UKM Seni Musik UAD Gelar Pertunjukan Bertajuk Syawalan

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Musik Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan pertunjukan di parkiran baru kampus 1 UAD, Jln. Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017).

Kegiatan  berjudul UKM’S Day yang bertajuk Syawalan ini, dimulai dari pukul 19.00-22.00 WIB. Beta Ayumi Dariadi selaku Badan Pengurus Harian (BPH) Koordinator Event Organizer menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin UKM Seni Musik UAD.

“Kami adakan acara 2 minggu sekali dan tempatnya bisa berpindah-pindah. Nah, kebutulan untuk kali ini momennya masih Syawalan”, jelas perempuan dari Progam Studi (Prodi) Sastra Inggris tersebut.

Perempuan kelahiran Lampung ini juga menerangkan tujuan terselenggaranya kegiatan ini adalah untuk mempererat silaturahmi antara anggota UKM Seni Musik serta untuk mengasah kemampuan dan mental anggota.

Adapun band-band yang tampil memeriahkan acara ini seperti In Something, Anu Apa, The Cut, dan Eleven on Mart (EOM).

“Band-band yang tampil kali ini semua dari anggota UKM (Seni Musik UAD) dan tadi ada satu band di sesi jamming dari alumni. Kebetulan mereka lagi pada di Jogja”, lanjutnya.

Beta, begitu panggilan akrabnya, berharap dengan terselenggaranya acara ini dapat meningkatkan kualitas dan kekeluargaan anggota UKM Seni Musik. (Stt)

 

 

 

Robotics UAD Finalis Kontes Robot Nasional 2017

Robotic Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengirimkan 3 tim pada ajang Kontes Robot Nasional 2017 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Bandung (UPI) (6-9/7/2017).

Tiga tim dari tersebut lolos dari regional III yang perlombaannya dilaksanakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) (11-13/5/2017). Tim Al-Jazari mengikuti Kontes Robot Pamadam Api Indonesia (KRPAI), Fire-X Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI-Beroda), dan Sagotra Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI).

Di tingkat nasional, Al-Jazari menempati peringkat 12, Salgotra sampai 8 besar, sedangkan Fire-X hanya di babak 16 besar.

Menurut Handril Satriyan, ketua Robotics UAD, kualitas tim dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ia menyampaikan kendala utama yang dihadapi selama persiapan adalah keterbatasan tempat.

“Untuk persiapan Kontes Robot Nasional 2017, kami sudah mulai prepare beberapa bulan sebelum pelaksanaan kontes regional. Ada 5 tim yang kami kirim ke kontes regional, dan 3 di antaranya lolos ke nasional.”

Dari segi pendanaan, tim Robotics UAD dibiayai dan didukung penuh oleh pihak kampus.

Alhamdulillah, selama ini kampus sangat mendukung kami. Kami harus menjawab kepercayaan dari universitas dengan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi agar bisa terus berprestasi,” tukas Handril.

Ia menambahkan, yang terpenting dalam pembuatan sebuah robot bukan dalam hal pendanaan, melainkan kreativitas dan inovasi dengan memanfaatkan komponen yang ada agar robot menjadi sesuatu yang bermanfaat. (ard)

Museum Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan

 

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo hadir di tengah-tengah keluarga Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Muhammadiyah untuk memberikan kuliah umum dan peletakan batu pertama Museum Muhammadiyah, Sabtu (22/7/2017).

Jokowi menyampaikan, universitas yang berada di bawah Pimpinan Pusat (PP) Muhammdiyah, khususnya UAD, harus mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan politk dan ekonomi global.

“Kita harus menyadari perubahan politik dan ekonomi global berada dalam masa transisi karena adanya keterbukaan,” papar Jokowi.

Menurutnya, perubahan harus diantisipasi. Warga Indonesia harus bersiap-siap, terutama mahasiswa yang masuk generasi ‘Y’, yang akan mengubah landscape ekonomi dan politik Indonesia.

“Saat ini sedang terjadi perang budaya, intervensi tidak terlihat secara fisik. Perguruan tinggi  merupakan tempat terdepan untuk mengantisipasi perubahan di dunia. Yang harus dikedepankan mulai sekarang adalah inovasi dan kreativitas yang terus-menerus, serta enterpreneurship,” lanjutnya.

