Tim Ecosiculin Candle Temukan Dosis Atsiri Kemangi yang Tepat

Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok PKM-PE tentang Ecosiculin Candle telah berhasil menemukan dosis minyak atsiri daun kemangi yang tepat untuk pembuatan lilin aroma terapi pencegah nyamuk.

Pada uji coba pertama, minyak atsiri kemangi yang digunakan hanya 1,3 ml. Pada uji kedua, takaran minyak atsiri ditambah menjadi 5 ml. Tim membagi penggunaan minyak atsiri pada level 50%, 75%, dan 100%.

Level 50% artinya 2,5 ml minyak atsiri daun kemangi diencerkan dengan 2,5 ml etanol 96%. Level 75%, menggunakan 3,75 ml minyak atsiri daun kemangi diencerkan dengan 1,25 ml etanol 96%. Kemudian pada 100%, 5 ml murni minyak atsiri daun kemangi.

Hasil yang didapatkan dari ketiga level tersebut menunjukkan bahwa minyak astiri pada level 50% (2,5 ml minyak atsiri) mampu menolak nyamuk selam lebih dari 20 menit.

Formula yang dipakai dalam uji coba kedua hampir sama dengan uji coba pertama, hanya berbeda dalam penggunaan dosis minyak atsiri daun kemangi. Pada uji coba kedua, nyamuk yang digunakan sebanyak 10 ekor, dengan suhu ruangan antara 24-32°C dan kelembaban 80°.

Menurut ketua tim, Zayyana, penambahan minyak atsiri ditujukan untuk menemukan formula yang tepat agar Ecosiculin Candle dapat menjadi lilin aroma terapi yang dapat menjadi repellent nyamuk. (ard/doc)

UAD FC Tekuk Tim Porda Bantul 2017

Universitas Ahmad Dahlan Football Club (UAD FC) menang dengan skor meyakinkan (2-0) saat melakukan pertandingan uji coba melawan tim Porda Bantul 2017. Dua gol UAD FC diciptakan oleh Isma dan Jumarno di penghujung babak kedua.

Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Rabu (14/6/2017), UAD FC membawa hampir semua pemainnya. Di babak pertama, pertandingan terkesan monoton, tidak banyak peluang yang diciptakan oleh kedua tim.

Mengandalkan pemain muda, Tim Porda Bantul 2017 justru lebih banyak menekan UAD FC di babak pertama. Tekanan itu membuat pemain UAD FC beberapa kali melakukan blunder yang sebenarnya tidak perlu.

Setelah paruh pertama, Sudarmaji selaku pelatih UAD FC, mengganti hampir semua pemain kecuali kiper. Ada beberapa nama baru yang akan memperkuat tim untuk mengarungi putaran dua Liga Nusantara (Liga 3 PSSI).

Di babak kedua, UAD FC tampil trengginas dengan mengandalkan kecepatan para pemainnya. Terbukti tercipta beberapa peluang emas, tetapi gagal dikonversi menjadi gol.

Menjelang akhir pertandingan, melalui skema serangan balik, Isma yang lolos dari jebakan offside berhasil mengecoh kiper dan menceploskan gol. Selang beberapa menit kemudian, umpan silang pemain UAD FC dari sisi kiri pertahanan tim Porda Bantul 2017 berhasil disundul oleh Jumarno yang mengubah skor menjadi 2-0.

Pasca pertandingan, Sudarmaji mengevaluasi bahwa anak asuhnya mengalami penurunan fisik. Ia mengharapkan timnya memiliki kesadaran untuk terus mempertahankan kebugaran.

“Menjaga fisik di bulan puasa dan lebaran memang cukup sulit, apalagi anak-anak banyak yang disibukkan dengan kegiatan kampus. Saya ingin anak-anak terus menjaga fisik dan kebugaran. Nanti saya akan memberi pekerjaan rumah untuk mereka agar fisik tetap terjaga,” tandasnya. (ard)

Jihad Kebudayaan Muhammadiyah

Hari terakhir pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Senin (12/6/2017), menghadirkan empat pembicara dengan dua tema berbeda.

Pengajian pertama dengan pembicara Drs. Sukriyanto, AR., M.Hum., dan Drs. Tafsir, M.Ag., mengangkat tema “Jihad Kebudayaan dalam Mewujudkan Kedaulatan dan Keadilan”. Pada sesi kedua, Pradana Boy ZTF, Ph.D., dan Wawan Gunawan AH, L.C., M.Ag., membicarakan tentang “Desain Jihad Muhammadiyah di Tengah Masyarakat Majemuk”.

