Baru, Muda, dan Berdaya Saing, Inginkan PMAT yang Berkemajuan

            Aan Hendroanto, M.Pd., merupakan salah satu dosen muda Program Studi Pendidikan Matematika (PMAT) yang terpilih  untuk mengikuti serangkaian kegiatan kependidikan di University of Saint Anthony (USANT), Filipina. Ia terhitung masih baru menjadi dosen di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), tetapi ilmu yang diperoleh di negara tetangga itu sudah dibagikan untuk mahasiswanya. Aan pada awalnya hanya mencoba mengikuti seminar dan mendaftar dalam program kerja sama UAD dengan USANT. Tidak disangka, ia terpilih dan berangkatlah ke Filipina selama kurun waktu 1 bulan (13 Februari–13 Maret 2017).

            “Mempersiapkan diri dengan bahasa internasional menjadi prioritas utama saya saat terpilih dalam program ini. Sebagai pemantapan diri saja, sih, karena di sana merupakan negara yang paling bagus bahasa Inggris-nya dari sekian negara di Asia Tenggara,” terangnya saat ditemui di ruang dosen PMAT lantai 3, Sabtu (08/04/2017).

            Dosen yang pernah mendapatkan double degree di Utrecht University Belanda dan kembali ke Indonesia pada 2015 lalu ini memberikan pandangan yang sangat luar biasa terhadap serangkaian kegiatannya di Filipina.

           “Tidak hanya seminar, duduk, dan mendengarkan pembicara saja. Tetapi, saya juga mengikuti rangkaian workshop dan demo teaching. Pada saat saya memberikan mini pembelajaran untuk demo teaching, mahasiswa di sana sangat antusias dan semangat dalam memperhatikan penjelasan dan arahan yang saya sampaikan. Nah, untuk workshop, terkesan dadakan karena atas diskusi peserta (guru dan mahasiswa) pada seminar internasional tersebut. Namun, alhamdulillah tidak ada kendala. Di sana juga ada pengabdian masyarakat terkait obat herbal, kerja sama dengan Farmasi UAD,” ucap dosen muda berkacamata itu. 

           Sebagai dosen muda yang mempunyai pemikiran berkemajuan, Aan telah mempunyai beberapa target yang ingin dibagikan demi kemajuan Prodi PMAT. Salah satunya membuat program dengan mengasah dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris untuk mahasiswa PMAT. Sebab, hal itu dapat menjadikan kualitas dan SDM prodi meningkat. Tidak hanya itu, ia juga berharap mahasiswa berkembang dan menuntut ilmu di dunia internasional bagi yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. (AR)

Probani, Solusi Atasi Hama Tani

Gambar Mekanisme Penggunaan Alat

 

Kemenristekdikti menyetujui proposal mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Mahasiswa tersebut ialah Mohammad Iqbalul Faiq Hatta, Tofik Nurochman, Ibnu Atma Kusnadi (Teknik Elektro), Nining Anggraeni dan Asa Krismuntari (Pendidikan Biologi). Dosen pembimbing sebagai pendamping penelitian adalah Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D.

Kelima mahasiswa tersebut mencoba membuat sebuah drone yang bisa difungsikan untuk membantu petani menyebar pestisida organik. Drone tersebut diberi nama “Prototipe Robot Terbang Penabur Pestisida Organik Pembasmi Hama Pertanian” (Probani).

Menurut ketua tim, Mohammad Iqbalul, gagasan untuk membuat Probani dilatarbelakangi oleh masalah klasik antara petani dengan hama tanaman.

“Petani butuh waktu lama untuk memproduksi hasil pangan dengan lahan yang cukup luas. Selain itu yang menjadi kendala lain adalah ketika terjadi serangan hama. Dibutuhkan penanganan khusus untuk menjaga ketahanan tanaman.” terang Mohammad.

Data dari (Asia Pasific Economic Cooperation) APEC tahun 2016, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor terbesar produk pangan di wiayah Asia Pasifik. Ekspor yang dilakukan Indonesia ini sebagai efek dari ketahanan pangan Indonesia yang cukup kuat. Selain itu, berbagai wilayah di Indonesia memiliki lumbung pangan masing-masing.

