Galang Donasi, UKM Pramuka UAD Ajak Mahasiswa Peduli Sosial

“Kami mengajak semua yang ingin berdonasi, terutama mahasiswa. Jadi, mahasiswa juga dapat berpartisipasi dan ikut andil dalam kegiatan ini,” ucap Ervina, salah satu panitia penggalangan donasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rabu (31/05/2017).

Hasil penggalangan donasi, selanjutnya akan digunakan untuk kegiatan buka bersama di Panti Asuhan Muhamadiyah Tuksono, Sentolo, Kulon Progo, (3-4/06/2017).

Perempuan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) semester 4 ini juga menambahkan bahwa donasi tidak harus berbentuk uang, melainkan dapat berbentuk barang.

“Yang paling penting barang yang didonasikan masih layak pakai dan bermanfaat.”

Selain itu, kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga akan diisi dengan lomba-lomba. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sosial serta dapat memberikan motivasi kepada adik-adik di panti asuhan.

“Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, kecuali ia bertambah…bertambah… bertambah.”

Begitulah kutipan  HR. al Tirmidzi yang mereka tulis di selembar kertas. (Stt)

 

Agenda Ramadan 1438 H Masjid Ahmad Dahlan UAD

Ramadan telah tiba, bulan yang selalu dinantikan oleh setiap muslim di seluruh penjuru dunia. Selain terdapat kemuliaan dan keberkahan, di bulan ini juga ada ibadah-ibadah yang tidak ditemukan di bulan-bulan lain.

Guna mendukung masyarakat dalam beribadah, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berupaya menjadi fasilitator bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. di bulan yang penuh dengan pahala dan ampunan ini.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, UAD mengadakan beberapa agenda, yang semuanya difokuskan di Masjid Ahmad Dahlan, Kompleks Islamic Center Jalan Ringroad Selatan, Banguntapan, Bantul.

Agenda-agenda tersebut di antaranya tabligh akbar, nikah massal, buka puasa bersama yatim dan dhu’afa, gerakan shalat Tarawih dan Subuh berjamaah, kajian keislaman bersama pembicara ternama, takjil gratis setiap hari, serta program i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Seluruh agenda ini dimaksudkan untuk memudahkan umat muslim dalam beribadah di bulan suci, baik itu ibadah wajib, ataupun sunnah. Harapannya, semoga pada bulan Ramadan ini umat Islam dapat membentuk pribadi muslim yang berkemajuan, sesuai dengan slogan panitia RDK (Ramadhan di Kampus) UAD 2017. (AKN)

ELANG Siap Digunakan, tapi Perlu Penyempurnaan

Alat pendeteksi defisiensi nitrogen pada tanaman padi buatan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta atau yang disebut Easy Leaf Analyses Nitrogen (ELANG) saat ini sudah siap untuk digunakan. Namun, menurut ketua tim, Bintang Akbar Pratama, ELANG masih perlu dievaluasi pada segi ketepatan untuk pembacaan data.

Setelah melalui 3 kali uji coba yang dilakukan di wilayah Yogyakarta, ada beberapa ketidaktepatan pengambilan data pada Bagan Warna Daun (BWD) di beberapa titik.

Kolom berwarna putih menandakan ketepatan pengambilan data. Kolom berwarna kuning menandakan tingkat pengambilan data kurang tepat. Kolom berwarna merah menandakan bahwa tingkat pengambilan data sangat tidak tepat.

Rencananya, hasil penelitian PKM-KC Bintang Akbar Pratama, Bimo Gusti Pangestu, dan Cahya Utama Purwanegara yang didanai dari dana hibah Kemenristek Dikti ini akan diikutkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa tahun 2017. (ard/doc)

 

Hasil Uji Coba

Hasil uji coba lapangan yang telah dilaksanakan menandakan perangkat ELANG sudah dapat memberikan hasil yang sesuai dengan BWD manual dan sudah dapat memberikan rekomendasi pemupukkan untuk lahan sawah per 1 hektar. Pengujian dilakukan di daerah Sedayu (Bantul), Prambanan (Sleman), dan Berbah (Sleman). Dari pengujian tersebut sample diambil 5-10 titik dalam 1 lahan sawah.

Berikut hasil pengujian yang telah dilaksanakan.

