Klinik Proposal PKM

Sastra Inggris Selenggarakan Bazar sebagai Aplikasi Kuliah Kewirausahaan

Program Studi Sastra Inggris mengadakan Bazar Kewirausahaan di hall kampus 2, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jl. Pramuka 42, Yogyakarta.

Bazar tersebut merupakan aplikasi langsung dari matakuliah kewirausahaan. Menurut Candra Vionela M., S.E.,M.Sc., selaku dosen pengampu, mahasiswa yang mengambil mata kuliah kewirausahaan harus terlibat aktif dalam bazar.

“Bazar ini untuk memupuk kemandirian mahasiswa. Setelah lulus dari UAD, diharapkan mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk berwirausaha. Aplikasi dari mata kuliah ini juga bertujuan menggali potensi yang dimiliki mahasiswa,” terang Candra.

Capaian yang diinginkan Candra, nantinya mahasiwa tidak usah mencari pekerjaan, tetapi mendirikan usaha sendiri dan dapat mendayagunakan masyarakat. Atau dalam istilah lain, membuka lapangan pekerjaan.

Cheria Wina Winona selaku penanggung jawab acara menjelaskan bahwa dengan diselenggarakannya bazar kewirausahaan ini, ia mendapat ilmu dan keterampilan baru.

“Kami enjoy. Sebagai mahasiswa kami harus mandiri, tidak boleh bergantung kepada orang lain. Bazar ini mengajarkan bagaimana caranya berwirausaha dan menjalin relasi dengan orang lain,” ujarnya singkat.

Pada bazar ini, barang yang diperjualbelikan berupa makanan ringan, camilan, dan berbagai minuman dengan aneka jenis. (ard)

UAD FC Ditahan Imbang PS HW

Bermain di lapangan Potorono, kandang sendiri, Univeristas Ahmad Dahlan Football Club (UAD FC) harus berbagi angka dengan PS HW.

Pada laga akhir putaran pertama Liga 3 (Liga Nusantara) regional Yogyakarta, UAD FC mengumpulkan 5 poin dari hasil 4 pertandingan. Tim asuhan Sudarmaji menang dan imbang satu kali, serta dua kali bermain imbang.

Gol UAD FC pada laga melawan PS HW dicetak oleh pemain bertahan, Fajar Fauzan di menit ke-6. Selama babak pertama, kedua tim saling bermain terbuka, tetapi tidak ada gol yang tercipta. Di babak kedua, PS HW berhasil menyamakan kedudukan lewat titik putih pada menit ke-74 yang dicetak oleh Deka Pradita.

Sudarmaji menyayangkan anak asuhnya belum bisa memaksimalkan peluang-peluang di babak pertama.

“Anak-anak sudah bagus bermain di babak pertama. Tetapi sayang, mereka belum bisa memaksimalkan peluang-peluang yang ada. Di babak kedua, saya lihat fisik anak-anak menurun. Pergantian pemain juga tidak bisa mangangkat permainan,” tukas Sudarmaji. (ard)

UAD FC: Agung (PG), Mahendra, Pramono (C), Fajar (Gol, 6’), Hanif, Munib, Marup, Rodzi (58’), Reza (74’), Kurniawan, Jindar (82’).

Cadangan: Teguh (PG), Arifin (74’), Hendro (82’), Tatak, Renol, Ahmad, Jumarno (58’).

Pelatih: Sudarmaji

PS HW: Richo (PG), Ridho (C), Suryo (56’), Noven (46’), Laksita (47’), Ridho, Aap, Ardian, Deka (Gol (P), 74’), Ardi, Gilang.

Cadangan: Chandra (PG), Arif, Anang, Zhangga (47’), Matodang (46’), Ardian (56’), Andre.

Pelatih: Satmoyo Budi Santoso

Robot Terbang Penabur Pestisida Organik UAD Masih Uji Coba

Sejauh ini, Tim PKM-KC yang terdiri atas 3 mahasiswa Teknik Elektro dan 2 Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta masih menyempurnakan ‘Prototipe Robot Terbang Penabur Pestisida Organik Pembasmi Hama Pertanian’ (Probani).

