Mahasiswa PBI UAD Raih Juara 3 Debat di Kaltim

Berawal dari informasi lomba dari media sosial, tidak disangka Nila Wati, Mauludin, dan Tirto Aji sukses membawa trofi juara tiga lomba debat bahasa Indonesia yang diselenggarakan Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur (9-15/9/2017). Ketiganya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Sebelum berangkat ke Samarinda, mereka mengikuti seleksi esai sebagai persyaratan utama. Hasilnya, esai yang mereka kirim masuk ke dalam 16 besar dan terpilih sebagai finalis debat.

“Setelah mendapat informasi bahwa kami lolos, kami langsung konsultasi dengan dosen dan melakukan persiapan selama 2 minggu. Kami banyak mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diangkat dalam lomba, yakni tentang pendidikan, hukum, politik, ekonomi, dan sosial,” jelas Nila Wati sebagai ketua tim.

Lebih lanjut, ia menjelaskan ilmu yang dipelajari sebagai materi debat sebenarnya cukup jauh dari jangkauan timnya, karena latar belakangnya kuliah di pendidikan. Mereka bertiga belajar secara otodidiak dari baca artikel, sparing debat, video daring, dan buku-buku terkait.

Mauludin menimpali, untuk menambah jam terbang, timnya melakukan sparing debat dengan Debating Community (DeCo) PBI. Dari DeCo, mereka banyak belajar tentang teknik debat.

“Kami sangat bangga dapat mengharumkan nama UAD dengan potensi dan prestasi yang kami miliki. Banyak ilmu yang didapatkan, menambah teman baru, dan yang terpenting menambah pengalaman,” ujar mahasiswa asal Bogor ini.

Anggota terakhir, Tirto Aji mengharapkan ke depan mereka dapat meningkatkan kemampuan debat sehingga nantinya dapat berpartisipasi di NUDC maupun WUDC. (ard)

Konferensi Internasional Bencana Kemanusiaan

Lembaga Penangggulangan Bencana Muhammadiyah (LPB)  atau  Muhammadiyah Disester Managemen Centre (MDMC) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerja sama dengan  Asia Pasific Baptis Federation (APBF) menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk "Teologi Bencana Kemanusiaan".

Kapasitas MDMC sebagai lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk aksi kemanusiaan Rohingya telah memikat perhatian 100 pastor dan pendeta yang tergabung dalam APBF untuk datang ke UAD guna belajar manajemen penanggulangan bencana kemanusiaan, baik dalam perspektif teologi Kristen maupun Islam, khususnya Fikih Bencana yang disusun Majelis Tarjih Muhamamdiyah.

Terlebih lagi, MDMC juga didukung oleh Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazizmu) yang telah berhasil menggalang dana untuk aksi kemanusiaan Rohingya hingga menembus angka 13 miliar lebih.

Atas dasar inilah MDMC dan APBF menggandeng Universitas Ahmad Dahan (UAD), karena Perguruan Tingggi ini memiliki Fakultas Agama Islam, bahkan program Studi S2 Pendidikan Agama Islam yang menaruh minat pada kajian pendidikan tanggap bencana.

Konferensi internasional tersebut akan berlangsung pada Minggu 24 September 2017 pukul 09.00 – 15.00 bertempat di Islamic Center kampus 4 UAD, Jl. Lingkar Selatan Yogyakarta. Keynote Speaker  akan disampaikan oleh Dr. Ross Clifford dari Morling College Australia. Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Maung Maung Yin (Director Peace Centre, Myanmar Institute of Theology), Dr. Ustadzi Hamzah (Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah), Rahmawati Husein, Ph.D. (Lembaga Penangggulangan Bencana Muhammadiyah), dan Dr. Yoyo, M.A. (dosen S2 PAI-UAD). Bagi masyarakat, baik agamawan, budayawan, negarawan, termasuk kaum intelektual, mahasiswa, guru maupun dosen yang hadir dalam acara tersebut disediakan sertifikat, snack, dan makan siang.

PBI UAD Gelar EYOCO 2017

Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta selenggarakan lomba untuk pelajar se-DIY dengan tajuk “EDSA Youth Competition (EYOCO): Let’s Complete and Build Nationalism Through English”. Perlombaan terbagi menjadi beberapa kategori, Speech, Story Telling, dan News Reading. Berlokasi di auditorium kampus 2 UAD Jl. Pramuka 42, acara ini diikuti oleh 62 pelajar dari 23 SMA, SMK, MA, sederajat di lingkup Yogyakarta.