Dari segi luas lahan dan iklim, Indonesia merupakan wilayah strategis untuk mengembangkan cocok tanam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2012, luas lahan pertanian Indonesia kurang lebih mencapai 8.112.103 Ha.

Peningkatan kualitas pangan merupakan salah satu langkah petani Indonesia untuk memperbaiki standar pasar dan kuantitas produk pangan. Pengolahan lahan pertanian  mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan, dan pemanenan merupakan perputaran siklus pertanian yang banyak menyita waktu dan tenaga para petani.

 

Pestisida Organik

Nining dan Asa menjelaskan, salah satu cara untuk mendapat hasil panen maksimal adalah dengan cara membasmi hama yang menyerang tanaman. Kedua mahasiswa dari Pendidikan Bilogi ini secara khusus memiliki tugas terkait pestisida organik yang digunakan Probani.

“Pestisida yang baik digunakan dalam produksi pertanian yaitu pestisida organik. Pestisida ini menggunakan bahan kimia alami, sehingga dapat mengurangi kerusakan ekosistem persawahan. Sedangkan pestisida anorganik mengandung bahan kimia berbahaya,” papar Nining.

Nining menambahkan, pembuatan pestsida organik bisa dibuat dari bahan-bahan seperti kacang babi, kenikir, mahoni, dan sirsak.

Hadirnya Probani akan membantu petani mempermudah dan mempercepat penanggulangan hama. Selain itu, waktu yang digunakan lebih efisien dan petani dapat menghindari kontak langsung dengan pestisida.

“Sebenarnya, tujuan utama kami membuat Probani selain untuk mengatasi masalah hama adalah untuk mengajak generasi muda agar tergerak menjadi seorang ‘petani’. Sudah saatnya yang muda yang berkarya, memajukan pertanian Indonesia dengan memanfaatkan teknologi yang diciptakan sendiri,” Papar ketua tim, Mohammad Iqbalul. (ard/doc)

UAD Raih 7 Piala di PSMPTM 3 UMJ

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) raih 7 piala pada perhelatan Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PSMPTM) 3 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Pada acara yang berlangsung Selasa s/d Kamis (9-11/5/2017) ini, kontingen UAD meraih juara 1 Monolog, juara 1 Lukis Kaligrafi, juara harapan 1 Qiroah Putra, juara harapan 2 Qiroah Putri, juara 3 Baca Puisi Putra, juara 3 Vocal Grub, dan juara 3 Film Doku-drama.

“UAD mendapatkan peringkat 3 pada PSMPTM kali ini. Tidak apa-apa kami juara 3, yang penting para kontingen sudah berusaha semaksimal mungkin,” terang Hendro, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni saat ditemui.

Sule Subaweh salah satu pelatih dan koordinator lapangan mengatakan, yang penting semua kontingen sudah berlatih dan berproses maksimal.

“Bagi saya, yang paling penting adalah proses. Kami menekankan untuk berproses agar para mahasiswa mendapatkan banyak ilmu selama proses. Juara hanyalah bonus,” tukasnya.

UAD sendiri sudah dua kali meraih Juara Umum pada PSMPTM. Terakhir UAD meraih Juara Umum pada perhelatan PSMPTM di Cirebon.

BEM MIPA Selenggarakan Lomba Cipta dan Baca Puisi

“Melalui sastra (puisi), mahasiswa bisa merefleksikan apa yang mereka pikir dan rasakan. Sastra tidak mengenal sekat dan ruang-ruang, mahasiswa MIPA pun dapat berpuisi.”

Begitulah yang disampaikan Yosi Wulandari, M.Pd. selaku juri dalam acara Lomba Cipta dan Baca Puisi yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (BEM-FMIPA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Acara yang diselenggarakan di auditorium D kampus 3 UAD, Kamis (11/5/2017) ini diikuti oleh sekitar 13 peserta. Pada lomba tersebut, peserta diwajibkan untuk mencipta sebuah puisi, kemudian membacakannya di hadapan juri dan audiens.

