalisme Religius. Buku karya Suwarsono Muhammad ini dibedah 2 pembicara, Prof. Dr. Musa Asy’arie dari UMS dan Dr. Yoyo, M.A., dari Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UAD. Acara yang berlangsung Sabtu (3/2/2018) di aula barat gedung kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, ini dimoderatori oleh Dr. Abdul Choliq Hidayat, M.Si., Dosen Magister Manajemen UAD.

Secara umum, buku yang dibedah berisi mengenai proses jatuh bangun peradaban dari sudut pandang ekonomi dan politik. Dari penuturan Suwarsono, jatuh bangun suatu peradaban bisa menjadi pembelajaran bagi sebuah bangsa untuk bangkit meraih kemajuan.

“Sejarah menjadi pembelajaran penting, tengok saja Tiongkok dalam kurun 5 dekade sudah bisa bangkit lagi. Seharusnya dunia Islam dan Indonesia juga bisa demikian dengan menjadikan sejarah sebagai pembelajaran.”

Sementara Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc.,Apt., Direktur Pascasarjana UAD, dalam sambutannya menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan yang dilandasi dengan nilai-nilai agama. Sinkronisasi keduanya akan membawa perubahan bagi individu maupun masyarakat untuk menuju negara yang maju.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Kasiyarno, M.Hum., Rektor UAD, menyayangkan minimnya acara bedah buku di UAD.

“Bedah buku masih langka, padahal ini sangat penting. Dengan memiliki dan membaca buku akan menambah pengetahuan serta dapat membangkitkan daya kritis terhadap keadaan di era disrupsi,” paparnya.

Berbicara kapitalisme, Kasiyarno menganggap paham ini sudah cukup memengaruhi kebiasaan beragama, terutama dalam hal kebudayaan. Seperti yang ia sampaikan saat ini, banyak orang berilmu tidak mau menyumbangkan ilmu pengetahuan kepada orang lain dan tidak peduli dengan keadaan kesenjangan sosial. Orang-orang semacam ini menurutnya hanya beribadah dan mengejar kehidupan akhirat tanpa memedulikan kehidupan sosial di dunia. (ard)

Leadership Training Targeted UAD

Assembly of Diktilitbang Central Leadership (PP) Muhammadiyah held Leadership Training attended by leaders from 44 Muhammadiyah Universities (PTM) in Indonesia. The event which was held since Monday (22/1/2018) targeted Ahmad Dahlan University (UAD). The sessions that took place at UAD were about the best educational practices and were followed with discussions and shared experiences on PTM management in order to become a high-class university.

UAD, as one of the PTMs who just got accreditation of A from BAN-PT became one of the main purposes the Leaderhship Training participants attended the event. The presenters from UAD were the Vice Rector I, Dr. Muchlas, M.T., and Prof. Sutrisno who is a member of the Board of Daily Training (BPH). Furthermore, the Head of Board of Quality Assurance, Head of BISKOM, and several representatives from other bureaus and institutions.

In his speech, Muchlas explained that the Leadership Training was needed by leaders of PTM. "Training is needed to improve the ability of the leaders in managing universities to make it better in quality. A few years ago, UAD leaders also participated in this training," he said.

The main subject that was discussed in the best practice session was related to the synergy between the leader (rectorate) and BPH. The harmony between these two elements is very important in developing PTM into a university that can compete with the public universities. In addition, the main concern of the discussion was the development of university business and human resources management.

In the final session of the event that took place in the main court room of Campus 1 UAD on Jln Kapas 9, Semaki, Yogyakarta on Friday (26/1/2017), Sutrisno explained that with this kind of training, there would be a good cooperation among PTMs. He added, to make a PTM a superior university, there had to be synergy between leaders, BPH, lecturers and employees, and students. (ard)

Perlu Sinergi Tangani Tantangan Baru

Seminar Nasional, Pelantikan, dan Rapat Kerja Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Daerah dan Cabang se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengusung tema “Tantangan dan Peluang Bimbingan dan Konseling dalam Pusaran Disrupsi Sosial dan Budaya”. Tema ini diangkat untuk menemukan solusi atas permasalahan terkini terkait bimbingan konseling dan untuk meningkatkan sinergi antar perguruan tinggi serta kualitas konselor.

 

Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd.,Kons., (Ketua PB ABKIN) dan Fathur Rahman, S.Pd.,M.Si. (Ketua PB ABKIN DIY). Pada kesempatan ini, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dipercaya sebagai tuan rumah. Acara diselenggarakan di kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Minggu (28/1/2018).
 

Pada sambutannya, Dr. Suwarjo, M.Si., Ketua ABKIN DIY periode 2009-2013 dan 2013-2017, menyampaikan terkait tantangan baru yang dihadapi bimbingan konseling. Ia menuturkan, permasalahan baru ini tidak dapat diatasi dengan cara lama.

