UAD Kirim 10 Mahasiswa ke Filipina

Sepuluh mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) akan menyusun tesis selama 3 bulan di University of Saint Anthony (USANT) Filipina. Progam “Thesis Writing Supervision” ini merupakan agenda rutin Prodi PBI S2 yang sudah berlangsung sampai batch enam.

Dari penjelasan Dr. R.A. Noer Doddy Irmawati, M.Hum., selaku Ketua Program Studi, batch 6 terdiri atas sepuluh mahasiswa yang diseleksi berdasar prestasi akademik, TOEFL, dan proposal penelitian.

“Antusiasme mahasiswa sangat tinggi untuk mengikuti program ini karena penulisan tesis bisa lebih cepat selesai. Selain itu, mahasiswa akan mendapat pengalaman belajar di luar negeri dan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,” terangnya.

Dilihat dari lulusan mahasiswa PBI S2 yang mengikuti program batch satu sampai lima, rata-rata mendapat pekerjaan dengan cepat dan menduduki posisi yang strategis. Program ini merupakan salah satu unggulan di program studi yang telah terakreditasi A dengan skor 371.

Pelepasan kesepuluh mahasiswa dilaksanakan di ruang sidang utama kampus 1 UAD, Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta, Kamis (1/3/2018) dan dihadiri oleh Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum.,Wakil Rektor IV Prof. Sarbiran, Ph.D., serta Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Ida Puspita, M.A.,Res. Para mahasiswa akan ditemani tiga pendamping dari UAD, antara lain Dr. R.A. Noer Doddy Irmawati, M.Hum., Drs. Surono, M.Hum., Drs. Akmal, M.Hum.,M.Sc.,Ph.D.

Kasiyarno berharap, para mahasiswa dapat menjaga nama baik UAD selama di Filipina. Ia berpesan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kebudayaan yang sama sekali berbeda dengan yang ada di Indonesia.

Nama mahasiswa peserta “Thesis Writing Supervision Program” antara lain Ima Frafika Sari, Dwi Indra Aprilliandari, Jusman, Prastyawan Aji Sugiharto, M. Saleh Ahalik, Abdah, Abas Oya, Ajid La Hanisi, Defy Gustianing, dan Antika Dwiyanti. (ard)

UAD dan 4 PTM Ditunjuk untuk Pendirian dan Pengembangan Sekolah di Australia

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama 4 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya ditunjuk oleh PP Muhammadiyah menjadi pihak yang terlibat secara langsung dalam pendirian dan pengembangan sekolah di Australia.

Lahan seluas 10 ha berlokasi di Narre Warren East, adalah daerah yang sangat strategis di sebelah tenggara kota Melbourne. Menurut Wakil Rektor I UAD, Dr. Muchlas M.T. yang ikut melihat lokasi mengatakan, lahan yang telah tersedia ini direncanakan oleh PP Muhammadiyah sebagai lokasi sekolah Muhammadiyah Australian College yang saat ini tengah disiapkan grand desainnya.

“Ketika kami berkunjung ke sana, pada lahan tersebut telah berdiri sebuah bangunan yang untuk sementara digunakan sebagai kantor Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, sekaligus sebagai kantor amal usaha Muhammadiyah di Negara Kanguru ini,” katanya kemudian.

Bangunan ini telah ada saat lahan dibeli, dan karena dipandang konstruksinya masih kokoh maka untuk sementara akan dimanfaatkan sebagai perkantoran setelah diuji kelayakannya oleh pemerintah setempat.

“Dalam kunjungan ini, kami diajak keliling lahan oleh Mas Khamim (Ketua PCIM Australia) dan Mas Edward (salah satu pengurus PCIM), untuk melihat secara langsung bagian-bagian dari lahan dan lanskap yang telah diakusisi oleh Muhammadiyah. Setelah selesai berkeliling, kami diajak berdiskusi tentang aspek-aspek pengembangan Muhammadiyah Australian College dari visi, misi, sampai pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di ruang sekretariat PCIM. Dalam kesempatan ini, Dr. Haedar Nashir, M.Si. memberikan masukan-masukan untuk perbaikan perencanaan sekolah Muhammadiyah tersebut.”

Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah meminta agar sekolah yang akan dibangun di Australia ini menjadi pusat keunggulan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan sebagai wujud implementasi visi Islam berkemajuan. Sekolah ini nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak warga Indonesia yang bermukim di Australia, tetapi juga bagi anak-anak di tanah air yang menginginkan pendidikan unggul di luar negeri berbasis nilai-nilai keislaman.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. berharap dalam perkembangannya ke depan, sekolah ini dapat menjadi lembaga pendidikan kebanggaan tidak saja bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi bangsa yang mampu mendidik anak-anak Indonesia menjadi insan cendekia berwawasan global dengan nilai-nilai Islam tertanam kuat dalam dirinya. (doc)

 

Link http://muchlas.ee.uad.ac.id/v2/seri-kunjungan-ke-australia-2018-2-uad-bergabung-membangun-muhammadiyah-australian-college/

UM Malaysia Strengthen Cooperation by Visiting UAD

Arabic Language and Literature Study Program of Faculty of Islamic Studies (FAI) of Ahmad Dahlan University (UAD), Yogyakarta got a visit from University of Malaya, Malaysia. The visit was in order to strengthen the cooperation that started about 8 years ago. From the explanation of the Head of Arabic Language and Literature Program, Abdul Mukhlis, S.Ag., M.Ag., this overseas cooperation is one of the longest cooperations in UAD.

"This is our latest agenda which is to have inter-college cooperation, including Overseas Research and Scientific Publications (PKLN-PI). The title of our research is “the Concept of Definitions Found in Arabic-Indonesian and Araboc-Malaysia Dictionaries and Its Influence in the Qur'an Translation”. This is a leading scheme involving students of Arabic Language and Literature study program from UAD, UM, and UiTM Malaysia," he explained.

All this time, the cooperation included student exchange programs, joint research, international seminars, publication of joint journals, public lectures, and a language camp between countries which will soon be implemented.

Meanwhile, Prof. Dr. Haji Mohammad Bin Seman, a lecturer at the University of Malaya, Malaysia, expressed that his reason for choosing UAD to work together was because of KH. Ahmad Dahlan's struggle in the history of Islam.

"In Yogyakarta, there are so many universities that we can work together with. However, we prefer UAD as a partner. This is a matter of heart, Ahmad Dahlan has a long history in the struggle of Islamic da'wah, "he said.

From UAD and Indonesia, Seman admitted to have studied many Islamic cultures and science that were not available in Malaysia. This also applied to Mukhlas, the cooperation of both parties provided new experiences and knowledge related to the development of Islam and strengthen the relationship between the two countries. (Ard)

Danrem Kunjungi UAD

Danrem dari Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, Kolonel Kav Muhammad Zamroni, S.I.P. mengunjungi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Senin (27/2/2018). Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya dari seorang Danrem. Menurut penjelasannya, ini dalam rangka menguatkan silaturahmi antara Korem dan UAD.

 

“Pada kunjungan ini, kami menginginkan adanya visi yang sama dari kedua institusi dalam hal menguatkan sinergitas. Utamanya dalam menjaga kestabilan dan keamanan negara dari ancaman-ancaman laten yang dapat menimbulkan perpecahan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pentingya menyambung silaturahmi antarinstansi maupun lembaga. Zamroni mengharap ke depan ada kerja sama antara Korem 072/Pamungkas Yogyakarta dan UAD. Pihaknya akan sangat senang bila diberi kesempatan untuk menyapa mahasiswa pada acara-acara tertentu di lingkungan kampus.

 

Sementara Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., menyambut dengan senang hati kedatangan Danrem. UAD sendiri memiliki hubungan yang baik dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Melalui CIRNOV, UAD menjalin kerja sama antara lain dengan PT Pindad dan Kementerian Pertahanan dan Keamanan. (ard)

UAD Hosted National Working Meeting (Rakernas) of the Assembly of Dikdasmen Muhammadiyah

Primary and Secondary Education Assembly (Dikdasmen) of Muhammadiyah Centre trusted Ahmad Dahlan University (UAD) Yogyakarta as the host of National Working Meeting (Rakernas) 2018. The last time Rakernas was held was in 2015. The theme for the was "Strengthening Management towards Developed Muhammadiyah School/ Madrasah (Islamic School)/ Pesantren (Islamic Boarding School)".

In his speech, UAD Rector, Kasiyarno, M.Hum., who was also  as the chairman of the committee and Vice Chairman of Dikdasmen stated that there needed to be same perception among members and related institutions to face the problems of Muhammadiyah primary and secondary education. In addition, strategies are needed to address the increasingly diverse challenges.

"Through this Rakernas, we hope to find a solution to address the problems and challenges for primary and secondary education in Muhammadiyah. If not handled seriously, this will impact the educational products as well as the decrease level of public trust," he said.