Adi Agung Indriyanto, salah satu panitia menjelaskan, walaupun fokus di bidang MIPA, pihak BEM tetap peduli ingin mengangkat sastra Indonesia.

“Kami dari Divisi Seni Budaya dan Olahraga (SBO) BEM MIPA bertekad untuk mencari bakat dari mahasiswa FMIPA khususnya, dan mahasiswa UAD secara umum. Acara ini sudah yang ke sekian kali, beberapa tahun lalu kami juga pernah mengadakan acara yang sama,” ungkap Adi.

Pada lomba kali ini, juara cipta puisi dimenangkan Nurmansyah. Sedangkan untuk kategori baca puisi Dhia Asa Imtinan keluar sebagai juara. (ard)

Bekali Santri untuk Menyambut Bulan Suci

Seusai melaksanakan shalat Isya berjamaah di masjid Islamic center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), seluruh santri Pesantren Kiai Haji Ahmad Dahlan (Persada) menerima pembekalan Bermain, Cerita dan Menyanyi (BCM). Persada sebagai asrama UAD memiliki agenda rutin santri, yaitu mengabdi di lingkungan-lingkungan sekitar untuk mengajar TPA di bulan Ramadhan.

 

Muhtadin, S. Th. I. sebagai pembicara membawakan tema “Menggugah Jiwa Membentuk Akhlakul Karimah”. Sebagai orang yang ahli dalam mendongeng, orang yang sering dipanggil Kak Adin ini mengatakan, “Untuk menjadi pengajar yang baik bagi anak-anak, seseorang perlu memiliki sikap ramah, ceria, penyayang, dan kreatif."

 

Ketika mendongeng, 10 detik pertama harus memukau untuk mengambil perhatian anak-anak. Manfaat dari cerita ialah untuk mengasah imajinasi anak, bijak, dan kontak batin. Sebuah cerita atau dongeng yang baik akan membuat anak-anak berperilaku baik mencontoh tokoh utama dalam dongeng tersebut. Oleh karena itu, bisa dikatakan nasib suatu bangsa beberapa tahun ke depan ditentukan pada cerita yang berkembang masa kini. Begitulah ungkap finalis Dai Muda MNCTV 2014 tersebut.

 

Pada menit terakhir pelatihan, pendongeng terbaik Museum Dinas Kebudayaan DIY 2016 ini juga menambahkan, cerita yang baik yaitu materi dan penyampaiannya harus baik. Pemilihan tema cerita juga harus disesuaikan dengan umur. (As)

 

Audiensi Teknik Industri

Audiensi merupakan wadah dari mahasiswa Teknik Industri untuk menyampaikan keluhan, aspirasi, dan saran untuk dosen dengan tujuan agar mahasiswa menjadi lebih nyaman dan bisa menciptakan Teknik Industri untuk lebih baik lagi. Audiensi telah diselenggarakan pada Senin, 08 Mei 2017 bertempat di auditorium A kampus 3 dan dimulai dari pukul 13.00 – 15.00 WIB, dengan moderator Syukran Anas dan notulen Adella Desiana.

Alhamdulillah, dari 14 dosen ada 11 dosen yang turut menghadiri di antaranya adalah Annie Purwani, STP., M.T., Okka Adiyanto, STP., M.Sc., Isana Arum P., S.T., M.T., Endah Utami, S.T., M.T., Reni Dwi Astuti, STP., M.T., Wandhansari Sekar Jatiningrum, S.T., M.Sc., Dr., Siti Mahsanah Budijati, STP., M.T., Utaminingsih L., S.T., M.T., Amalia Yuli Astuti, S.T., M.T., Fatma Hermining Astuti, S.T., M.Sc., Muhammad Faishal, S.T., M.Eng., dan dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2012, 2014, 2015 dan 2016 dengan total audiens 87 mahasiswa.