“Probani sudah jadi, tetapi masih belum sempurna dan dalam tahap uji coba. Akan ada beberapa uji coba lagi untuk memaksimalkan prototipe robot tebang ini,” jelas Ketua Tim Mohammad Iqbalul.

Pada uji coba pertama, tim yang diketuai Iqbalul ini menganalisis penggunaan pestisida anorganik pada lahan persawahan yang telah ditentukan.

“Pada intinya, Probani memang akan menggunakan pestisida organik. Penggunaan pestisida anorganik pada uji coba pertama dilakukan untuk menganalisa sejauh mana efektivitas dan bahaya dari pestisida ini,” papar Nining Anggraeni, koordinator penggunaan pestisida pada Probani.

Ia menambahkan, tim ingin membandingkan dampak penggunaan pestisida organik dan anorganik bagi tanaman dan petani. Selain itu, pada uji coba pertama, tim ‘Probani’ sengaja tidak menggunakan drone. Nantinya, mereka ingin mengetahui sejauh mana efektifitas penyemprotan pestisida dengan cara manual dan dengan menggunakan alat ini.

“Uji coba pertama untuk meminimalisir bahaya pestisida anorganik. Untuk yang kedua, nantinya kami akan membadingkan efektifitas antara pestisida organik dan anorganik, dan efektifitas menggunakan drone atau tidak,” pungkas Nining. (ard/doc)

Rancangan ‘Probani’

Probani Tampak Samping

Keterangan:

  1. Motor brushless berjumlah 4
  2. Controler
  3. Penyebar pestisida
  4. Frame kaki quadcopter

Probani Tampak Atas

    Alat atau robot akan dibuat menggunakan 4 motor brushless dan 4 propeler (baling-baling). Tujuannya agar dapat menambah daya angkat robot, dapat terbang dengan seimbang, serta memudahkan robot untuk bermanuver ke 8 arah tanpa harus memutar badan robot.

Rancangan Sistem Penabur Pestisida

 

Keterangan:

  1. Servo
  2. Tuas
  3. Tabung pestisida
  4. Sprayer/penyemprot

Sistem penabur pestisida akan dibuat menggunakan sebuah tabung sebagai tempat menampung pestisida dan satu servo motor untuk mengatur buka tutup lubang pada tabung. Tujuannya agar pestisida yang dibawa dapat ditaburkan. Servo ini dikendalikan oleh arduino controler yang terhubung dengan robot quadcopter sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control.

 

 

 

Metode Ajar Dosen Muda tentang Nilai Keislaman

            “Seperti yang ada di al-Qur’an surat al-Zalzalah ayat 7-8, menunjukkan bawa Allah akan membalas semua hal baik maupun buruk sekecil biji zaroh. Bayangkan sekecil apa bijinya. Maka ketika kita akan berbuat sesuatu hal, ingatlah bahwa sebenarnya kebaikan yang aku lakukan untuk orang lain merupakan kebaikan untukku juga. Dan sebaliknya, jika aku melakukan keburukan maka sebenarnya keburukan itu untukku juga,” ucap Kartika Ayu, M.Sc. saat memberi kultum.

            Menurutnya, sebagai masyarakat Muhammadiyah, kita perlu tahu apa tujuan, visi dan misi Muhammadiyah, serta berusaha mengimplementasikan dan mengembangkan dalam dunia perkuliahan. Nilai-nilai keislaman itu sangat menonjol dan harus ditunjukkan di setiap perkuliahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

“Salah satu cara yang saya ambil agar kedua hal itu tercapai adalah dengan memasukkan beberapa kegiatan dalam pembelajaran, yakni berupa membaca al-Qur’an dan kultum,” terang dosen muda yang ternyata bagian dari alumnus UAD, tepatnya Fakultas Psikologi ini.

