TOT Dipersiapkan untuk Tingkatkan Softskill Mahasiswa

TOT atau disebut Training of Trainer bertujuan untuk mempersiapkan calon trainer yang akan diterjunkan dalam pelatihan softskill bagi mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Para trainer adalah dosen dari program studi yang ada di UAD. Dosen terpilih harus memiliki potensi dan memang berkomitmen untuk menyumbangkan, atau berkontribusi dalam program peningkatan softskill mahasiswa.

Menurut Dr. Triantoro Safaria, S.Psi.,M.Si.,Ph.D., Kepala Bidang CDC dan Biro Mahasiswa dan Alumni (Bimawa), para dosen akan dibekali tentang cara menjadi trainer yang baik, efektif, dan materi softskill. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah untuk menyamakan persepsi, sekaligus membekali trainer.

“Selain dosen, kami juga memberdayakan mahasiswa sebagai pendamping mahasiswa baru. Rencananya, kegiatan softskill untuk mahasiswa akan berlangsung pada minggu ketiga dan keempat November serta minggu awal Desember 2017,” papar Triantoro ketika ditemui di kantor Bimawa UAD, Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta, Selasa, (10/10/2017).

Ia menambahkan, hasil riset studi menunjukkan bahwa hardskill saja tidak dapat menjamin untuk sukses, maka dibutuhkan softskill. Softskill bisa didapatkan dari kegiatan lain seperti di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Ormawa, kepanitian acara, tugas lapangan, dan masih banyak lagi.

“Intinya, mahasiswa harus aktif. Mereka punya kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan keterampilan. Jadi, tidak hanya terbatas pada pelatihan. Saat ini, mahasiswa harus kerja keras dan kerja cerdas,” pungkasnya. (ard)

Bulan Bahasa, PBSI Gelar Lomba Musikalisasi Puisi se-DIY & Jateng

Lomba Musikalisasi Puisi se-DIY & JATENG pada Ahad, (15/10/2017) berlangsung ramai. Lomba tersebut adalah rangkaian acara dari Festival Bulan Bahasa Semarak Milad ke-36 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bertempat di kampus II UAD, Jalan Pramuka, lomba ini diikuti sebelas kelompok. Dalam babak pertama, masing-masing kelompok tampil membawakan puisi wajib Istriku Beriman pada Rindu karya Jabrohim dengan durasi maksimal 15 menit.

Kesebelas kelompok tersebut adalah Rumput Hijau, Misbah, Jejak Imaji, Nada Hati, Teater 42, Sunglasses, Sun, Taskho Poetry, Akasavakya, Persada Coustic, dan Komunitas Studi Budaya. Pada babak kedua, lima finalis yang lolos menampilkan musikalisasi puisi pilihan dari Ahmadun Yosi Herfanda (Sembahyang Rumputan), Kuntowijoyo (Sajak-Sajak yang Dimulai dengan Bait al-Barzanji) dan Mustofa W. Hasyim (Bulan Mei). Setelah melalui proses seleksi dan perundingan juri, juara pertama lomba ini diraih Jejak Imaji dengan perolehan skor 675, disusul juara kedua Faskho Poetry dengan total skor 655, serta juara ketiga diraih oleh Rumput Hijau dengan total skor 640. (dev)

FAS ke-72: Menghayati Pelabuhan Malam

Festival Apresiasi Sastra (FAS) ke-72 pada Rabu, (18/10/2017) mendiskusikan kumpulan puisi Pelabuhan Malam karya Mahroso Doloh, penyair asal Patani Thailand. Diskusi tersebut dipandu oleh Bayu Aji Setiawan, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Yusa Dwi Putranto selaku ketua FAS, dalam sambutannya mengapresiasi semangat peserta diskusi yang sangat luar biasa.

“Kepada teman-teman yang belum familiar dengan acara ini,  FAS adalah acara bulanan hasil kerja sama antara PBSI UAD dengan LSBO PP Muhammadiyah. Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah hadir serta panitia yang telah bekerja keras demi terselenggaranya acara ini,” ujarnya.

Diskusi dimulai dengan penuturan proses kreatif penciptaan puisi Mahroso. Ia menuturkan sosok yang sangat menginspirasinya dalam menulis adalah Abdul Wachid BS, penyair sekaligus dosen PBSI UAD. Selain Mahroso, pembicara sekaligus pembedah kumpulan puisi tersebut adalah Iqbal H. Saputra, penyair sekaligus dosen Fakultas Sastra, Budaya dan Komunikasi UAD.