Audiensi kali ini mengangkat tema “Salurkan Aspirasi, Temukan Solusi untuk Teknik Industri yang Lebih Baik”. Tema ini diangkat berdasarkan kotak aspirasi mahasiswa Teknik Industri yang disediakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) dan diletakkan di depan ruang 312 lantai 3.

“Dalam perkuliahan, kerap kali terjadi permasalahan sehingga dengan diadakannya audiensi, dapat mencari solusi dari permasalahan yang terjadi,” ungkap Jefri Fitrianto, selaku wakil ketua HMTI.

Permasalahan yang terjadi beberapa di antaranya adalah praktikum, nilai ujian ulang dan fasilitas. Selain membahas permasalahan yang terjadi, juga dibahas mengenai tempat berkumpul Teknik Industri dan proses akreditasi prodi Teknik Industri untuk tahun 2018.

Permasalahan dalam praktikum berkaitan dengan fasilitas ruang yang sempit sehingga ketika dilaksanakannya praktikum menjadi kurang nyaman, kerusakan alat praktikum akibat praktikan (orang yang melaksanakan praktikum) maka diganti oleh praktikan, sistem asistensi tugas praktikum dan penggunaan di laboratorium sistem produksi. Bahasan lainnya juga tentang transparasi nilai ujian ulang yang dulu nilai maksimal B kini berubah menjadi B, audiens juga menyampaikan aspirasinya untuk tempat berkumpul khusus Teknik Industri agar dapat mengenal antar dosen, angkatan, kakak tingkat, adik tingkat dan alumni, serta pembahasan mengenai proses akreditasi prodi.

 "Proses akreditasi mencakup tujuh hal di antaranya visi dan misi, pengelolahan bisnis, prestasi mahasiswa atau alumni, kurikulum, pendanaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan penelitian & pengabdian masyarakat,” papar Annie Purwani  selaku Kaprodi Teknik Industri.

Berkat diadakannya acara audiensi, maka dosen dapat mengetahui persamalahan yang terjadi, dapat memberikan solusi dan transparasi kepada mahasiswa dan dapat berdiskusi untuk rencana prodi ke depannya untuk menjadi lebih baik.

Ketika di akhir pembicaraan, Annie sapaan akrabnya, juga menyampaikan, “Minta kerja sama dari mahasiswa Teknik Industri dalam proses akreditasi prodi tahun 2018 karena masih ada kelemahan di beberapa tempat untuk mencapai akreditasi. Untuk ke depannya, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam proses akreditasi prodi tersebut.” (Sch).

Main di Kandang, UAD FC Ditahan Imbang Tunas Jogja

Bermain di kandang sendiri, Universitas Ahmad Dahlan Football Club (UAD FC) harus menunggu sampai menit-menit akhir babak kedua untuk bisa mencetak gol penyama kedudukan.

Pada pertandingan yang digelar di lapangan Potorono, Rabu (10/5/2017) menghadapi Tunas Jogja, UAD FC kesulitan untuk mencetak gol. Meski unggul jumlah pemain di babak kedua, serangan yang dibangun anak asuh Sudarmaji terus menemui jalan buntu.

UAD FC kemasukan gol lebih dulu lewat serangan balik Tunas Jogja yang dicetak oleh Rizki Cahyo di menit ke-74.

Selama jalannya pertandingan, wasit mengeluarkan 8 kartu kuning dan 1 kartu merah. Enam kartu kuning untuk UAD FC, 2 kartu kuning ditambah 1 kartu merah untuk Tunas Jogja.

Pelatih UAD FC, Sudarmaji mengungkapkan anak asuhnya belum bisa menunjukkan level permainan maksimalnya.

“Level anak-anak masih di bawah ekspektasi saya. Mereka seperti belum menemukan figthing sprit. Selain itu, di pertandingan ini mereka seperti kurang percaya diri sehingga gampang terpancing emosi.”

Untuk pertandingan yang akan datang melawan PS HW, Rabu (17/5/2017), Sudarmaji mengharapkan anak asuhnya bisa segera menemukan fighting spirit untuk bertanding dan mencetak gol.