M Tolkhah Adityas, pebimbing dalam event tersebut menyampaikan, EYOCO merupakan ajang untuk mengembangkan potensi pelajar. “Saya berharap perlombaan ini sebagai salah satu ajang untuk berkarya dan meningkatkan kemampuan para pelajar dan tahap untuk mencapai cita-cita,” tegasnya.

Sementara Ketua Program Studi PBI, Raden Muhammad Ali, S.S.,M.Pd., menjelaskan EYOCO yang dilaksanakan untuk pertama kalinya di tahun 2017 ini  bisa memberi inspirasi dan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris para pelajar.

“Salah satu tujuan even ini untuk memotivasi siswa dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris agar siap bersaing di kancah internasional nantinya,” papar Ali.

Winner Sonny Salas, salah satu peserta EYOCO dari SMK 3 Muhammadiyah Yogyakarta sangat antusias dengan adanya perlombaan ini. Siswa yang tertarik dengan bidang kebahasaan, khususnya bahasa Inggris, berharap lomba seperti ini bisa terus diadakan.

“Dengan mengikuti lomba, saya banyak belajar ilmu baru dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.” (ard)

Nama-nama pemenang peserta perlombaan

Story Telling:

1. Winner Sonny Salas (SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta)

2. Aura Mutiara (SMA MBS Prambanan)

3. Adriyan Frediyanto (SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta)

Speech Contest:

1. Muthia Rahma Syamila-MAN 1 Yogyakarta

2. Aurelia Priscilla Regita Putri – SMA N 3 Yogyakarta

3. Umar – MAN 1 Yogyakarta

News Reading:

1. Zahra Amalia Sabari-MAN 1 Yogyakarta

2. Natasya Diva-SMA Muha 4 Yogyakarta

3. Muh. Difa Athalariq- SMA Muh 2 Yogyakarta

Action Training, Rektor UAD Genjot Semangat Maba

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan Program Pengenalan Kampus (P2K) susulan atau Action Training, Rabu (20/9/2017). Action Training ditujukan untuk mahasiswa baru (maba) yang belum mengikuti P2K pada Agustus lalu. Program ini hanya berlangsung selama satu hari, berbeda dengan P2K yang dilaksanakan selama seminggu.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk terus meng-upgrade kualitas diri agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional. Selain itu, tingginya antusias mahasiswa asing yang kuliah di UAD harus dimanfaatkan untuk menambah relasi, utamanya untuk memperkuat penguasaan bahasa asing.

“Mahasiswa asing yang kuliah di UAD semakin banyak. Kehadiran mereka bisa dijadikan untuk menambah relasi, utamanya untuk belajar bahasa asing. Kami menginginkan dengan belajar di UAD, mahasiswa bisa lebih maju. Mahasiswa harus terus menggali potensi, mengasah, serta mengembangkannya,” papar Kasiyarno.

Ia berharap lulusan UAD menjadi sarjana muslim yang memiliki kemampuan unggul di bidang ilmu pengetahuan, sains, teknologi, dan seni. Menurutnya, saat ini masa depan tidak hanya ditentukan oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dipengaruhi keaktifan berorganisasi dan prestasi di bidang akademis maupun nonakademis.

“Jangan sampai Anda sia-siakan kesempatan kuliah. Ilmu yang Anda peroleh akan memengaruhi masa depan. Ikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan di UAD. Ada banyak organisasi, unit kegiatan mahasiswa (UKM), dan komunitas untuk mengembangkan potensi. Kunci keberhasilan adalah semangat, yaitu semangat untuk terus berbenah dan meng-upgrade diri sendiri,” tukasnya.

Pada akhir sambutannya, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) V ini menyampaikan komitmen UAD untuk memberi pelayanan terbaik bagi mahasiswa. Pembangunan yang dilakukan akan dibarengi sarana dan prasarana yang memadahi untuk mendukung proses perkuliahan yang lebih baik.

Action Training ini diikuti oleh 1470 mahasiswa baru 2017, 83 mahasiswa asing, dan 49 mahasiswa angkatan 2016 yang belum mengikuti P2K.

PBSI UAD Hadirkan Seno Gumira Ajidarma dalam Kuliah Umum

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar kuliah umum pada Selasa (19/9/2017). Kuliah umum yang mengangkat tema "Membangun Jiwa Kritis melalui Kritik Sastra" tersebut diisi oleh Dr. Seno Gumira Ajidarma, M.Hum., Rektor Institut Kesenian Jakarta. Kuliah umum yang digelar di auditorium kampus 2 UAD, Jalan Pramuka Umbulharjo itu dihadiri seluruh mahasiswa PBSI semester satu dan tiga, dosen, serta tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, turut tampil pula divisi musik Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) yang menampilkan musikalisasi puisi.