Kasiyarno added that this Rakernas was to add insight, strengthen the ability of Muhammadiyah primary and secondary education institutions, and strengthen the vision to the international level. In addition, it was to promote the work program of the assembly in order to have continuous coaching.

Meanwhile, the Chairman of PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si., on the same occasion expressed his expectation that the Rakernas could help Dikdasmen management improve.

"The Dikdasmen Assembly must work seriously in order to compete with the conventional schools. Nowadays, many conventional schools have put forward Islamic values, as well. There should be a breakthrough to make Dikdasmen education institutions more superior than other schools." (Ard)

Penulis Cahaya di Tirai Sakura Sambangi FAS UAD

Riza Perdana Kusuma, penulis novel best seller Cahaya di Tirai Sakura hadir dalam Forum Apresiasi Sastra (FAS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Selain sebagai penulis ia juga bertindak sebagai pembedah, dengan dimoderatori oleh Jemi Ilham.

“Malam ini, saya khusus datang ke Yogyakarta hanya untuk UAD!” serunya di tengah-tengah sesi bedah buku.

Bertempat di aula kampus 2 UAD Jalan Pramuka, Riza menceritakan kisah hidupnya selama di Jepang yang ia tuangkan dalam novel tersebut. Ia tak henti-hentinya memberikan motivasi pada seluruh audiens, baik motivasi dalam menulis maupun motivasi dalam hidup. Baginya, mimpi itu perlu dan mungkin sekali dapat terwujud.

“UAD sebetulnya kampus ketujuh belas yang saya hadiri sejak peluncuran buku ini. Memang sejak menulis, saya berkomitmen this is a time for me to giving back to the society. Inilah saatnya saya kembali memberikan sesuatu, mengabdi kepada masyarakat. Saya melakukan ini bukan untuk komersial, tetapi untuk beramal dengan sesuatu yang diberikan Allah Swt. Jadi begitu ini kesampaian (buku Cahaya di Tirai Sakura terbit), saya bernadzar bahwa setiap undangan yang saya dapatkan maka akan saya perjuangkan untuk bisa menghadirinya,” jelas Riza saat ditemui seusai acara.

Riza mengaku sangat mengapresiasi antusiasme audiens yang hadir dalam bedah buku Cahaya di Tirai Sakura.

“Saya selalu bersemangat ketika melihat orang lain mengapresiasi buku saya. Bahwa tidak banyak orang diberi kesempatan untuk bisa membagi apa yang dialami dalam hidupnya. Dan alhamdulillah, saya sudah mendapatkan banyak sekali dalam hidup ini sehingga saya ingin selalu berbagi. Setiap kali saya melihat antusiasme yang semacam ini, saya merasa itu sebuah anugerah untuk saya.”

Dalam acara yang diselenggarakan pada 28 Februari 2018 ini, Riza membagikan beragam cerita unik selama tinggal di Jepang, motivasi menulis, hingga tips sukses dalam hidup. (dev)

National Seminar on Islam and the Development of Science

Ahmad Dahlan Student Pesantren (Islamic boarding school) or Persada of Ahmad Dahlan University (UAD) in cooperation with Indonesian Muslim Lecturer (DMI) held a national seminar entitled "Islam and the Development of Science". The event was held in the auditorium of Ahmad Dahlan Mosque, Islamic Center of Campus 4 area on Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta on Saturday (24/2/2018).

At the opening ceremony, Dr. Muchlas, M.T., Vice Rector I, in his speech expressed his expectation that the speakers could give enlightenment and add insight about Islam, especially for students. On the other hand, he also explained that Muhammadiyah has a developed Islamic view, that there is a synergy between Islam and science.

"From this seminar, hopefully there will be many ideas and proposals to make Islam rahmatan lil alamin reflected in everyday life, especially in terms of science," he said.

This event invited Dr. Hamid Fahmi Zarkaysi, M.Phil., From UNIDA Gontor and Agus Purwanto, D.Sc., from ITS Surabaya. Both are experts in the field of Islam and science.

Meanwhile, the Chairman of DMI, Dr. Fredy Kurniawan M.Sc., stated that this event which embraced UAD was a real move made by DMI after being established in 2017. From the explanation, there are various activities to be held such as workshops, seminars, and discussions related to the work of Muslim lecturers. The purpose of these activities is to give people knowledge and so that they can implement it in real life. (Ard)

Seminar Nasional Islam dan Peradaban Ilmu

Pesantren Mahasiswa Ahmad Dahlan (Persada) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Dosen Muslim Indonesia (DMI) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Islam dan Peradaban Ilmu”. Acara ini diselenggarakan di auditorium Masjid Ahmad Dahlan, kompleks Islamic Center kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (24/2/2018).