UAD FC: Agung (PG), Fajar (Gol, 93’), Pramono (C), Yuni (Mahendra, 69’), Hanif, Maruf (Bayu, 64’), Hendro (Jindar, 51’), Jumarno, Munip, Indra, Faiz.

Pelatih: Sudarmaji.

Tunas Jogja: Bayu (PG), Unggul, Aldin (C), Danang, Garis (Galang, 58’), Martinus, Ihwan (Riski, 62’), William, Hanindito, Yusuf, Cahyo (Gol, 74’) (Hernaino, 85’).

Pelatih: Daryanto Hadi.

Buku Mentari, Ajari Tunanetra Belajar Astronomi

Kemenristekdikti mendanai proposal mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam salah satu kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M). Tema kegiatan tersebut tentang pembuatan buku Mencerap Tata Surya dengan Gambar Tactile Buatan Sendiri (Mentari), sebagai media edukasi astronomi inklusi.

Keempat mahasiswa itu adalah Ricka Tanzilla, Ratnawati, Putri Maghfirotul Khasanah (Pendidikan Fisika), dan Titi Istinganah Muyassaroh (Ilmu Kesehatan Masyarakat). Mereka didampingi oleh Yudhiakto Pramudya, Ph.D. sebagai dosen pembimbing.

Mempelajari ilmu astronomi identik dengan penggunaan indra pengelihatan. Namun bagi yang mengalami kendala visual (lowvision atau tunanetra total) belajar astronomi menjadi hal yang sukar dilakukan. Berbagai upaya dilakukan oleh ilmuwan untuk membantu tunanetra belajar sains, terutama astronomi.

Belajar astronomi tidak hanya membaca deretan kalimat, tetapi juga memahami bentuk, ukuran, bahkan warna objek langit. Misalnya bentuk-bentuk planet, komet, matahari, beserta strukturnya. Sehingga, media pembelajaran yang digunakan tidak hanya berupa huruf braille, tetapi juga gambar timbul atau tactile.

Gambar tactile bisa diraba oleh tunanetra. Dengan merepresentasikan bentuk dan struktur benda langit pada gambar tactile, tunanetra mendapatkan kesempatan memperoleh informasi yang lebih komprehensif dibandingkan hanya membaca huruf braille.

Ricka dkk. mengajarkan penggunaan buku Mentari sebagai media edukasi astronomi inklusi kepada siswa yang telah dipilih dari SMA 4 Muhammadiyah Yogyakarta.

Siswa tersebut adalah Putri Cikasya Haryodatin dan Andis Purwanto. Keduanya memiliki kendala pengelihatan low-vision. Sebagai teman pendamping Putri dan Andis, ada juga siswa dengan pengelihatan awas untuk membantu keduanya belajar.

Bertempat di gedung kampus 2 UAD unit B, Jl. Pramuka, Ricka dkk. pada hari pertama, Sabtu (6/5/2017), mengajarkan tentang bumi dan matahari, serta mempraktikkan membuat kedua benda angkasa tersebut menjadi gambar tactile. Di hari kedua, Minggu (7/5/2017), mereka mempraktikkan membuat saturnus dan komet.

“Biasanya, pembuatan gambar tactile membutuhkan biaya yang sangat mahal. Jadi kami memanfaatkan barang-barang sederhana, murah, dan yang mudah didapatkan. Misal seperti pasir dan tali,” ungkap Ricka.

Bahan-bahan yang mereka gunakan terinspirasi dari Lina Canas, ilmuwan astronomi dari Portugal yang sekarang bekerja di International Astronomical Union (IAU), khususnya Office of Astronomy Outreach. Ia berhasil mengembangkan media pembelajaran astronomi dengan gambar tactile yang dibuat sendiri.

Menurut Yudhiakto, keunikan strategi pembelajaran ini adalah siswa tunanetra dapat bekerja sama dengan siswa awas untuk membuat gambar tactile. Siswa tunanetra akan mempresentasikan gambar tactile yang sudah dibuat. Sehingga, inklusivitas siswa tampak pada kegiatan ini.