Wakil Dekan FKIP, Dr. Suparman, M.DEA., dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Ia juga berharap acara ini dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar menjadi pendidik maupun sastrawan yang kritis.

Sementara itu, Dra. Triwati Rahayu, M.Hum., selaku kepala Prodi PBSI berharap dengan dilaksanakannya kuliah umum ini, mahasiswa dapat termotivasi dan mendapatkan pengalaman tentang kesusastraan yang lebih banyak lagi.

Dalam pembahasannya, Seno mengemukakan bahwa urusan sastra bukan hanya urusan indah dan menyenangkan, tetapi juga harus ditanggapi dengan kritis. (dev)

JAB Adakan Panggung Penggalangan Dana

                            
Halo teman-teman mahasiswa, apa kabar kemanusiaan hari ini? Apakah kita sudah merdeka, jika berdamai dengan diri sendiri saja belum bisa? Lalu sudahkah negeri ini merdeka, sudahkah bangsa-bangsa di bumi ini merdeka?
Kami dari Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) mempersembahkan "Air Mata TANAH Air Mata", sebuah ruang untuk saling sapa dan silaturahmi. Sebuah panggung terbuka dan penggalangan dana dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia. “Hasil penggalangan dana sebagian  akan disalurkan kepada saudara-saudara kita di Gunung Kidul, Yogyakarta yang mengalami kekeringan dan suadara-saudara kita di Myanmar (etnis Rohingya) yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan,” kata Bayu Aji, ketua Teater JAB.
“Bagi teman-teman mahasiswa yang ingin berpartisipasi untuk menjadi pengisi acara di acara tersebut dapat menghubungi narahubung yang tertera di poster,” lanjut Bayu.
“Boleh bernyanyi, menari, berteater, membacakan puisi, musikalisasi puisi, orasi, apapun yang teman-teman ingin tampilkan dapat ditampilkan di panggung kami,” tukasnya.
Acara tersebut akan dilaksanakan pada Kamis, 21 September 2017 pukul 15.00 WIB di Green Hall Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Seno Gumira Ajidarma Bicara Kritik di UAD

Dr. Seno Gumira Ajidarma, M. Hum., hari ini Selasa, (19/9/ 2017) akan mengisi Kuliah Umum Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
 
Cerpenis nasional tersebut akan membicarakan tema tentang "Membangun Jiwa Kritis Melalui Kritik Sastra".
 
Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus 2 UAD tersebut gratis dan untuk umum. Silahkan yang berminat datang langsung ke lokasi.

UAD Adakan UTIC Keempat

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali mengadakan seminar internasional. Acara bertajuk “The UAD TEFL International Conference” (UTIC) ini diadakan 19-20 September 2017.

Mengusung tema “EFL for Sustainable Development”, UTIC mengajak para dosen, guru, dan mahasiswa di bidang pendidikan bahasa Inggris untuk ikut serta baik sebagai pemakalah maupun peserta.

UTIC mendatangkan beberapa pakar dari sejumlah negara dalam bidang TEFL sebagai pemateri. Mereka berasal dari Australia, Jepang, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Sejumlah nama tersebut adalah Dr. Dat Bao (Monash University), Prof. Gregory A. Goodmacher (Keiwa College), Prof. Estrela Aroyo (University of Saint Anthony), Prof. Dr. Niwet Arunberkfa (Prince Songkla University), Bambang W. Pratolo, Ph.D. (Universitas Ahmad Dahlan), Dwi Santoso, Ph.D., (Universitas Ahmad Dahlan), dan Dr. Kamariah binti Yunus (University Sultan Zainal Abidin).

Acara yang diadakan di Hotel Cavinton Yogyakarta ini terdiri atas sejumlah topik pembahasan: Local Wisdom in English Classroom, Integratting Religious Values in ELT, Teaching English with Envioronmental Issues, ELT and Humanity, Multiculturalism in ELT, Human Right in ELT, Building Good Attitude with ELT Activities, Linguistics in ELT, Literature in ELT, dan beberapa topik lainnya. (doc)

Orientasi dan Stadium General Maba Pascasarjana UAD

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta selenggarakan orientasi dan stadium general kepada mahasiswa baru tahun akademis 2017/2018. Acara ini mengangkat tema “Strategi Membangun Peradaban Islam yang Berkemajuan” dengan pembicara Drs. Suwarsono Muhammad, M.A. Ia merupakan penasihat KPK periode 2013-2015, pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan praktisi penyehatan organisasi.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UAD, Prof. Ahmad Mursyidi, M.Sc.,Apt., menyampaikan bahwa orientasi dan stadium general ini menjadi kuliah perdana yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa pascasarjana.