“Melalui sastra kita bisa menembus ruang dan waktu. Mas Mahroso adalah salah satu pemuda yang memilih jalan agama, di mana pada zaman ini anak muda menggunakan agama sebagai alat peperangan, untuk menjatuhkan orang lain, dan lain sebagainya. Mas Mahroso menjadikan agama sebagai jalan untuk mencintai alam semesta. Bahwa agama menunjukkan bahwa Allah Swt. lebih dekat daripada urat nadi,” ujar Iqbal mengomentari kumpulan puisi Pelabuhan Malam. (dev)

PBSI UAD Peringati Bulan Bahasa dengan Lomba Tingkat Nasional

Olimpiade Bahasa Indonesia dan Lomba Penulisan Esai Tingkat Nasional diselenggarakan sebagai rangkaian acara Semarak Milad ke-36 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara tersebut diselenggarakan di green hall kampus II UAD, Jalan Pramuka pada Ahad, (15/10/2017). Acara menarik ini sekaligus sebagai bentuk memperingati Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan Oktober.

Diikuti oleh 44 peserta dari 19 Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia, Olimpiade Bulan Bahasa dilaksanakan dengan sistem ujian mengerjakan soal olimpiade. Peserta mengerjakan 100 soal pada Lembar Jawaban Komputer (LJK) selama 120 menit. Pengerjaan soal diawasi oleh 4 mahasiswa yang berasal dari Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) PBSI.

Juara pertama Olimpiade Bahasa Indonesia berhasil diraih oleh Ananda Sekar P. dari MAN 3 Sleman dengan total nilai 76.00, juara kedua diraih oleh Maissy Arshella dari SMA N 1 Water dengan total nilai 75.00, serta juara ketiga diraih oleh Salma Afifah dari MAN Insan Cendekia Bengkulu dengan total nilai 72.00.

“Saya sangat senang dapat mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia. Persiapan yang saya lakukan selain mendalami materi pembelajaran bahasa Indonesia, saya juga berkonsultasi dengan guru-guru bahasa Indonesia tentang kelemahan saya. Jujur saya kaget, ternyata soalnya sangat banyak dengan waktu yang terbatas. Tapi saya sangat senang bisa meraih juara pertama,” tutur Ananda Sekar dengan gembira.

Sementara itu, Lomba Penulisan Esai diselenggarakan pada waktu yang bersamaan. Finalis lima besar mempresentasikan esainya di depan Mustofa W. Hasyim dan Ardy Kurniawan selaku juri lomba. Mereka adalah Nur Fitriyani Dewi (UAD), Desi Rahmawati (UAD), Eko Budi Wibowo (UNNES), Nofi Diadra Pratiwi (UAD), dan Hermantius (UAD). Setelah proses presentasi dan perundingan kedua juri, juara pertama diraih oleh Desi Rahmawati (UAD), juara kedua Nur Fitriyana Dewi (UAD), dan juara ketiga Eko Budi Wibowo (UNNES). (dev)

Pustakawan UAD Terbaik 2 di Kopertis V

“Target selanjutnya, komitmen meningkatkan kinerja dan menulis. Utamanya meningkatkan pemahaman bahasa asing dan mengikuti seminar internasional sebagai pemakalah.” Begitulah yang disampaikan Nanik Arkiyah, M.IP., pustakawan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Perempuan kelahiran Sleman ini meraih penghargaan sebagai Pustakawan Terbaik ke-2 di lingkup Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) V. Sebelumnya, Nanik pernah sekali mengikuti ajang ini, tetapi masih belum memperoleh hasil maksimal. Dari kegagalannya yang pertama, ia terus berbenah dan menulis untuk meningkatkan kompetensinya sebagai seorang pustakawan.

“Saya terus belajar dan berbenah. Saat ini pustakawan dituntut untuk aktif berkegiatan dan menulis, jadi tugasnya tidak hanya menunggu perpustakaan saja,” ujarnya berkelakar.

Menurutnya, pustakawan di era sekarang harus memiliki banyak keterampilan. Mulai dari menulis, keteramplian bahasa asing, dan memberi inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan.

“Tulisan saya pernah dimuat di jurnal, mungkin ini salah satu faktor kenapa saya bisa mendapat penghargaan dari Kopertis V. Jadi, menulis itu penting,” jelas Nanik.

Dari penjelasannya, selain menulis, yang tidak kalah penting adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian bisa dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UAD. Salah satu program kerja yang bisa dilaksanakan adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan perpustakaan yang baik.

