Dosen PBSI UAD Rilis Buku Cerita Anak

Salah satu bentuk tanggung jawab dosen, juga untuk memenuhi tridarma perguruan tinggi, adalah pengabdian kepada masyarakat. Adalah Yosi Wulandari, M.Pd. dan Fitri Merawati, M.A., dua dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang baru saja menyelesaikan pengabdian masyarakat dengan merilis buku cerita anak berjudul Si Kembar Berambut Kriwil. Buku cerita anak tersebut adalah hasil dari pelatihan cipta karya sastra untuk guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) ABA se-kabupaten Bantul. Pelatihan tersebut terlaksana berkat kerja sama Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UAD dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aisyiyah Bantul.
Pelatihan yang dilaksanakan di kantor PDM Aisyiyah Bantul selama bulan April hingga Juli 2017 tersebut bertujuan untuk memupuk minat dan bakat peserta pelatihan sehingga memiliki kepekaan apresiasi. Peserta pelatihan harus melalui delapan kali tatap muka selama pelatihan. Mereka dilatih beberapa materi kepenulisan oleh Sule Subaweh, Fitri Merawati, dan Yosi Wulandari. Sebelum diluncurkan, buku Si Kembar Berambut Kriwil terlebih dahulu melalui proses editing dan revisi. Selanjutnya layout, penerbitan, dan pengurusan ISBN buku diserahkan kepada penerbit K-Media.
Buku cerita anak yang diluncurkan dalam acara Forum Apresiasi Sastra pada Rabu (23/8/2017) tersebut berisi dua puluh cerita anak karya guru-guru PAUD dan TK ABA se-kabupaten Bantul. Acara peluncuran diisi dengan pembacaan cerita anak oleh mahasiswa PBSI, Rizki Ramdhani. Dilanjutkan dengan pembedahan buku dan peluncuran buku secara simbolis.(dev)


Tim kesehatan (Timkes) universitas bekerja sama dengan Timkes fakultas bersama rumah sakit Holistika Medika dengan 2 dokter dan 3 perawat.
Opu kembali dihadirkan dalam acara Pembukaan Pogram Pengenalan Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di gedung Amongrogo (15/8/2017).
“Karena lokasinya dekat jadi lebih baik jalan kaki, memang boleh menggunakan kendaraan tetapi tidak boleh membawa kendaraan sendiri. Panitia khawatir terjadi kecelakaan, karena kita masih dalam pengawasan panitia dan mencoba mematuhi peraturan dari panitia. P2K juga hanya seminggu dan hanya sekali dalam kuliah jadi kapan lagi kita bisa berangkat ke kampus jalan kaki,” tutur Ahmad Patihi Mahasiswa baru (Maba) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Maba dari Program studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan tersebut bertempat tinggal di Jalan Glagah Sari. Setiap hari ia berjalan kaki menuju lokasi Program Pengenalan Kampus (P2K) di Kampus I Jalan Kapas, Rabu (16/2017).