 

Pengujian Lapangan 1 (7 Mei 2017)

Keterangan:

Lokasi pengukuran: Sawah di daerah Sedayu (Agrorejo)

Jenis padi yang digunakan: Ciherang

Penggunaan pupuk kompos: Menggunakan pupuk kompos

Rata-rata panen: >8 Ton/Ha

 

Pengujian Lapangan 2 (21 Mei 2017)

Keterangan:

Lokasi pengukuran: Sawah di daerah Prambanan

Jenis padi yang digunakan: Bagadut

Penggunaan pupuk kompos: Tidak menggunakan pupuk kompos

Rata-rata panen: <5 Ton/Ha

          

Pengujian Lapangan 3 (21 Mei 2017)

Keterangan:

Lokasi pengukuran: Sawah di daerah Berbah, Sleman

Jenis padi yang digunakan: 64

Penggunaan pupuk kompos: Tidak menggunakan pupuk kompos

Rata-rata penen: <5 Ton/Ha

 

Proses Pembuatan Alat

Perakitan Alat:

Susunan Alur Perakitan Alat

 

Alat dan Bahan:

Alat yang dibutuhkan dalam pembuatan ELANG sebagai berikut:

Solder, gondorukem, timah, gergaji, tang jepit dan tang potong, glue gun, bor dan mata bor 5 mm.

 

Bahan yang digunakan dalam pembuatan sebagai berikut:   

  1. Komputer PC/Laptop
  2. Mini Komputer Oddroid C2
  3. LCD Touchscreen 3,5 Inch
  4. Webcam Logitech
  5. Battery Rechargeable
  6. Ubec 5V-3A
  7. LED Strip
  8. Bagan Warna Daun (BWD)

Seribu Takjil Disediakan di Islamic Center UAD

Menjelang Maghrib, seperti Ramadan sebelumnya, Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jl. Ringroad Selatan, Baguntapan, Bantul, dipenuhi pengunjung. Ada yang khusus untuk foto-foto di depan masjid, ada yang shalat dan ngaji, ada pula yang menunggu buka bersama.

Selama Ramadan, UAD menyediakan takjil. Sohaibun Febrianto, salah satu panitia mengatakan bahwa sejak hari pertama, 1000 takjil yang disediakan panitia selalu habis. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda Ramadan di Kampus (RDK) yang diselenggarakan oleh Islamic Center UAD.

Alhamdulillah, sejak hari pertama Ramadan, pengunjung selalu penuh sampai di teras masjid. Sebanyak 1000 takjil, bahkan biasanya kami lebihkan, selalu habis,” jelas pria yang akrab dipanggil Sohaib itu saat ditemui di Islamic Center Senin (29/05/2017).

Pria yang juga anggota IMM tersebut menambahkan, 1000 takjil gratis ini disediakan tidak hanya untuk mahasiswa UAD saja, tetapi juga untuk khalayak umum.

“Bagi yang ingin bergabung, bisa datang sebelum jam lima. Lebih dari jam segitu, biasanya takjil tinggal sedikit,” himbau Sohaib.

Setiono, salah satu pengunjung berkomentar bahwa kegiatan ini menyenangkan dan sangat bermanfaat.

“Sebagai mahasiswa rantau, saya cukup senang dengan kegiatan ini. Karena selain mendapat takjil, saya juga mendengarkan taushiyah menjelang berbuka,” terang mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UAD yang sedang menempuh skripsi tersebut. (stt)    

 

 

 

16 Program Kreativitas Mahasiswa UAD Didanai Kemenristek Dikti

Tahun 2017, sebanyak 16 Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mendapat dana hibah dari Kemenristek Dikti. Total dana yang diterima sekitar 142 juta.

Menurut keterangan Drs. Hendro Setyono, S.E.,M.Sc., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa), dari 16 PKM tersebut akan diseleksi lagi beberapa yang layak untuk diikutkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

“Tahun ini, PKM dari UAD yang didanai Kemenristek Dikti cenderung menurun dari tahun sebelumnya. Tetapi, secara kualitas lebih bagus. Hal ini mungkin disebabkan adanya pemangkasan hibah dana penelitian dari Kemenristek Dikti,” ujar Hendro.

Sejak 2016, setiap program studi di UAD diberikan kebebasan untuk melaksanakan klinik proposal PKM kepada mahasiswa. Langkah ini diambil sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas PKM.

