Semarak Milad ke-36 PBSI UAD

Pembukaan Semarak Milad ke-36 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berlangsung ramai. Rangkaian acaranya mencakup Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional, Lomba Penulisan Esai Tingkat Nasional, dan Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat DIY-Jateng. Pembukaan bertempat di green hall kampus II UAD, Jalan Pramuka pada Ahad, (15/10/2017). Acara menarik ini dihadiri oleh Wakil Dekan FKIP Dr. Suparman, M.Si.,DEA, Sekretaris Prodi Roni Sulistiyono, M.Pd, beserta jajaran dosen PBSI.

Semarak Milad ke-36 PBSI UAD terselenggara atas kerja sama Prodi PBSI dan Himpunan Mahasiswa Program Studi PBSI (HMPS PBSI), serta beberapa sponsor media partner. Mengangkat tema “Mengukuhkan Bahasa Indonesia sebagai Identitas Diri Bangsa”, acara ini dibuka dengan pembacaan Sumpah Pemuda dan pemukulan gong oleh Wakil Dekan FKIP. Dalam sambutannya, Suparman mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, tidak hanya memperkuat kedudukan bahasa Indonesia sebagai identitas diri bangsa Indonesia. Namun, juga memunculkan rasa bangga dalam jiwa peserta terhadap bahasa Indonesia,” tuturnya. (dev)

Prestasi di Pencak Silat, Dapat Beasiswa SSO UAD

“Dua tahun lalu, Ayah sakit dan tidak dapat bekerja sampai saat ini. Saya memilih jalur beasiswa prestasi yang disediakan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) karena kebetulan memiliki prestasi di bidang pencak silat sejak 2013.” Begitulah yang disampaikan Herdiyana Asmoroningtiar, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Bahasa dan Komunikasi (FSBK).

Herdiyana, begitu panggilan akrabnya, lahir di Sleman, 1 Juni 1999. Saat ini ia tinggal di Jln. Kaliurang Km. 15 Dogelan, Umbulmarani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Perempuan yang memiliki hobi olahraga pencak silat ini memilih UAD karena tidak memiliki cukup biaya untuk kuliah.

“Saya mendaftar melalui jalur beasiswa Sain Seni Olahraga (SSO). Alasannya karena orang tua tidak memiliki biaya yang cukup untuk kuliah. Jadi saya mantapkan kuliah di UAD dengan harapan mendapat beasiswa sampai selesai kuliah nanti,” ungkapnya.

Sekarang Herdiyana aktif dan tergabung dalam Ortom Tapak Suci UAD. Sampai 2017, cukup banyak prestasi yang telah ditorehkannya. Ia sudah banyak menjuarai pencak silat mulai dari tingkat regional sampai nasional. Terhitung sekitar 17 medali telah diperoleh selama kurun waktu 5 tahun.

Motivasi dan latar belakangnya belajar pencak silat karena ia merupakan anak perempuan tunggal. Herdiyana berpikir bahwa perempuan juga bisa menjadi seseorang yang tangguh dan dapat melindungi keluarga.

 

“Awal mula ikut pencak silat ketika di Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2013. Sejak saat itu saya terus belajar karena sering kalah dalam bertanding. Di pencak silat, saya seakan menemukan jati diri saya yang sebenarnya.”

Ridho Kamaludin, Alumnus UAD Multitalenta

Ridho Kamaludin Hendardi merupakan salah satu alumnus Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (Prodi BK UAD) yang mempunyai banyak bakat, mulai dari videografi hingga musik. Namanya mulai dikenal sejak film dokumentasi-drama yang digarapnya bersama tim UAD menyabet juara 3 pada Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PSM PTM) pada awal 2017 lalu. Kini, sutradara film pendek Syair Syiar ini semakin melebarkan prestasinya.

Pemuda asal Kebumen tersebut mengaku sudah gemar membuat film sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), walaupun hanya sekadar iseng. Hobinya membuat film berlanjut hingga ia memasuki bangku perkuliahan.