Secera teoretis, jihad dapat diartikan melaksanakan aktivitas atau kegiatan dengan sungguh-sungguh, sekuat tenaga, dan totalitas. Dari pespektif Islam, jihad adalah berjuang secara total serta habis-habisan untuk mewujudkan agama Islam, ajaran, dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan untuk mencari ridha Allah.

Jihad dapat dilakukan dengan harta benda (amwal) dan nyawa, jiwa, diri (anfus). Salah satu perjuangan jihad kebudayaan Muhammadiyah adalah budaya profetik. Budaya profetik atau sering disebut budaya kenabian mengandung nilai humanis, liberasi, dan transendensi.

Salah satu tujuan jihad Muhammadiyah adalah amar makruf nahi munkar. Tujuan dakwah ini untuk meninggikan martabat manusia dengan tidak berbuat kerusakan (fasid) dan tidak menumpahkan darah (yasfiku ad dima’), untuk kemuliaan Islam dan mencarai ridha Allah.

Untuk mewujudkan keberlangsungan dan kesuksesan jihad keudayaan, diperlukan kader dengan sumber daya manusia (SDM) yang kuat seperti seniman-budayawan yang memahami agama, dan ulama-mubaligh yang paham seni dan budaya.

Salah satu cara yang dapat ditempuh Muhammadiyah untuk menyiapkan kader yang memiliki SDM tinggi adalah dengan cara membuka program studi (prodi) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) ataupun sekolah-sekolah yang erat kaitannya dengan seni budaya.

Cara lain yang dapat ditempuh yakni dengan membuka pesantren budaya, sekolah seni, pusat pendidikan dan latihan seni, sanggar budaya, juga pusat penelitian kajian dan pengembangan seni budaya profetik. Hal penting yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas SDM ini adalah dengan melibatkan kader muda Muhammadiyah, utamanya mahasiswa. (ard/doc)

PWM DIY Selenggarakan Pengajian Ramadan di UAD

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan pengajian Ramadan 1438 H di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Pengajian ini berlangsung selama 3 hari terhitung sejak Sabtu (10/6/2017) sampai Senin (12/6/2017), yang bertempat di auditorium kampus 1 UAD, Jl. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta.

Pengajian ini mengangkat tema “Jihad Muhammadiyah untuk Keadilan dan Kedaulatan Ummat”. Dalam rangkaiannya, hadir beberapa pembicara dengan berbagai materi yang berbeda.

Pada acara pembukaan, sebagai tuan rumah, Rektor UAD, Dr. H. Kasiyarno, M.Hum. menyambut gembira kehadiran para peserta pengajian. Ia menyampaikan bahwa UAD telah membuka program studi baru, yakni pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Saya berharap Bapak Ibu sekalian ada yang berminat melanjutkan studi di Pascasarjana PAI UAD. UAD akan kepada memberi potongan biaya 50% bagi pendaftar tahun pertama program studi baru ini,” jelas Kasiyarno.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa UAD mendapat kepercayaan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk membangun Museum Muhammadiyah. Rencananya, museum ini akan dibangun di kampus 4 UAD, Jl. Ringroad Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Kasiyarno menyerahkan bantuan kepada guru PAUD dan TK Aisyah se-DIY senilai 400 juta rupiah. Ia juga memberikan bantuan untuk Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wonosobo Tanjungsari Gunungkidul berupa mobil baru dan tunjangan gaji guru.

Di sisi lain, Gita Danu Pranata, S.E., M.M. selaku Ketua PWM DIY berharap semoga selama tiga hari, peserta pengajian tetap bersemangat sehingga mendapat pencerahan untuk kemajuan Muhammadiyah dan umat Islam. (ard)

Panggung Terbuka Teater UAD, Guyub Nyeni

Teater Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menggelar pentas pertunjukan kolaborasi yang melibatkan beberapa Lembaga Semi Otonom (LSO) zona dua UAD. Panggung terbuka bertema 'Guyub Nyeni' ini digagas oleh Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB), Teater PeBei, dan Teater 42.

Dari penjelasan ketua panitia, Yusuf Ari Aji Pamungkas dari Teater PeBei, tujuan diadakannya panggung terbuka ini untuk mengumpulkan LSO yang ada di zona dua.

"Panggung terbuka ini ditujukan untuk ajang silaturahmi antar LSO dan berproses bersama. Belakangan, gairah berproses mahasiswa dalam bidang kesenian terkesan lesu," ujarnya.