 

“BK perlu berhimpun untuk saling belajar. Ada banyak perguruan tinggi yang memiliki BK, jika semua bersinergi, masalah seperti apa pun dapat diselesaikan. Misalnya seperti kegiatan kali ini, adanya seminar, rapat kerja, dan pelatihan ABKIN dapat meningkatkan kualitas guru, dosen, maupun konselor untuk menghadapi tantangan.”

 

Perlu diketahui, ABKIN merupakan organisasi profesi di Indonesia yang beranggotakan guru bimbingan dan konseling atau konselor. Awalnya, organisasi ini bernama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) yang berdiri 17 Desember 1975. Pada prosesi pelantikan, beberapa dosen BK UAD terpilih sebagai pengurus ABKIN DIY 2017-2022.

 

Sementara Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Dr. Suparman, M.Si, DEA., dalam sambutannya menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, dengan adanya AKBIN, menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan sekolah. (ard)

A Deliberation Forum with BEM Criticized the “Kekinian” Culture in Indonesia

The Student Executive Board (BEM) of Ahmad Dahlan University (UAD) was trusted to host the National Seminar and Deliberation Forum for Student Executive Boards in Yogyakarta which was entitled "Pancasila, Mass Organization Constitution and Democracy". The event took place at the auditorium of Campus 1 UAD on Jln. Kapas 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta on Saturday (20/1/2018).

Present as the speakers of the event were the Director of Police Intelligence DIY, Police Commissioner Nanang Juni Wawanto, S.IK., Lieutenant Colonel Jaelan, Kasiter Korem 072 Yogyakarta, Dr. Prabawa from the Ministry of Internal Affairs of the Republic of Indonesia, Yoeke Indra Agung L., S.E., Chairman of DIY DPRD, and First Admiral Jaya Darmawan from the Ministry of Politics, Law and Security of Republic of Indonesia.

This event was the opening of a series of the Deliberation Forum and was the 6th forum held by BEM DIY Forum since its establishment on July 16th, 2012. The determination of the theme was inseparable from the issues that were going on in Indonesia, including issues on Pancasila, mass organizations and democracy. BEM DIY Forum was attended by 55 public and private universities in Yogyakarta.

The President of BEM UAD, Heru Astar, stated that the purpose of this forum was to motivate students to fight against radicalism. According to him, students had to have a critical attitude and have a role as one of the parties that control the nation.

Meanwhile, Dr. Abdul Fadlil, M.T., Vice Rector III, appreciated the performance of BEM of UAD and other universities on the organisation of the 2018 Deliberation Forum.

"We really appreciate the performance of BEM. Although public protest is not prohibited, nowadays students are prioritizing the audience. It usually results in discussion and constructive inputs, "he explained.

Furthermore, Fadlil considered the seminar that was held relevant to the condition of Indonesia at the meantime. The seminar could be a place for intergenerational dialogue between leaders and future leaders. The ongoing BEM Forum can be one of the guarantees of the sustainability of Republic of Indonesia. (ard)

UAD Satu-satunya Perguruan Tinggi yang Mendapat Apresiasi CSR

Sebanyak 27 perusahaan menerima penghargaan apresiasi Corporate Social Responsibility (CSR) 2017 yang diselenggarakan Sindo Media (Sindo Weekly, Koran Sindo, dan Sindonews.com). Dari sekian perusahaan, hanya satu yang berasal dari perguruan tinggi, yaitu Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

UAD menerima apresiasi CSR dalam bidang pendidikan di The Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Kamis (25/1/2018) malam. Penghargaan tersebut tidak luput dari kontribusi UAD terhadap dunia pendidikan. Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. yang mewakili menerima penghargaan tersebut mengatakan bahwa dunia pendidikan penting diperhatikan, apalagi masih banyak sekolah yang jauh dari layak.

Tahun 2017, UAD melakukan gerakan nyata di dunia pendidikan setelah membangun Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wonosobo. Sekolah yang berdiri sejak 1980-an tersebut dibantu UAD karena sudah tidak layak.

“UAD memberikan bantuan sekitar 3,5 miliar untuk membeli tanah guna membangun dan mengisinya,” terang Kasiyarno.

Sekolah yang terletak di Dukuh Wonosobo, Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul tersebut tidak hanya dibantu di bagian bangunan dan isinya, tapi juga diberikan pelatihan dan pemberian gaji guru.

Pihak CSR menilai, kontribusi UAD terhadap sekolah sangat besar sehingga layak mendapat penghargaan. Selama ini, CSR memang dikenal memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berkontribusi besar terhadap masyarakat dan lingkungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Pemberian penghargaan ini terbagi ke dalam beberapa kategori yang terdiri atas lingkungan, pendidikan, kesehatan, budaya, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan desa, olahraga, dan inovasi komunikasi CSR.

Apresiasi CSR 2017 dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.B.A. serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.