Selain itu, PKM-M ini juga membekali kemampuan siswa dengan pengetahuan tentang wirausaha. Diharapkan mereka dapat memasarkan buku hasil buatannya yang dilengkapi dengan gambar tactile buatan sendiri.

PKM-M Dilaporkan ke IAU

Pendidikan sains khususnya astronomi untuk tunanetra telah mendapat perhatian dari International Astronomical Union (IAU). Pada September 2016 lalu, Yudhiakto Pramudya, Ph.D., pendamping PKM-M Mahasiswa UAD, diundang ke The 3rd Symposium for Universal Design for Astronomy Education di National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ).

Setelah acara tersebut, Yudhiakto resmi tergabung dalam salah satu working group di IAU di bidang Astronomy for Equity and Inclusion. Sehingga, kegiatan PKM-M dari mahasiswa bimbingannya tersebut harus dilaporkan ke working group untuk dicatat sebagai agenda kegiatan anggota. (ard)

FKM UAD Selenggarakan Kuliah Umum

 

Kalau saya tahu hidup saya akan lama, saya akan menjaga tubuh saya dengan lebih baik.

(Eubie Blake)

 

Bertempat di aula gedung kampus 2 unit B, Jl. Pramuka, Senin (9/5/2017), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (FKM-UAD) menyelenggarakan kuliah umum. Pembicara acara ini adalah dosen dari Conventry University, United Kingdom (UK), Prof. Guy Daly BA (Hons), M.Soc.Sci., CertED., Ph.D.

Secara garis besar, Guy Daly menyampaikan sistem pengelolaan kesehatan yang ada di UK. Ia menjelaskan terkait totalitas pemerintah untuk meningkatkan sistem kesehatan nasional melalui program jaminan kesehatan nasional.

Kemudian, ia juga menerangkan tentang kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien yang harus dipertimbangkan secara matang.

“Mulai dari konsultasi, cek kesehatan, sampai tahap spesialisasi. Pertimbangan yang matang ini akan berdampak pada kepercayaan dan kesehatan pasien,” paparnya.

Guy Dilay menyoroti perilaku hidup di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia harus mulai menyadari pentingnya hidup sehat dengan cara berolahraga, mengurangi konsumsi rokok, alkohol, dan makanan cepat saji. (ard)

 

Staf Kemendikbud Resmikan Kampung Sains

Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kemendikbud, Prof. Emi Emilia, Ph.D., meresmikan Kampung Sains yang berlokasi di Kampung Karangkajen, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta.

Kehadiran Kampung Sains ini merupakan buah kerja sama antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Ahmad Dahlan (FMIPA-UAD) dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Selain meresmikan Kampung Sains, Emilia juga meresmikan Kampung Literasi. Peresmian ini dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Sabtu (6/5/2017), dihadiri oleh Wali Kota, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Balai Bahasa, beberapa pejabat Kota Yogyakarta, Dekan Fakultas MIPA, dan Rektor UAD.

Peresmian ini merupakan salah satu dari serangkaian acara Ekspresi Gerakan Indonesia Membaca yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sejak Kamis (4/5/2017).

Dalam sambutannya, Emilia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi literasi penting dan harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

“Peningkatan kompetensi literasi merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Dengan mutu pendidikan yang tinggi, maka daya saing bangsa akan meningkat.”

Setelah acara peresmian, Emilia beserta rombongan langsung meninjau Kampung Sains di Karangkajen. Masyarakat begitu antusias menyambut kedatangan Staf Kemendikbud ini. Saat kunjungan, Emilia sempat mencoba meluncurkan roket buatan mahasiswa UAD dan meninjau pembelajaran sains di beberapa posko.

Dekan FMIPA, Drs. Aris Thobirin, M.Si. berharap dengan adanya Kampung Sains ini masyarakat dapat lebih dekat dengan sains.

“Harapannya, masyarakat dapat mempelajari serta meningkatkan kompetensi di bidang sains, terutama untuk anak-anak usia sekolah. Kampung Sains ini merupakan bukti nyata bahwa UAD, khususnya FMIPA, mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” jelas Aris. (ard)