“Di Prodi BK, ada mata kuliah Media BK. Di situ tidak diajarkan editing, hanya disuruh membuat film. Nah, dari situ saya banyak melihat teman-teman yang tidak mudah menyerah, bahkan sampai menyewa jasa orang lain untuk edit dan shooting, yang tentu biayanya tidak murah. Akhinya, daripada bingung, saya dan teman-teman memaksimalkan potensi yang saya tahu di bidang film dan edit, sampai media itu jadi. Teman-teman juga puas dengan hasilnya,” ujarnya.

Prodi BK sempat memborong piala lomba videografi dan fotografi dalam sebuah rangkaian lomba yang dilaksanakan perguruan tinggi ternama di Semarang pada Juni 2017 lalu. Saat ditanya tentang posisinya dalam tim yang bertanding, Ridho menyatakan bahwa perannya adalah  “motor penggerak” bagi teman-teman seperjuangannya.

“Saya mencoba membakar semangat teman-teman dalam berkarya, membantu dan berbagi ilmu sesuai kemampuan saya.”

Selain menjuarai lomba videografi di Semarang, Ridho juga pernah mempersembahkan piala juara 1 dan 3 untuk Prodi BK dari lomba film di Universitas Negeri Padang, juara 1 dan menjadi nominasi di lomba yang diselenggarakan Universitas PGRI Kediri, dan lain-lain. Dalam bidang videografi, ia menyukai jenis film bisu yang hanya fokus menggambarkan gerak tubuh, mimik wajah, dan backsound. Kalaupun mengandung dialog, itu hanya sekilas dan padat pada inti film.

Selain berproses pada bidang videografi di Prodi BK, Ridho juga bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik dan Teater PeBeI. Ia menggeluti dunia teater sejak SMKI Banyumas, sebuah sekolah seni pertunjukan yang fokus pada divisi musik. Ia juga tergabung dalam grup band The Maba dan grup band Anu Apa (band berbahasa Ngapak). Bahkan, wawancara ini dilakukan setelah Ridho selesai manggung dalam acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan berlokasi di Puro Pakualaman.

Dalam bidang musik, band-nya pernah beberapa kali menjuarai festival musik, The Maba sendiri pernah menyabet juara 2 lomba akustik beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 2012, ia mendapatkan penghargaan sebagai keyboardis terbaik se-karesidenan Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen.

Bersama Teater PeBeI, ia pernah mengaransemen musik untuk pentas dua kota (Kudus dan Jogja) serta berkolaborasi dengan Gendhing Bahana. Karya-karyanya dalam videografi maupun musik dapat dinikmati melalui akun YouTube pribadi milik Ridho, Romantic Quantum. (dev)

UAD Gelar Konferensi Internasional Matematika dan Pendidikan Matematika Pertama

Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bekerja sama dengan Pendidikan Matematika (P Mat) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Konferensi Internasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Didukung oleh IOP Conference Series, acara yang mengangkat tema “Current Issues in Mathematics and Mathematics Education” ini dilaksanakan pada 13 Oktober 2017. Sehari setelahnya, yakni 14 Oktober, dilanjutkan Workshop Penulisan dan Publikasi Akademik yang berlangsung di Hotel Grand Inna Garuda, Yogyakarta.

Konferensi Internasional Matematika pertama di UAD ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika, memecahkan permasalahan-permasalahan pembelajaran matematika, dan memperluas kontribusi matematika dalam masyarakat. Sebanyak 152 paper (148 presenter dan 4 nonpresenter) yang berasal dari 5 negara yaitu Sri Lanka, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, dan Indonesia, ikut dalam konferensi tersebut.

Keynote speaker dalam konferensi di antaranya Prof. Dr. Matthias Ludwig I dan Dr. Xenia-Rosemarie Reit yang berasal  dari Goethe University Frankfurt, Germany, serta Assoc. Prof. Allan L. White dari University of Western Sydney, Australia. Sementara itu, workshop speaker adalah Dr. rer. nat. Indah Emilia Wijayanti, M.Si. dari Universitas Gajah Mada dan Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, S.Si., M.Pd.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pertunjukan Tari Mayong. Setelah pembukaan konferensi oleh Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., dilakukan penandatanganan MoU antara UAD dengan SEAMEO Regional Center for Qitep in Mathematics.