Acara yang dihelat di hall kampus 2 UAD, Jl. Pramuka 42 Yogyakarta, Jumat (9/6/2017) menampilkan beberapa grup dan solo yang menyuguhkan pertunjukan seperti pembacaan puisi, musik, tari, dan drama.

Yusuf berharap acara ini dapat mengasah minat dan bakat, serta menggali potensi mahasiswa UAD untuk terus berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. (ard)

UAD Beri Bantuan Mobil dan Uang 400 Juta

Melalui pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan secara simbolis bantuan kepada guru SD, PAUD, dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM). UAD memberi bantuan 400 juta rupiah untuk guru SD dan PAUD DIY, serta memberikan bantuan mobil ke MIM Muhammadiyah Gunungkidul.

Dr. Kasiyarno., M.Hum. dalam sambutannya berharap bantuan tersebut digunakan dengan sebaik mungkin. “Hanya itu yang bisa kami bantu. Semoga bermanfaat,” ucapnya saat memberikan kunci mobil simbolis kepada perwakilan MIM Gunungkidul, Sabtu (10/6/2017).

Setiap tahun, UAD memberikan bantuan kepada guru SD dan guru PAUD di acara pengajian PWM. Tahun lalu, UAD memberikan bantuan 350 juta.

“Selain ada tambahan angka, tahun ini UAD juga memberikan bantuan mobil dan gaji kepada guru MIM Gunungkidul,” tambah Kasiyarno.

 Acara yang berlangsung di auditorium kampus 1 UAD tersebut dihadiri oleh perwakilan PWM se-DIY. Acara ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu Sabtu-Senin 10-12 Juni 2017.

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar UAD

Dan di antara manusia ada yang mengorbankan jiwanya semata-mata untuk mencari ridha Allah, dan Allah sangat memahami hambanya. (Q.S. al-Baqarah: 207)

“Orang munafik masuk dari satu pintu kemudian keluar dari pintu lain. Ia mengaku Islam, tetapi di hatinya menyembunyikan keingkaran atas imannya. Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman.” Begitulah yang disampaikan H. Drs. Yusuf A Hasan, M.Ag. dalam ceramahnya.

Ia menyampaikan ceramah pada acara buka puasa bersama keluarga besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kamis (8/6/2017). Acara ini diselenggarakan di kampus 3 UAD dan masih dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK) UAD.

Turut hadir dalam acara tersebut Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum., beserta wakil rektor, serta dosen dan karyawan UAD.

Dalam ceramahnya, Yusuf menggunakan Q.S. al-Baqarah: 204-208 sebagai dasar untuk menjelaskan tentang orang-orang munafik.

“Mereka, orang munafik, berjalan menuju satu tujuan yang salah. Tetapi, mereka akan marah apabila diingatkan. Munafik itu ‘penyakit kesasar’. Orang semacam ini tidak sadar kalau kesasar,” jelasnya tegas.

Di akhir penjelasannya sebelum berbuka puasa, Yusuf menegaskan bahwa sekarang orang-orang sedang berada di persimpangan jalan. Setiap orang harus memantapkan diri, meyakinkan diri akan menuju persimpangan yang membawa pada kemunafikan atau pada jalan yang diridhai Allah Swt. (ard)

Studi Kewirausahaan Adakan Wirausaha Ramadan

Kelompok Studi Kewirausahaan (KS KWU) adalah sebuah kelompok belajar mahasiswa yang mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu kewirausahaan yang didapat di bangku kuliah. Kelompok tersebut diharapkan bisa dijadikan tempat untuk belajar bersama.

Salah satu tujuan dari KS KWU ini mengenal usaha melalui pengalam langsung dalam berjualan, seperti pada Slogan KS KWU “Yang penting memulai, bukan modal, apalagi takut gagal”.

KS KWU sudah lama berjalan. Namun, beberapa tahun belakangan ini sempat terhenti karena beberapa faktor, sehingga sekarang diadakan kembali atau me-restart, tepatnya pada April 2017 lalu. KS KWU dinaungi oleh Prodi Teknik Industri dengan dosen pembimbing Endah Utami, S.T., M.T. dan Jeffry Faizal Noer selaku ketua KS KWU, dibantu dengan 9 pengurus atau staf lainnya yang berada di posisi wakil ketua, sekretaris dan bendahara (sekben), serta divisi internal dan devisi eksternal.