Setelah memberikan kuliah umum, Jokowi meletakkan batu pertama pembangunan Museum Muhammadiyah di kompleks kampus 4 UAD, Jl. Ringroad Selatan, Bantul, Yogyakarta.

Dari keterangan Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., pembangunan Museum Muhammadiyah di UAD menggunakan dana APBN 2018. Rencananya, pembangunan museum empat lantai ini akan dilaksanakan awal 2018 dan menempati lahan sekitar 1 hektar.

“Sebenarnya, museum ini awalnya akan dibangun di kantor PP Muhammadiyah, cuma lokasinya kurang memenuhi syarat dan akses parkirnya sulit. Karena UAD merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah, makanya dibangun di sini,” jelasnya kepada wartawan ketika ditemui di Islamic Center UAD.

Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir menjelaskan, Museum Muhammadiyah akan berperan untuk mendidik generasi baru belajar tentang sejarah Indonesia, Islam, dan Muhammadiyah. Ia berharap museum ini sebagai tonggak dan pendukung untuk Indonesia yang berkemajuan.

Museum Muhammadiyah menerapkan prinsip Museum for All, jenis koleksi maupun penyajiannya diperuntukkan bagi siapa saja yang menghendaki untuk mengetahui dan memahami puzzle negeri ini yang diukir oleh Muhammadiyah. (ard)

Presiden Jokowi Sarankan UAD Buka Fakultas Logistik dan Animasi

 

“Kita harus berani melakukan perubahan-perubahan. Mestinya, fakultas-fakultas juga harus bersifat kekinian. Jangan terlalu linier dan yang sudah ada saja, misalnya saja fakultas logistik. Sebab, platfrom logistik baik retail platfrom sangat spesifik dan kebutuhanya sangat besar,” terang Presiden RI Ir.H. Joko Widodo saat menyampaikan kuliah umum di Islamic Center, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017).

Dalam kuliah umum yang bertemakan “Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Kompetitif” tersebut, Presiden RI ke-7 itu juga menyampaikan bahwa universitas harus mempersiapkan diri dengan perubahan zaman.

“Khususnya univesitas yang di bawah PP Muhammadiah, khususnya lagi UAD,” lanjutnya.

Untuk membaca zaman yang cepat berubah, selain fakultas logistik, ia juga menyarankan dibukanya fakultas animasi.

“Jurusannya nanti meme,” sedikit kelakarnya yang membuat kuliah umum tersebut semakin cair.

Setelah selasai mengisi kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Museum Muhammadiyah yang berlokasi tidak jauh dari Islamic Center UAD. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X. (Stt)

 

Jokowi Berikan Kuliah Umum dan Letakkan Batu Pertama Musem Muhammadiyah di UAD

“Andil Muhammadiyah sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan pendidikan, dan perubahan lainnya. UAD sebagai salah satu perguruan tinggi dengan mahasiswa kurang lebih 24 ribu, juga punya peran penting dalam pengembangan pendidikan,” kata Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kuliah umum di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (22/7/2017).

Kuliah umum yang mengangkat tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Kompetitif” tersebut dihadiri petinggi UAD, menteri, Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X, warga, mahasiswa, dan civitas UAD.

Selain kuliah umum, Presiden Republik Indonesia tersebut juga meletakkan batu pertama Museum Muhammadiyah. Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. menjelaskan, pembangunan Museum Muhammadiyah juga disokong dana dari pemerintah.

 “Kami tidak tahu berapa dana yang diberikan pemerintah. Namun, berapa pun yang diberikan oleh pemerintah akan kami berdayakan sebaik mungkin untuk pembangunan dan pengembangan Museum Muhammadiyah ini,” terang Kasiyarno.

Dr. KH. Haedar Nashir selaku Ketua Umum Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan, “Museum ini akan banyak berbicara tentang sejarah dan tentu saja penting bagi generasi kita untuk tahu sejarah. Saya berharap pemerintah turut mendukung pembangunan tersebut.”

 

Tim Debat UAD Wakili Yogyakarta di NUDC 2017

Secara kualitas, tim debat dari Debating Community Universitas Ahmad Dahlan (DeCo UAD) mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Meskipun belum menjadi best speaker, untuk prestasi bisa dibilang dapat mempertahankan posisi.