Kasiyarno dalam sambutannya menuturkan harapan agar konferensi internasional tersebut berjalan lancar dan seluruh peserta dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman tentang riset dan lain sebagainya. (dev)

Mahasiswa UAD Harus Paham Prinsip Demokrasi

Demokrasi merupakan suatu pandangan yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban, serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Terkait dengan hal itu, Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pemilu 2019 dan Kualitas Demokrasi Indonesia”. Acara berlangsung di Masjid Islamic Center kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Bantul, Yogyakarta.

Pembicara pada kuliah umum ini adalah Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tantowi. Ia banyak menyampaikan perihal perkembangan pemilihan umum (pemilu) di Indonesia dan permasalahannya. Salah satu yang disoroti tentang teknologi informasi.

“Tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi yang sangat cepat berdampak terhadap masyarakat. Untuk itu, saat ini KPU juga mengadopsi dan terus mengembangkan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat,” terangnya.

Di sisi lain, dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UAD Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan bahwa kuliah umum tersebut menjadi forum untuk menambah pengetahuan mahasiswa. Terkait dengan tema, ia berharap mahasiswa mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. (ard)

155 Apoteker UAD Disumpah

Sebanyak 155 apoteker dari Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melaksanakan pengambilan sumpah apoteker. Acara ini berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) Senin, (9/10/2017). Di antara apoteker tersebut, Liliany Fathonah merupakan peraih nilai tertinggi Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) Nasional dengan nilai 84 dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.

Perlu diketahui, sebanyak 30% apoteker telah diterima bekerja di apotek, rumah sakit, maupun industri. Dekan Fakultas Farmasi, Dr . Dyah Aryani Perwitasari, Ph.D.,Apt., menyampaikan, apoteker baru diharapkan dapat kembali ke daerah asal. Sebab, saat ini tenaga apoteker di daerah di seluruh Indonesia sangat minim.

Sementara itu, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diwakili oleh Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm.,Apt., mengharapkan para apoteker baru harus mampu menerapkan kemampuan menyesuaikan diri dengan perkembangan, profesional, serta terlatih.

Di pihak lain, Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas prestasi yang telah ditorehkan oleh para apoteker baru UAD.

“Terima kasih karena telah turut mengharumkan nama UAD. Kesuksesan yang diraih alumni tidak lepas dari kerja keras para dosen. Di abad-abad ini, apoteker harus mampu berpikir kritis dan inovatif. Mampu menganalisis permasalahan dan memiliki kemampuan berkomunikasi, serta kolaborasi yang baik,” paparnya. (ard/doc)

Beasiswa Pertukaran Mahasiswa di UAD

Kabinet Madani Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Talkshow Beasiswa pada Ahad (8/10/2017) dengan materi utama “Beasiswa Pertukaran Mahasiswa di UAD”. Talkshow yang dilaksanakan di auditorium kampus 1 UAD tersebut dipandu oleh Lidya Tarmizani Putri, dengan pembicara Ida Puspita, M.A., Bambang Widi Pratolo, Ph.D., dan Pitriawati, M.Hum. Tema yang diangkat kali ini adalah “Hold Your Future and Reach Your Dreams Through Scholarship”, dengan dihadiri sebanyak 120 mahasiswa.

Dalam talkshow tersebut dijelaskan bahwa ada dua jenis beasiswa pertukaran mahasiswa di UAD, yaitu Full Scholarship dan Partial Scholarship. Dalam Full Scholarship terdapat ASEAN International Mobility for Students (AIMS), dan dalam Partial Scholarship terdapat beasiswa kerja sama University to University.