 Wirausaha Ramadan ini merupakan bagian program kerja perdana yang dilaksanakan. KS KWU memulai dari tanggal 29 Mei 2017 sampai 17 Juni 2017, yang berlokasi di sebelah selatan Alfamart jalan Glagahsari, Warungboto, Umbulharjo. Wirausaha Ramadan berupa kegiatan berwirausaha atau berjualan untuk menu berbuka puasa, seperti berjualan makanan dan minuman. Jeffry berharap acara ini menjadi stimulan bagi anggota dan ketagihan dalam berwirausaha.

KS KWU memiliki anggota 14 kelompok, dalam 1 kelompok terdiri atas 2 sampai 5 orang dengan rincian 2 kelompok dari angkatan 2016, 2 kelompok gabungan dari angkatan 2015 dan 2014, serta 10 kelompok dari angkatan 2014. Pengurus memang tidak ikut andil dalam proses berjualan, tetapi ikut membantu dalam mengurus perizinan tempat dan membantu mengkoordinasikan setiap kelompok mulai dari persiapan hingga pada saat jualan berlangsung.

 Setiap kelompok diharapkan berjualan untuk setiap sorenya, yang dimulai dari pukul 15.30 sampai 17.30 WIB. Beberapa menu yang disediakan oleh anggota KS KWU adalah minuman es rumput laut naga, es buah, es sari kacang hijau, dan es naco. Sementara untuk makanan atau cemilan berupa banana krezz, seblak, bakso pedas, rujak mie, capcay tepung, gorengan gohan, mie pedas, dan puding susu.

Setelah Panglima TNI, Giliran Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Isi Ceramah di Islamic Center UAD

“Di dunia ini tidak ada peradaban yang kaya dan yang miskin, yang ada hanyalah peradaban yang diurus dan tidak diurus dengan baik,” terang Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Danhil Anzar Simanjutak, S.E.,M.E. saat memberikan ceramah di masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Selasa (6/6/2017).

Dalam ceramahnya, ia juga menjelaskan bahwa hakikat agama sebenarnya adalah akhlak yang baik. Maka dari itu, simbol dari modernisasi atau kemajuan bukan pada pembangunan, tetapi berada di akal dan nurani yang baik.

“Orang pintar banyak, tapi banyak juga yang tidak berakhlak dan beretika. Maka dari itu, poin pertama memaknai kemajuan adalah akhlak,” lanjutnya kepada jamaah yang hadir.

Edi, salah satu jamaah merespons dengan baik acara ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Sudah empat kali ini saya datang, dan pematerinya bagus-bagus. Dua hari yang lalu ada Jenderal TNI Gatot, hari pertama ada Bapak Amin Rais. Alhamdulillah, sambil menyelam minum air, dapat ilmu di luar kuliah,” terang mahasiswa Program Studi Ekonomi tersebut saat dimintai komentar. (Stt)

Ekosiculin Candle: Beralih ke Insektisida Botani

“Ekosiculin Candle atau lilin pencegah (repellent) nyamuk Aedes aegypti yang kami buat menggunakan ekstrak daun kemangi. Daun kemangi ini merupakan salah satu insektisida botani,” ujar Zayyana, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-PE) dari Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Bersama dengan 4 rekan lainnya, Zayyana Septya Ramadani mendapat dana hibah dari Kemenristek Dikti untuk membuat lilin dengan memanfaatkan daun kemangi sebagai bahan dasar pembuatan obat anti nyamuk yang ramah lingkungan.

“Selama ini, banyak obat nyamuk yang menggunakan insektisida berbahaya. Penggunaan insektisida ini dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan resistensi nyamuk terhadap insektisida,” lanjut Zayyana.

Dari penjelasannya ketika ditemui di kampus 3 UAD, prinsip dasar yang harus dipahami semua orang ketika menggunakan obat nyamuk adalah bahwa zat yang dipakai bersifat racun.

“Bisa dikatakan tidak ada racun yang benar-benar aman. Untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan, diperlukan pengendalian alternatif dengan cara mencari bahan aktif biologis dari tanaman atau sumber daya hayati lainnya yang dapat digunakan sebagai insektisida botani.”

Tumbuhan merupakan salah satu sumber yang kaya akan berbagai jenis senyawa kimia potensial yang bisa dikembangkan menjadi insektisida botani, misalnya sebagai repellent nyamuk. Repellent nyamuk dapat diambil dari tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri.

Minyak atsiri dihasilkan oleh kelenjar khusus dari tanaman yang memiliki bau khas dan khasiat tinggi sehingga dapat bersifat sebagai repellent nyamuk. Repellent adalah bahan kimia yang salah satu fungsinya menjauhkan serangga dari manusia, sehingga dapat meminimalisir kontak antar manusia dengan serangga. (ard/doc)