Mengikuti seleksi National University Debating Competition (NUDC) tingkat Kopertis V (22-24/5/17), tim dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil meraih 2nd best speaker dan 5th best speaker. Kedua mahasiswa tersebut atas nama Ahmad Puji Santoso dan Niken Fatma Putri.

Tim DeCo UAD terdiri atas 2 debaters dan satu N1 adjudicator atau bisa disebut juri independen, atas nama Lidya Tarmizani Putri.

“Kami melakukan persiapan 3 bulan sebelum lomba. Sistem latihan diadakan setiap hari dengan durasi setiap pertemuan 3 sampai 5 jam,” ungkap Niken yang menjadi 5th best speaker di tingkat Kopertis V.

Ia menambahan, sesi latihan dimulai dari membangun kasus dan simulasi debat. Bantuan seluruh anggota (DeCo) sangat diperlukan untuk menjadi sparing partner.

Dari hasil tersebut, delegasi UAD terpilih menjadi salah satu representative Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari delapan institusi terpilih berdasarkan hasil kalkulasi penialian oleh tim juri untuk mengikuti NUDC 2017. NUDC 2017 akan diselenggarakan pada bulan September 2017.

Tidak berhenti di NUDC, beberapa tahun yang lalu, debaters dari DeCo UAD juga pernah sampai ke World University Debating Competition (WUDC). WUDC merupakan ajang perlombaan debat tingkat dunia. (ard)

 

Mahasiswi Biologi Juara 3 Lomba Cerpen DIY

 

Wika G. Wulandari, mahasiswi Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menjadi juara 3 lomba cipta cerpen remaja yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Yogyakarta (BBY). Lomba yang diperuntukkan bagi remaja Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut mencakup tiga tangkai, yakni cipta puisi, cerpen, dan esai.

Peraih juara 1 Peksiminas XIII 2016 tangkai lomba cerpen ini memiliki resep tersendiri untuk menulis. Ia aktif dan banyak memerhatikan lingkungan sekitarnya.

“Ide unik selalu muncul di sela hiruk-pikuk. Jadi, saya mencoba untuk mengasah diri dengan memerhatikan lingkungan sekitar.”

Selain ide, yang terpenting baginya adalah membagi waktu. Wika tidak merecoki waktu kuliah, nugas, dan liburan.

“Nulis itu tergantung mood dan keharusan. Kalau lagi mood nulis ya nulis, tetapi dengan catatan tidak sedang waktu ujian. Kalau lagi mood belajar ya belajar, tapi dengan catatan tidak sedang liburan,” ungkapnya santai.

Mahasiswi yang mengidolakan Yanusa Nugroho ini memiliki target minimal mengoleksi satu sertifikat lomba cipta cerpen dalam rentang waktu satu tahun. Kesibukan kuliah tidak menjadi penghambat bagi Wika untuk terus berprestasi.

“Sebenarnya, semua tergantung dari kemauan. Kalau kuat dan niat nulis, pasti bisa membagi waktu,” tukasnya.

Perlu diketahui, selain Wika yang menjadi juara 3 tangkai lomba cipta cerpen, Ilham Rabbani dari PBSI UAD juga meraih juara 2 cipta puisi. Keduanya berhasil mengangkat tropi mengharumkan nama UAD di kancah kesusastraan DIY. (ard)

Hidup untuk Memberi Sebanyak-banyaknya

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan sebagai kota dengan prevalensi gangguan jiwa berat paling tinggi di Indonesia. Dilansir dari kompasiana.com, sekitar 3 dari setiap 1.000 orang penduduk DIY mengalami gangguan jiwa berat. Fakta tersebut kemudian melatarbelakangi pembentukan Paguyuban Wingking Keraton (Pawiton) oleh Ratna Yunita Setyani Subarjo, kepala Program Studi Psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA).

Ratna Yunita Setyani Subarjo, S.Psi., M.Psi., Psikolog. adalah alumnus Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Magister Profesi Psikologi. Ratna, begitu ia biasa dipanggil, adalah penerima penghargaan alumni berprestasi UAD 2017. Putri Jawa kelahiran Sumatera tersebut adalah sosok seorang praktisi dan pendidik yang sangat berprestasi. Saat ditemui di UNISA, Ratna menuturkan bahwa goal yang belum tercapai dan sedang diusahakan adalah mengusulan draf kebijakan deteksi dini kesehatan jiwa ke DPRD Kota Yogyakarta.