“Semoga kuliah perdana ini akan memberikan kebaikan di masa yang akan datang selama menempuh pendidikan di UAD. Ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan etika Islam yang baik. Perlu mahasiswa ketahui, sejak dulu perkembangan ilmu pengetahuan dimotori umat Islam dan saat ini UAD menjadi salah satu bagian penting dari perkembangannya,” terang Ahmad Mursyidi.

Ia memiliki harapan agar mahasiswa memiliki rasa haus untuk terus belajar yang dibarengi dengan ilmu agama. Sebab, ilmu agama ilmu sangat diperlukan untuk melaksanakan misi keagamaan. Islam mengajarkan misi kehambaan dan misi kekhalifahan.

Sementara Drs. Suwarsono Muhammad, M.A. sebagai pembicara menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan harus bermanfaat bagi masyarakat tanpa  memandang perbedaan latar belakang suku, ras, dan agama.

“Salah satu ciri cendekiawan adalah selalu gelisah. Harus ada sesuatu yang terus dipikirkan dan dikerjakan,” ungkapnya saat mengawali paparannya di auditorium kampus 3 UAD, Sabtu (16/9/2017). (ard)

Mahasiswa Tiongkok UAD Ramaikan MPS 2017

Kegiatan Mimbar Pertunjukan Sastra (MPS) 2017 sudah memasuki tahun kedua. Agenda yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini menampilkan sejumlah sastrawan, seniman, serta budayawan yang berdomisili di Yogyakarta dengan berbagai latar belakang dan proses kreatif yang berbeda.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengirimkan perwakilannya pada acara yang diadakan Jumat (15/9/2017) di halaman RRI 2 Yogyakarta. Penampil dari UAD merupakan mahasiswa asing (Tiongkok) dari Program Studi Sastra Indonesia. Mereka adalah Janie (韦青妮 Wei Qingni), Yamin (郭耀民 Guo Yaomin), Suci (覃诗婷 Qin Shiting), Devi (冯司程 Fengsicheng), dan Pimi (潘晓玲 Pan Xiaoling).

Iqbal H Saputra, M.A., yang merupakan dosen, pendamping mahasiswa, sutradara, dan penyadur naskah merasa sangat bangga dan senang dengan proses kreatif yang dijalani bersama dengan para mahasiswa.

“Selama sekitar 8 hari berproses, kami bisa saling belajar, bertukar wawasan tentang kebudayaan, seni budaya. Naskah yang yang dipentaskan berjudul "Cinta yang Sulit" (艰难的爱 jian nan de ai) diadopsi dari Mo Yan, peraih nobel 2012. Pemilihan novel yang merangkum sejarah China diambil dari hasil diskusi dengan para aktor dan tim kesenian,” papar laki-laki kelahiran Belitong ini.

Aksi panggung yang dipentaskan oleh mahasiswa Tiongkok didukung oleh para pemusik, koreografer, dan tata rias dari Sanggar Seni Budaya Belitong, "Sarong Harmoni" serta mahasiswa ISI Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Umar Priyono, M.Pd. menyatakan panggung MPS ditujukan untuk mengapresiasi sastrawan, seniman, maupun budayawan yang berdomisili di Yogyakarta. Para penampil merupakan orang-orang dari berbagai daerah (dalam maupun mancanegara) yang pernah atau sedang menempuh pendidikan di kota ini.

“Yogyakarta adalah miniatur Indonesia, pusat pertumbuhan budaya dan sastra. Kota ini menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa dari berbagai wilayah. Di sini setiap orang harus
menjadi diri sendiri sesuai latar belakangnya, jangan menjadi orang lain. Saya berharap MPS dapat menyatukan banyak suku dan etnis serta merekatkan kebangsaan yang akhir-akhir ini agak kendor,” tegas Umar.

Perlu diketahui, kepanitian dan penggagas dari Mimbar Pertunjukkan Sastra ini banyak melibatkan alumni dan mahasiswa aktif UAD. Kebanyakan dari mereka merupakan pegiat sastra, seni, dan budaya di lingkup kampus dan aktif di berbagai komunitas. (ard)