            Ide inilah yang selama ini diterapkan oleh Kartika Ayu ketika mengampu matakuliah Kemuhammadiyahan di Pendidikan Matematika (PMAT) UAD. Sebab, dalam pembelajaran, diperlukan pengetahuan lebih untuk diberikan kepada mahasiswa, khususnya tentang aspek keislaman dan nilai-nilai keislaman. Hal ini dapat diwujudkan dengan mudah tanpa memikirkan materi berlebih yang akan keluar dari setiap pengajar.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan mengaji dan kultum sebelum perkuliahan, mahasiswa dapat membiasakan diri membaca dan menggali isi al-Qur’an secara detail. Nah, apalagi ini di Fakultas Pendidikan yang nantinya akan mencetak calon guru, tentulah harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan berbagi pengetahuan dengan percaya diri.” (AR).

PMAT UAD Tingkatkan Kualitas Mahasiswa agar Lulus Tepat Waktu

            “Saya bangga atas terselenggaranya kegiatan seperti ini, salah satunya sebagai wujud rasa bakti dan penunjang ketepatan kelulusan untuk mahasiswa semester 6 yang akan menghadapi tugas akhir. Dengan memanfaatkan kesempatan bimbingan dengan dosen pembimbing dan menyelesaikan penulisan dengan sungguh-sungguh, itu akan mempermudah dalam kelulusan yang tepat waktu.” Itulah pesan yang membakar semangat mahasiswa semester 6, yang disampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (PMAT UAD), Drs. H. Abdul Taram, M.Si., saat menutup sambutannya dalam kegiatan Pelatihan Penyusunan Penelitian.

            Acara tersebut dihadiri oleh segenap dosen PMAT dan seluruh mahasiswa semester 6.  Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk meningkatkan pandangan tentang tugas akhir sehingga mahasiswa mempunyai target untuk lulus tepat waktu.

Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, dosen sekaligus penulis buku pelajaran, menjadi narasumber ‘Penelitian Tindakan Kelas (PTK)’ dalam pelatihan ini. “Melihat semangat dan antusias mahasiswa semester 6 membuat saya teringat dengan perjuangan saya dulu. Saya perhatikan, mahasiswa tidak ada yang mengantuk, semua terfokus pada saya dan saya harap dari pelatihan ini dapat memperbaiki kompetensi diri mahasiswa sebagai calon guru, khususnya dalam bidang penulisan penelitian dan tugas akhir,” terangnya saat ditemui usai menyampaikan materi pelatihan, di ruang 301 kampus 3 UAD, Jum’at (14/04/2017).

            “Kegiatan ini sangat inovatif dan menarik, sehingga tidak menghalangi kehadiran mahasiswa semester 6 yang seharusnya libur karena tanggal merah. Mereka semua mengikuti kegiatan ini untuk belajar dan ingin segera lulus tepat waktu. Jika mereka mampu mengefektifkan penulisan tugas akhir yang dimulai dengan metode penelitian (metopen), nantinya di semester 8 akan selesai dan hanya menunggu jatah pendadaran saja,” ujar Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD sekaligus narasumber dalam materi ‘Penelitian Korelasi, Komparasi dan Pengembangan’, Dr. Suparman, M.Si., DEA.

            Prodi PMAT akan meneruskan kegiatan ini dengan mengadakan sesi kedua. Setelah sesi pertama sukses dilalui pada Jum’at (14/04/2017) lalu di auditorium kampus 3 UAD, sesi kedua diadakan pada Mei ini. (AR)

 

Teater JAB Bina Siswa SMA dan Luncurkan Tari Kreasi Nusantara

Menggandeng beberapa siswa SMA dan SMK, Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta  meluncurkan Tari Kreasi Nusantara, Senin (15/5/2017). Selain peluncuran tari, ada juga pementasan drama yang pemainnya adalah siswa siswi dari SMA Negeri 1 Pleret dan SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Ketua JAB, Bayu Aji Setiawan, mengungkapkan bahwa peluncuran tari dan pementasan drama ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan JAB ke sekolah setingkat SMA, SMK, MA, sederajat.