Saat ditemui di ruangannya, Selasa, (10/10/2017), Nanik mengungkapkan harapannya agar perpustakaan UAD memiliki programmer sendiri. Kemudian ia juga menginginkan adanya tambahan ruang literasi dan desain interior yang baik untuk memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa. (ard)

Bulan Bahasa PBSI UAD Pupuk Nasionalisme

Peringatan Bulan Bahasa dan Milad Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ke-36 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berjalan meriah. Acara yang digelar di green hall kampus 2 UAD, Jln. Pramuka 42, Sidikan, Yogyakarta, diramaikan dengan tiga tangkai lomba, yakni musikalisasi puisi (DIY-Jateng), esai (nasional), dan olimpiade bahasa Indonesia (nasional). Acara ini diselenggarakan pada Ahad, (15/10/2017).

Peserta merupakan mahasiswa aktif untuk kategori musikalisasi puisi dan esai. Di tangkai olimpiade bahasa Indonesia, peserta merupakan siswa SMA/SMK sederajat. Sekretaris Program Studi PBSI, Roni Sulistiyono, M.Pd., sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini, apalagi ada peserta yang berasal dari Bengkulu.

“Kami tidak menyangka akan berjalan semeriah ini. Terima kasih kepada para peserta yang sudi berpartisipasi pada rangkaian kegiatan ini, terutama yang berasal dari Bengkulu. Semoga saat perlombaan peserta dapat melaksanakan dengan sportif. Sehingga dapat meraih hasil maksimal dan menjadi juara.”

Dari pihak Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Suparman, M.Si.,DEA., dalam sambutannya menginginkan bahasa Indonesia go internasional. Untuk itu, ia mengajak siswa dan mahasiswa agar bangga menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

“Sebagai bentuk nasionalisme, jadikan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa yang melekat pada diri Anda. Anda harus bangga dengan bahasa sendiri. Mulai saat ini, gunakanlah bahasa dengan baik dan benar. Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa internasional, minimal di Asia Tenggara. Jadi mari bersama-sama kenalkan bahasa Indonesia ke masyarakat dunia,” ungkapnya bersemangat.

Namun demikian, Wakil Dekan FKIP ini tetap mengingatkan agar siswa dan mahasiswa memelajari bahasa asing, minimal bahasa Inggris. Penguasaan terhadap bahasa asing akan meningkatkan kompetensi berbahasa yang akan mempermudah komunikasi di kancah internasional. (ard)

Daftar Juara Perlombaan Peringatan Bulan Bahasa dan Milad PBSI ke-36

 

Musikalisasi Puisi Tingkat DIY dan Jateng

Juara 1. Jejak Imaji (UAD)

Juara 2. Faskho Poetry (UMY)

Juara 3. Rumput Hijau (UAD)

 

Esai Tingkat Nasional

Juara 1. Desy Rahmawati (UAD)

Juara 2. Nur Fitriyana Dewi (UAD)

Juara 3. Eko Budi Wibowo (UNNES)

Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional

Juara 1. Ananda Sekar P (MAN 3 Sleman)

Juara 2. Maissy Arshella (SMA N 1 Wates )

Juara 3. Salma Afifah (MAN Insan Cendekia Bengkulu)

Karyawan Keuangan UAD Raih Penghargaan Kopertis V

Iwan Setyanto, S.E., karyawan bagian keuangan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meraih penghargaan dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta  (Kopertis) V. Ia dinobatkan sebagai karyawan pengelola keuangan terbaik 2017, setelah menyisihkan beberapa kandidat lain dari beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta.

“Seleksi berkas sejak Juli, awal September pengumuman. Saya tidak menyangka menjadi yang terbaik,” ungkap Iwan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (10/10/2017).

Selain mengirim persyaratan utama yang menyangkut data pribadi, hal lain yang menjadi penilaian adalah kualitas tulisan (artikel) yang dikirim. Di dalam artikelnya, laki-laki kelahiran Bantul ini menulis tentang transparansi keuangan. Lebih detailnya, ia memberi inovasi tentang tambahan menu dalam sistem pengelola keuangan terkait laporan pertanggungjawaban (LPJ).

“LPJ itu sangat penting. Di dalam sistem yang sekarang, kami susah melacak siapa yang sudah LPJ dan yang belum. Makanya, saya mengajukan penambahan menu pada sistem agar mudah mengontrolnya.”

Iwan menilai, kepercayaan hanya akan didapat apabila ada transparansi keuangan dan manajemen keuangan yang baik.