Data pertukaran mahasiswa dari Kantor Urusan Internasional (KUI) pada 2016, sebanyak 7 proposal dari 7 yang diajukan diterima oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Rincian ketujuh proposal tersebut adalah UM Pahang Malaysia (4 mahasiswa Teknik Kimia), Universitas Utara Malaysia (1 mahasiswa Ilmu Hukum), John Karena University Thailand (1 mahasiswa Ilmu Kesehatan), dan University Saint Anthony Filipina (1 mahasiswa Psikologi). Sedang pada 2017, 3 mahasiswa UAD (Teknik Industri, Teknik Elektro, dan Teknik Kimia) ke UM Pahang Malaysia. Informasi tentang beasiswa dapat diakses di www.oia.uad.ac.id. (dev)

Opening Ceremony ADAF UAD 2017

Mengangkat tema “Give Your Blood as A Gift of Care”, acara donor darah dalam Ahmad Dahlan Accounting Fair (ADAF) 2017 berlangsung ramai. Kegiatan yang dilaksanakan pada Ahad, (8/10/2017) ini diinisiasi oleh Divisi Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan terlaksana berkat kerja sama dengan Korps Suka Rela (KSR) serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Abdul Basid, penanggung jawab acara donor darah dalam ADAF 2017 menuturkan bahwa kegiatan tersebut terlaksana karena keprihatinan HMPSA terhadap kurangnya pendonor di Indonesia, sementara kebutuhan darah sangat tinggi. HMPSA berharap acara ini dapat membantu menyelamatkan banyak jiwa.

Bersamaan dengan dilaksanakannya kegiatan donor darah, digelar pula Seminar Nasional 2017 dengan tema “Mau ke Mana Lulusan Akuntansi?” sebagai upacara pembuka ADAF 2017. Sebanyak 340 peserta hadir dalam seminar yang menghadirkan tiga pembicara tersebut. Mereka adalah Andy Wahyu Daryano selaku Manager Suply Chain Industri Farmasi PT Plizer Indonesa, Imam Subchan selaku Ketua Akademi Berbagi se-Indonesia, dan Rianto Hasan, S.E.

Riski Utama, penganggung jawab acara seminar menjelaskan, acara itu diselenggarakan dengan tujuan memberikan motivasi dan pengetahuan kepada mahasiswa Akuntansi tentang peluang kerja lulusan akuntansi.

“Jadi, kami berharap mahasiswa jangan berpikir kalau lulusan Akuntansi hanya bisa bekerja di bank. Masih banyak peluang lain di luar bidang tersebut, kami tidak ingin mahasiswa membatasi diri dengan pilihan yang sempit,” pungkasnya. (dev)

Konferensi Nasional Kewarganegaraan “Peneguhan Jiwa Profetik-Patriotik Warga Negara Dalam Merespons Dinamika Ke-Indonesia-an dan Kemanusiaan

Pekan Pelatihan #2 Berkarya dengan Menulis, Kritis dengan Bicara

Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) mengundang Sule Subaweh sebagai pemateri Pelatihan Penulisan Cerpen pada Sabtu, (7/10/2017). Penyair sekaligus cerpenis tersebut memberikan tips-tips menulis dan cara mengatasi kesulitan dalam menulis kepada 81 peserta pelatihan. Ia memulai pelatihan dengan memberikan beberapa contoh paragraf pembuka cerpen dari beberapa penulis cerpen mumpuni.

“Penulis harus menguasai psikologi. Kalau penulis tidak memahami psikologi, seluruh tokoh yang ada dalam cerita akan mati. Dengan memahami psikologi, penulis dapat menemukan benturan-benturan konflik atas psikologi tokoh yang dibangun,” ujar Sule.

Penulis cerpen “Ayat-ayat yang Menangis” tersebut secara khusus menggarisbawahi bahwa penulis pemula harus dan wajib memahami hal yang ingin ditulis. Ia menyarankan agar memulai menulis hal-hal yang dekat dengan lingkungan penulis. Penulis juga perlu mengenal berbagai macam sudut pandang.

Setelah pemaparan selesai, peserta pelatihan diwajibkan langsung praktik menulis pembuka cerpen minimal tiga paragraf dan kemudian dievaluasi oleh Sule Subaweh.

Pelatihan penulisan cerpen ini merupakan rangkaian acara Pekan Pelatihan #2 yang dibuka untuk umum. Mengangkat tema “Berkarya dengan Menulis, Kritis dengan Bicara”, rangkaian acara selanjutnya adalah Pelatihan Pembawa Acara. Acara menarik ini diselenggarakan pada Ahad, (8/10/2017) dengan pembicara Joko Mardoko, S.Pd., yang merupakan penyiar radio sekaligus alumnus PBSI UAD. (Dev)