“Pengadaan klinik ini sangat membantu mahasiswa dalam proses penyusunan PKM. Dosen pembimbing menjadi reviewer dan bisa memberikan masukan serta mengoreksi kesalahan-kesalahan mendasar yang biasanya dilakukan mahasiswa,” jelas Hendro ketika ditemui di Kantor Bimawa Selasa (20/5/2017).

Dari penjelasan Hendro, rencananya ada 5 PKM yang akan diikutkan dalam Pimnas 2017. Setiap tahun, rata-rata ada 3 PKM UAD lolos ke Pimnas. Sebagai universitas yang aktif mengikuti Pimnas, UAD terus berbenah untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas penelitian mahasiswanya. (ard)

Mahasiswa UAD Ciptakan Alat Pendeteksi Defisiensi Nitrogen pada Tanaman Padi

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) berhasil menciptakan alat pendeteksi defisiensi nitrogen pada tanaman padi.

Alat yang diberi nama Easy Leaf Analyses Nitrogen (ELANG) diprakarsai oleh tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UAD. Mereka adalah Bintang Akbar Pratama sebagai ketua tim, Bimo Gusti Pangestu, dan Cahya Utama Purwanegara. Tim ini dibimbing oleh Aditha Sri Prabakusuma, S.P.,M.Sc., dosen Teknik Pangan UAD.

Tujuan diciptakannya ELANG untuk mendeteksi defisiensi nutrisi nitrogen yang ada pada daun padi. Pendeteksian ini guna mempermudah petani dalam pengendalian pemupukan yang biasanya dilakukan berdasarkan feeling. Untuk mendapatkan hasil panen maksimal, salah satu yang perlu dilakukan adalah takaran penggunaan pupuk, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.

Dengan menggunakan ELANG, petani diberikan kemudahan dalam pengecekan defisiensi nutrisi nitrogen daun padi. Ini karena saat pengambilan gambar, berjalan secara real time dan langsung menampilkan hasil defisiensi nutrisi nitrogen serta memberikan informasi mengenai rekomendasi pemupukan. Tepatnya ketika obyek daun ditangkap kamera.

Perangkat ini tersusun dari perangkat keras (webcam, minicomputer, LCD screen, mainbox) dan perangkat lunak yang mengaplikasikan Decision Support System (DSS) dan metode Open-CV. DSS memberikan informasi mengenai pemupukan yang akurat dan dapat diakses secara langsung. (ard/doc)

 

 

Raih Juara I Monolog: JAB Rekonstruksi Mindset

Faturrahman Ramadhan, sutradara naskah “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan” adaptasi Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB) yang dipentaskan pada lomba monolog PSM PTM 2017 lalu, mengemukakan bahwa JAB tengah merekonstruksi mindset dalam berlomba.

“Saya rasa, semuanya, teman-teman perlu mengubah mindset dalam menghadapi perlombaan. Memang tidak mudah mempertahankan peringkat juara, tetapi jangan sampai itu membuat alasan mengikuti lomba hanya untuk mendapat juara. PSM PTM 2017 kemarin, mindset kami sudah bukan lagi pulang bawa piala, tapi lebih dari itu, yakni harus menampilkan yang terbaik. Toh, nanti juri dan penonton dapat menilai,” jelasnya.

Dengan mindset tersebut, tim yang digawangi oleh Faturrahman Ramadhan (sutradara), Rizki Ramdani (aktor), Farid Arifin (lighting), Dwi Rahayu (make-up dan kostum), Dodi Ari Wibodo dan Ahmad Fauzi (setting), berhasil meraih peringkat pertama dalam lomba monolog PSM PTM 2017 lalu. Usaha dalam menyuguhkan penampilan terbaik tidak mereka lakukan secara instan.

Persiapan naskah dilakukan dua bulan sebelum perlombaan. Dari ketiga judul yang menjadi pilihan, tim memilih naskah cerpen Kuntowijoyo yang berjudul “Anjing-anjing Menyerbu Kuburan. Fatur menjelaskan naskah cerpen tersebut adalah naskah yang paling pas dengan kondisi masyarakat saat ini. Sifatnya yang general sangat pas mengingat isu-isu politik dan agama yang sangat sensitif belakangan ini. Hal tersebut coba mereka sisihkan terlebih dahulu.