“Kota dengan tingkat gangguan jiwa paling tinggi se-Indonesia berdasarkan Riskesdes 2013 adalah Jogja, padahal angka harapan hidupnya juga paling tinggi se-Indonesia. Artinya, ada sesuatu. Maka, goal dan mimpi saya tahun ini bisa membuat draf untuk diusulkan ke DPRD wilayah kota Jogja, demi meningkatkan kesehatan jiwa di wilayah itu,” jelasnya.

Komunitas kader jiwa yang dilatih Ratna untuk usaha deteksi dini kesehatan jiwa adalah produk atau output dari short course yang ia ikuti. Bersama 15 psikiater lain, ia mendapatkan kesempatan mengikuti short course yang digelar oleh Melbourne University bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemkes RI). Dalam short course tersebut, setiap peserta mendapat “pekerjaan rumah” yang harus direalisasikan untuk membantu lingkungan praktiknya.

Dalam pembentukan Pawiton, tentu Ratna tidak berusaha sendiri. Dengan dukungan yang diberikan oleh Kepala Puskesmas dan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, kelompok dukungan masyarakat keluarga pasien gangguan jiwa tersebut dapat direalisasikan. Selain Pawiton, ia juga melakukan pembentukan kader jiwa yang dilatih untuk melakukan deteksi dini kesehatan jiwa.

“Harapan saya, deteksi dini kesehatan jiwa ini nanti bisa ditularkan kepada kader jiwa seluruh wilayah lingkungan kecamatan Keraton,” tutur Ratna.

Selain berproses di Pawiton, Ratna juga menjabat sebagai sekretaris di Ikatan Psikologi Klinis (IPK). Ratna dikenal sebagai orang yang senang memiliki kesibukan bermanfaat. Berkumpul dengan kawan-kawan di IPK pun awalnya ia lakukan untuk membantu event-event yang berlangsung.

“Mungkin karena mereka melihat saya mampu menyelesaikan tugas dengan baik, lalu ditawari untuk menjadi pengurus tetap. Lebih banyak mengambil manfaat saja, karena dengan begitu saya jadi mengerti jaringan psikiater Indonesia. Alhamdulillah dari situ bisa ketemu orang-orang besar, diskusi, dan menjadi peningkatan kualitas diri saya lagi selain membawa nama almamater juga,” jelasnya ketika ditanya perihal kesibukannya.

Selain mengajar dan praktik, Ratna juga kerap mengisi seminar dan talkshow tentang psikologi dan bidang di sekitarnya. Tulisannya pun kerap dimuat beberapa media cetak, dan ia kerap mengunggah buah pikirannya ke media sosial pribadinya. Ratna senang menulis, ia menulis baik bidang akademik hingga puisi, bahkan jika hanya sekadar katarsis. Ia telah menerbitkan sebuah buku tentang panduan pengasuhan untuk orang tua anak penderita ADHD.

Ratna mengaku bahwa ia adalah tipe pekerja keras dan perfeksionis. Dengan segudang kesibukan, maka tentu harus ada yang dikorbankan dengan bekerja lembur dan lain sebagainya. Ia memiliki prinsip kerja tuntas adalah sebuah kepuasan.

Ia memulai kariernya sebagai konselor anak dan keluarga di sekolah dalam Yayasan Rumah Sakit Rajawali Citra. Kemudian, demi meningkatkan kualitas diri, ia melanjutkan studi magister profesi. Ia tertarik mendalami psikologi klinis yang lebih menjurus ke kesehatan mental, cakupannya lebih luas dan tantangan yang dihadapi pun lebih sulit. Ketika ditanya perihal profesi, Ratna tidak bisa menentukan pada satu bidang saja.

“Profesi antara praktisi klinis dan dosen tidak bisa dipisahkan, tidak bisa didefinisikan saya dosen saja atau psikolog saja. Keduanya berkelindan. Tidak bisa lepas dari keduanya, kalau disuruh pilih salah satu tetap tidak bisa,” jelasnya.

