Tahap Akhir Pembekalan Reporter: Terjun Langsung di Sumber Berita
“Jangan takut untuk menulis dan tulislah apa yang ingin kamu tulis.” Sepenggal kalimat yang terlontar oleh Sulaiman, S.Pd., selaku pemateri kepada para peserta pelatihan jurnalistik yang diadakan di Kotagede Minggu (20/11/2011). Pelatihan kali ini memang dikemas dengan nuansa yang berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya dilaksanakan di Kampus II UAD, kini dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat daerah Kotagede.
Para peserta diwajibkan untuk mencari narasumber untuk mendapatkan berita terkait dengan latar belakang pendidikan masing-masing peserta. Mereka juga harus mengumpulakan berita tersebut pada hari itu juga. Setelah berita terkumpul kemudian dievaluasi oleh pemateri. Berita yang menunjukkan kekurangan atau bagian-bagian mana yang harus diperbaiki langsung diarahkan di tempat. Suasana santai namun serius tampak dalam pelatihan tersebut. Para peserta juga tetap penuh antusias mengikuti pelatihan di tengah derasnya hujan.
Sulaiman juga menyampaikan bahwa menjadi seorang reporter memang harus pantang menyerah. Reporter harus memberikan informasi yang akurat kepada publik. Narasumber tentunya harus jelas dan dalam penyampaian atau penulisan berita juga harus memperhatikan dari segi teknik penulisan maupun pemilihan kata yang digunakan. Oleh karena itu, sebagai reporter pun membutuhkan kecerdasan dan kreativitas. (Sbwh/FM)

Kamis (17/11/2011), bertempat di Ruang Sidang Kampus 1 UAD, LPM mengadakan pembekalan bagi para dosen yang telah ditunjuk menjadi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pembekalan diadakan bertujuan agar para DPL memiliki wawasaan tentang KKN dan juga bagaimana kinerja DPL sesungguhnya. Kegiatan ini diikuti oleh 43 dosen yang berasal dari seluruh program studi yang ada di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Guru merupakan sosok yang dianggap mengetahui segala hal. Guru harus memiliki pengetahuan yang luas dan mampu memberikan contoh bagi peserta didiknya. Seorang siswa akan lebih mempercayai guru yang dapat membuktikan apa yang dikatakannya dan memiliki kreativitas. Mengingat pentingnya arti sebuah tindakan nyata dan kreativitas seorang guru, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD mengadakan pelatihan bagi mahasiswanya. Pelatihan yang diberikan berkaitan dengan pelatihan untuk meningkatkan kretivitas dan kemampuan menulis di bidang bahasa dan sastra.
Kamis, (27/10/2011), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LENSA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta rayakan milad ke-13. Berbeda dengan beberapa perayaan sebelumnya, milad kali ini ditandai dengan dua kegiatan sosial. Hal ini sesuai dengan tema yang digagas panitia pelaksana, yaitu “13 Berbagi”.
Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan, bahkan merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Melalui pendidikan manusia dapat merubah peradaban. Oleh karena itu, mengingat arti pentingnya sebuah pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cik Ditiro untuk meningkatkan pendidikan mahasiswa dengan memberikan beasiswa bagi yang berprestasi. Acara penyerahan resmi beasiswa tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (25/10/2011), bertempat di Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan, Jalan Kapas No. 9, Semaki, Umbul Harjo Yogyakarta 55165. Hadir dalam kesempatan tersebut Drs. H. Kasiyarno, M.Hum., selaku Rektor UAD, Drs. H. Muchlas, M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni (WR III) UAD, dan Hendro Padmono, selaku Kepala Bagian Divisi Sekretaris Perusahaan P.T. BRI (Persero).