“Pada periode pengurus JAB sebelumnya, progam tari kreasi nusantara sudah ada. Perbedaanya dengan yang sekarang, kami menggandeng pelajar. Pelatihan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan menjalin silaturahmi ke sekolah-sekolah,” papar Bayu sesaat setelah acara peluncuran berlangsung di hall kampus 2 UAD, Jl. Pramuka 42.

Sebelum melaksanakan pelatihan, JAB mensurvei sekolah-sekolah yang sekiranya tepat untuk diberikan materi pelatihan tari dan drama.

“Pelatihannya hanya satu hari. Tetapi, tindak lanjut pelatihan itu kami mengadakan latihan rutin selama 2 minggu, sampai sebelum hari peluncuran. Latihan itu ditujukan bagi siswa yang telah kami pilih, kemudian pementasan adalah bentuk apresiasi terhadap mereka,” lanjutnya.

JAB menggandeng beberapa alumni sebagai pemateri pelatihan. Kurniaji Satoto dan Anes Prabu Sajarwo mengisi pelatihan drama, sedangkan Anggun Tiara Wulandari di bagian tari.

Bayu menegaskan, pelatihan ini juga merupakan salah satu cara JAB untuk mempromosikan UAD. Ia mengharapkan dengan pelatihan ini para pelajar pelajar bisa menyalurkan bakat dan minatnya di bidang kesenian.

“Perlu adanya sosialisasi kesenian kepada siswa di sekolah. Pelatihan ini juga bertujuan membantu guru melakukan sosialisasi dan pembinaan kesenian di Yogyakarta.” (ard)

Workshop “Body Interact Simulator” Fakultas Farmasi UAD

Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (FFARM-UAD) Yogyakarta menyelenggarakan workhop dengan peserta praktisi dan akademisi di bidang farmasi. Acara yang dilaksanakan di kampus 3 UAD, Minggu (14/5/2017) ini fokus pada praktik simulasi penanganan pasien menggunakan alat Body Interact Simulator.

Body Interact Simulator (BIS) merupakan alat (software) yang diciptakan untuk membantu praktisi kesehatan melakukan praktik simulasi penanganan dan pengobatan pasien. Pasien yang dimaksudkan dalam alat ini berbentuk gambar dua dimensi (2D) dalam layar sentuh.

Dengan simulasi menggunakan alat tersebut, data atau hasil laboratorium penanganan pasien bisa langsung keluar. Sedangkan jika praktik penanganan pasien secara langsung membutuhkan waktu berhari-hari.

Saat melakukan simulasi menggunakan BIS, penanganan yang salah terhadap pasien akan membuatnya kehilangan nyawa. Jadi alat ini benar-benar memberi kesan seperti keadaan sebenarnya.

Fakultas Farmasi telah memiliki alat ini sejak Januari 2017 yang bertujuan untuk menunjang proses pembelajaran mahasiswa.

Menurut Lalu Muhammad Irham, M.Farm.,Apt., penyelenggaraan acara ini untuk memberikan kesempatan pada para praktisi yang bekerja di rumah sakit dan alumni Farmasi UAD agar dapat meningkatkan keterampilan serta keilmuannya.

“Alat ini memberikan sumbangsih yang bagus bagi pembelajaran di Fakultas Farmasi. Namun, kekurangan dari BIS ini, kami belum bisa menyeting penyakit atau kasus yang diinginkan. Kemudian obat-obatan yang ada di Indonesia juga belum ada,” jelas Lalu.

Alumni Farmasi UAD, Kusumawardhani Andana Sari, sangat mendukung dan mengapresiasi  workshop ini. Baginya, simulasi menggunakan BIS memberinya pengalaman baru terkait dengan penanganan pasien.

“Workhop ini memberi saya pengalaman dan ilmu baru. Tetapi, akan lebih baik jika pesertanya bukan hanya dari kalangan farmasi. Misal kolaborasi dengan dokter. Jadi saat simulasi terkesan lebih nyata,” paparnya. (ard)