Selama dua bulan, Teater JAB mengadaptasi dan mematangkan naskah tersebut. Akhirnya, perbedaan naskah cerpen dan monolog terdapat pada sudut pandang yang digunakan.

“Kalau di cerpen itu, seperti Kuntowijoyo yang bercerita. Nah, dalam adaptasi naskah monolog oleh Teater JAB, kami rekonstruksi menjadi seekor anjing yang bercerita dari dunia anjing. Namun, tentu ciri khas Kuntowijoyo tetap dipertahankan,” jelas Fatur.

Selain naskah, aktor monolog yakni Rizki Ramdani, juga dipersiapkan dengan latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Mahasiswa asal Lombok Tengah itu memiliki kesulitan pada intonasi bicaranya yang khas dengan dialek Lombok. Kemudian hal itu disiasati dengan membiasakan berbicara bahasa Jawa dan mendengarkan lagu-lagu Jawa.

“Saya sudah tiga kali pentas bersama JAB. Pertama saat Studi Pentas, berperan sebagai Pak Bongkok dalam naskah “Ulung Para Pemulung”. Kedua, saat pentas naskah “Yang Maha Binatang”, menjadi tokoh si kambing dan yang ketiga menjadi si anjing dalam naskah “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan”. Dalam mendalami karakter yang dimainkan, saya mengadaptasikan karakter-karakter yang pernah saya pelajari ke dalam monolog,” tutur Rizki. (dev)

Sebelum Lulus, Mahasiswa UAD Diberi Bekal Bisa Ngaji

“Mahasiswa jangan hanya pandai di akademis, tapi juga dapat memahami agama. Apabila diterjunkan ke masyarakat, mereka akan lebih siap,” kata Ustadz Ngisom salah satu pembimbing membaca al-Qur’an sekaligus pengajar di SD Muhammadiyah Karangkajen 04 saat ditemui Rabu (24/05/2017).

Setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 07.00-16.30 WIB, Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jl. Ringroad Selatan, Banguntapan, Bantul, selalu dipenuhi oleh aktivitas mahasiswa yang sedang melakukan bimbingan mengaji atau Tahsin. Kegiatan rutin yang digagas oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD tersebut merupakan upaya UAD untuk memberikan bekal kepada mahasiswa.

Triyono salah satu peserta bimbingan mengatakan senang dengan kegiatan ini. Ia mengaku awalnya sedikit terpaksa dan hanya tertuntut urusan akademis.

“Tapi setelah dijalani, tidak begitu berat. Mulanya saya tidak bisa, kini pelan-pelan sudah mulai dapat membaca al-Qur’an,” terang mahasiswa Prodi Manajemen itu. (stt)

Workshop Make Up dan Ajang Silaturahmi Teater Kampus se-Yogyakarta

Teater Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjadi tuan rumah workshop make up Omah Teater Jogja (Omtejo) di kampus 2 UAD Jl. Pramuka 42 Yogyakarta, Kamis (25/05/17).  Workshop ini dimulai pukul 10.00 s/d 15.00 WIB. Dhani Brain selaku pemateri memberikan tiga pengenalan teknik make up teater, yaitu make up realis, non-realis, dan special effect.

Acara ini terselenggara atas kerja sama teater UAD yang meliputi Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), Teater Pebei, dan Teater 42, dengan Omtejo.

Ramadan, selaku koordinator Omtejo menerangkan bahwa saat ini sudah ada tiga puluhan teater kampus yang bergabung dengan Omtejo.

“Kurang lebih sudah ada tiga puluhan lebih teater kampus yang bergabung dengan Omtejo. Itu pun sifatnya fleksibel. Sebagai ruang diskusi, kami tidak mengikat anggota,” jelas Ramadan yang juga merupakan anggota Teater Eska UIN Sunan Kalijaga ini.

Nurmansyah selaku koordinator acara menambahkan, acara ini merupakan rangkaian agenda workshop Omtejo.

“Acara ini merupakan agenda workshop Omtejo, kebetulan saat ini bertempat di UAD,” terang anggota Teater JAB dan mahasiswa PBSI itu.

Ia berharap, workshop yang diselenggarakan dapat menambah ilmu di khazanah teater sekaligus mempererat silaturahmi teater kampus se-Yogyakarta.

Selain dari regional Yogyakarta, workshop kali ini juga diikuti oleh perwakilan kelompok dari Purwokerto dan Solo. (Stt)