 

Pada kesempatan sambutan sekaligus membuka acara, Dr. Muchlas, M.T., Wakil Rektor I, mengharapkan apa yang disampaikan pemateri dapat memberi pencerahan dan menambah wawasan mengenai Islam, utamanya bagi mahasiswa. Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki pandangan Islam berkemajuan. Artinya, ada sinergi antara Islam dan keilmuan.

 

“Dari seminar ini, semoga disemaikan banyak gagasan dan ide untuk menjadikan wajah Islam rahmatan lil alamin yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal keilmuan,” ungkapnya.

 

Acara ini menghadirkan Dr. Hamid Fahmi Zarkaysi, M.Phil., dari UNIDA Gontor dan Agus Purwanto, D.Sc., dari ITS Surabaya. Keduanya merupakan pakar dalam bidang Islam dan Peradaban.

 

Sementara, Ketua DMI Dr. Fredy Kurniawan M.Sc., mengungkapkan, acara yang menggandeng UAD ini merupakan langkah nyata DMI setelah berdiri 2017 lalu. Dari penjelasannya, ada berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan seperti workshop, seminar, serta diskusi terkait karya dosen muslim. Tujuan dari kegiatan tersebut agar masyarakat bisa mengetahui, dan dapat diaplikasikan secara nyata.(ard)

UAD Acquisition Saved BPRS Carana Kiat Andalas

Ahmad Dahlan University (UAD) Yogyakarta acquired Sharia Rural Bank (BPRS) Carana Kiat Andalas. This step was taken by UAD to save BPRS which is located in Bukittinggi, West Sumatra, from bankruptcy. The aids given by were in the forms of additional capital, deposits, and management assistance to improve finances.

Drs. Safar Nasir, M.Si., UAD Vice Rector II, explained that since it was acquired by UAD, BPRS Carana Kiat Andalas experienced a good financial development. UAD is currently the controlling shareholder and has assigned Safar Nasir as the President Commissioner.

"Historically, BPRS was established to anticipate loan sharks. The near bankruptcy was due to less intense management. UAD then offered help by giving a fund of around 4.5 billion rupiah," explained Safar.

Before UAD acquired BPRS, the loss suffered by the bank was estimated to be 500 million rupiah. In 2016, the loss decreased to 131 million. Based on the data on the bookkeeping as of January 2018, it has gained about 45 million rupiah of profit. It means, 27 months after UAD took over in September 2015, there were significant financial improvements.

"We want to implement a good work culture and management in BPRS. In addition, UAD acquisition is aimed at providing social, economic, and academic benefits," he explained during a visit to BPRS Carana Kiat Andalas on Thursday (15/2/2018).

The expected social benefits include fighting against loan sharks, opening up new jobs, and stimulating the growth of micro business. Economically, it is expected that BPRS can reduce student tuition and provide scholarship. Meanwhile, the academic benefit of BPRS includes providing research laboratory for lecturers and students. (ard)

The Role of UAD in Developing Processed Cassava

Gunungkidul Regency is one of the food supplier regions of Special Region of Yogyakarta (DIY). In the last 2 years, raw food materials such as cassava and sweet potatoes have been experiecing a decrease in production due to land conversion. Responding to this issue, Ahmad Dahlan University (UAD), with several agencies and institutions, work together to increase the production of raw food materials, especially cassava.

This cooperation is realized by planting high quality cassava seeds in Kemiri Village, Tanjungsari Sub-district, Gunungkidul on Wednesday (21/2/2018). Dra. Sudarmini, M.Pd., from UAD Institute of Community Service (LPM) and one of the initiators of processed cassava (mocaf) explained that initially this program was initiated by MPM PWM of DIY.

"We do not work alone. UAD deals with the finishing process because it has Food Technology Study Program. Meanwhile, UMY deals with the starting process because it has Faculty of Agriculture. In addition, there is assistance from Bank Indonesia as well as the involvement of Mocaf Suryatani Community and Women Farmers of Ngudi Sari," he explained.

Sudarmini added, before the establishment of Food Technology study program, this program has been managed by LPM UAD and supported by students of Student Study Service (KKN). All UAD KKN students in Indonesia have a mocaf processing program.

"UAD has a role in assissting the community in the management of mocaf. In addition, there are many KKN students whose programs is to conduct a training on processing raw materials of mocaf to be nutritious processed products that have economic selling value," he said. (Ard)