Saat ini, Ratna aktif mengajar di UNISA dan berpraktik sebagai psikolog di Rumah Sakit Rajawali Citra, Pleret. Hingga saat ini, ia berpegang teguh pada moto hidupnya yaitu hidup untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya. Berdasar dari moto tersebut, ia berharap diberikan kesehatan untuk dapat menjadi semakin kuat.

“Ketika ada hal-hal yang berguna untuk lingkungan, jangan sampai dipatahkan oleh diri saya sendiri hanya karena sakit atau lelah. Sebab, saya ingin selalu siap memberikan yang terbaik bagi lingkungan di sekitar saya,” tutupnya. (dev)

Berbagi Ilmu dan Silaturahmi melalui Kunjungan Edukasi

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mendapat kunjungan edukasi dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) PBSI UNY, Sabtu (15/7/2017).

Kunjungan edukasi yang dibuka oleh Wakil Dekan FKIP UAD, Dr. Suparman, M.Si.DEA., ini dalam rangka silaturahmi himpunan mahasiswa PBSI UNY dan PBSI UAD.

Menurut Zainda Usmana Aulia, ketua HIMA PBSI UNY 2017, tujuan kunjungan edukasi ke UAD untuk bertukar ilmu serta pengalaman, dan untuk sharing tentang program kerja.

Di sisi lain, Uky Eji Anggara, ketua HMPS PBSI UAD 2017 mengharapkan dengan adanya kunjungan ini terjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik antar himpunan mahasiswa dan program studi PBSI.

“Terkait dengan program kerja, nantinya kami ingin berkolaborasi dan saling berpartisipasi dengan mengadakan kegiatan bersama. Salah satunya membuat sebuah kegiatan yang terkait kebahasaaan dan kesusatraan,” terang Uky.

Wakil Ketua Program Studi PBSI, Roni Sulistiyono, M.Pd., mengharapkan dengan adanya kunjungan edukasi ini nantinya dapat mendongkrak prestasi mahasiswa, khususnya PBSI UAD. (ard)

Tiga Poin Mendebarkan UAD FC

“Ini tiga poin yang mendebarkan bagi kami, mereka (PERSIG) bermain bagus dan beberapa kali menciptakan peluang bagus,” begitulah yang disampaikan Sudarmaji pelatih Universtas Ahmad Dahlan Football Club (UAD FC) setelah anak asuhnya menumbangkan tim dari Gunungkidul dengan skor tipis 1-0.

Bertindak sebagai taun rumah, UAD FC dibuat kerepotan oleh permainan PERSIG Gunungkidul. Beruntung, gol dari Endra Budi di menit 10’ mampu memberikan kemenangan untuk tim ber-jersey orange itu.

Selama pertandingan, official dari kedua tim dibuat cemas dengan para pemain di tengah lapangan. Pasalnya, “jual-beli” serangan silih berganti dilakukan kedua tim dengan mengandalkan kecepatan dan skema serangan balik.

“Kami pantas bersyukur. Secara permainan, kami menurun dari pertandingan sebelumnya. Dari hasil juga bisa dikatakan kita beruntung. Realistis saja, mereka menciptakan banyak peluang, tetapi tidak ada yang terkonversi menjadi gol,” ungkap Darmaji pasca-pertandingan di Stadion Kridosono, Jum’at (14/7/2017).

Di dua pertandingan sisa, UAD FC akan terus memburu kemenangan untuk memantapkan diri melaju ke semifinal dan mengejar target juara Liga 3 (Liga Nusantara) PSSI regional Yogyakarta. (ard)

Susunan Pemain UAD FC: Agung (PG), Pramono (C), Andi, Rahmat, Hendro, Tatak, Endra (Gol, 10’) (88’), Reza, Diko (55’), Alvons, Yoko

Cadangan: Jumarno, Agung, Fajar (88’), Isma, Munib, Mahendra, Faiz (55’)

Pelatih: Sudarmaji

 

Susunan Pemain PERSIG: Nursan (PG), Sulis (63’), Hamdani, Santiago, Bowo, Afri, Agung, Fatahudin, Sadewa (46’), Achbar (C), Joko

Cadangan: Praditya, Restu, Aldy, Rekhan, Setyo, Utomo (46’), Indra (63’)

Pelatih: Fitri Yuli Setyawan