“Menjadi yang tebaik itu seperti sebuah beban dan kebanggaan. Di satu sisi harus mempertahankan atau meningkatkan. Di sisi lain harus bersyukur karena telah diberi amanah. Ke depan, saya akan terus memberikan yang terbaik dan berinovasi di bidang keuangan, khususnya di UAD,” pungkasnya. (ard)

Mahasiswa FSBK Raih BPM Kader Persyarikatan UAD

 

Riski Fausan Abdillah, mahasiswa Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi (FSBK)  Program Studi Sastra Indonesia ini mendapat Beasiswa Program Misi (BPM)-Kader Persyarikatan (KP). Menurutnya, perolehan beasiswa di Universitas Ahmad  Dahlan (UAD) cukup membantu meringankan beban biaya orang tuanya.

 

“Saya mengambil beasiswa ini untuk meringankan beban tanggung jawab orang tua. Dan saya ingin menjadi kebanggaan orang tua nantinya,” ungkap Riski.

 

Mahasiswa kelahiran Brebes 26 Mei 1999 tersebut saat di Sekolah Menengah Atas (SMA) tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Ia pernah menjabat sebagai Ketua Apresiasi Seni Budaya dan Olahraga (ASBO).

 

“Motivasi saya ikut IPM ingin menjadi penerus kader Muhammadiyah yang nantinya bisa mengedepankan dan memajukan persyarikatan. Insya Allah,” jelasnya.

 

Saat ini, Riski tinggal di Pesantren Ahmad Dahlan (PERSADA) sebagai salah satu syarat jalur beasiswa BPM-KP Umum. Minimal 1 tahun dan maksimal 2 tahun tinggal di PERSADA. Selain itu, Riski juga mengikuti Program Mubaligh Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM-DIY) selama 3 tahun.

 

Perlu diketahui, Riski merupakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) di Gunungkidul. Ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UAD dan Tapak Suci.

Bahaya Riba dalam Bisnis

Seminar Nasional Kenapa Harus Properti Sayriah? diselanggarakan pada Jumat, (13/10/2017) pukul 13.00-17.30 WIB menghadirkan Ustad Kholid Syamhudi, Lc. dan Ustad Ammi Nurbaits sebagai narasumber. Acara yang berlangsung di Islami Centre Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD) Jl. Ringroad Selatan, Tamana, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, ini mengangkat tema “Talk Show Bahaya Riba dalam Bisnis Peroperti”.

Ustad Kholid Syamhudi mengatakan bahwa riba termasuk dosa yang bukan hanya kepada pembisnis, tapi juga kepada konsumen yang menyepakatinya.

“Riba ini sangat tidak disukai Allah karena cara-caranya salah, tidak sesuai dengan hukum ilmu Fiqih dalam ajaran agama Islam,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, pembahasan difokuskan tentang dampak dan bahaya riba, khusunya di kalangan para pembisnis properti.

“Biasanya, kebanyakan riba dilakukan oleh pengusaha yang disengaja maupun tidak,” kata Ustad Ammi Nurbaits.

Makrab, Menjaga Silaturahmi

 

Hipunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia (HMPS PRISAI)  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan malam keakraban (Makrab) di Pantai Goa Cemara Yoyakarta (7-8/10/2017). Acara ini mengangkat tema “Berproses dalam Sastra”. Makrab dibuka oleh ketua HMPS Sastra Indonesia dan dilanjutkan dengan perkenalan antara panitia dan peserta.

Acara inti berlangsung malam hari yang diisi dengan pembekalan pengetahuan untuk mahasiswa baru (Maba) dengan pemateri Elki Setiyo H. Dan Iqbal H. Saputra. Elki menyampaikan tentang kesadaran menulis dan membaca, sedangkan Iqbal menjelaskan dasar-dasar ilmu sastra yang harus diketahui Maba.

Setelah pembekalan pengetahuan, sesi selanjutnya pentas seni (pensi) yang diadakan di tepian pantai dan hangatnya nyala api unggun. Empat kelompok maba menampilkan karya terbaiknya dan dilanjutkan oleh panitia. Pensi bertujuan untuk mendekatkan satu sama lain dan menjaga silaturahmi antarmahasiswa.

Di hari Minggu, ada outbond dan pengumuman kelompok terbaik. Outbond dilangsungkan dengan beragam permainan seperti membuat puisi berantai, pantun, dan memasukan bola ke gawang kecil dengan menendang menghadap ke belakang. Panitia memberi hadiah bingkisan kepada kelompok terbaik dan ada sesi pemberian pesan kesan.

Farid Zaki Abdullah, perwakilan dari peserta menyampaikan harapannya agar mahasiswa Sastra Indonesia bisa saling kenal dan menjadi lebih akrab antarangkatan.