HMPS PBSI UAD Adakan Buka Bersama di Panti Asuhan

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (HMPS PBSI UAD), adakan buka bersama di Panti Asuhan Al-Furqon,  Gedongan, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (4/6/2017).

Selain buka bersama, kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Mahabah dalam Syahdunya Ramadan”  juga diisi ceramah oleh Ustadz Agus Sutejo. Selain ceramah ada pula pentas seni anak-anak panti, dan penampilan Musikalisasi Puisi oleh Teater Jaringan Anak Bahasa (JAB).

Alhamdulillah, Anak-anak di sini sangat antusias dan ceria mengikuti acara,” terang Uky Eji Anggara selaku ketua HMPS PBSI UAD.

Uky, begitu panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja Divisi Kerohanian HMPS PBSI. Dalam acara tersebut, turut hadir juga sekretaris Program Studi PBSI Roni Sulistiyono, S. Pd., M.Pd. dan Dosen Yosi Wulandari S.Pd., M.Pd.

“Semoga ke depan dapat mempererat tali silaturahmi antarsesama umat muslim,” lanjut Uky menyampaikan harapannya. (Stt)

Kader Muhammadiyah Harus Berintegritas dan Produktif

“Dakwah Muhammadiyah harus membawa pesan yang memajukan.” Begitulah yang disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E.,M.E., Ketua Pemuda Muhammadiyah. Ia menjadi penceramah pada pengajian yang diselenggarakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Selasa (6/6/2017), dalam rangkaian Ramadan di Kampus (RDK).

Dahnil menjelaskan, yang disebut berkemajuan letaknya pada individu yang memiliki akal sehat dan nurani bersih, atau bisa dikatakan berakhlak baik. Individu Muhammadiyah berkemajuan diperoleh dari jalan dakwah.

“K.H. Ahmad Dahlan memilik cara tersendiri untuk menciptakan individu berkemajuan. Ia mempersiapkan kader Muhammadiyah melalui mimbar pengajian dan pendidikan,” jelasnya.

Ada dua prinsip untuk mencapai individu berkemajuan, seperti yang telah disepakati dalam tanwir pemuda Muhammdiyah 2016 di Cipondoh, Kota Tangerang. Prinsip pertama merawat integritas dan yang kedua meninggikan produktivitas.

“Integritas itu akhlak yang baik. Kader Muhammadiyah harus memiliki itu, karena saat ini Indonesia minim orang-orang berintegritas,” tukas Dahnil.

Ketua Pemuda Muhammadiyah tersebut juga menjelaskan, dalam beragama, seseorang tidak boleh hanya paham perihal syariat saja. Sebab, akhlak juga sangat penting. Akhlak bagi kader Muhammadiyah adalah poin pertama dalam beragama, terutama ketika memaknai individu berkemajuan. Selain itu, kader Muhammadiyah juga harus produktif, artinya harus percaya dengan kemampuan sendiri.

Pada sesi akhir pengajian, hal yang harus digarisbawahi menurut Dahnil adalah standar moral Muhammadiyah harus terus ditinggikan.

“Akhlak yang baik adalah benteng yang kuat terhadap banyaknya gempuran. Akhlak yang baik dapat mewujudkan Islam yang berkemajuan.” (ard)

Rektor UAD Tandatangani MoU dengan OJK

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta resmi bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah kedua belah pihak menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), Senin (5/6/2017). Penandatanganan itu berlangsung di ruang sidang utama kampus 1 UAD Jl. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut beberapa perwakilan mitra UAD yang bergerak di bidang keuangan serta Prof. Dr. Lincolyn Arsyad, M.Sc., Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebagai saksi penandatanganan MoU UAD dan OJK.

Fokus kerja sama kedua belah pihak meliputi pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, dan perlindungan konsumen di sektor keuangan. Dr. Kasiyarno, M.Hum. selaku Rektor UAD menyampaikan, dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara UAD, OJK, dan mitra kerja lainnya.

“Khusus untuk usaha di perbankan, yang terkait jasa keuangan, nanti kami minta bimbingan dari OJK, baik pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, ataupun perlindungan konsumen di sektor keuangan. Saya kira banyak kepentingan yang nantinya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk membangun UAD,” jelas Kasiyarno.

Tidak hanya itu, Kasiyarno juga menyampaikan bahwa perguruan tinggi swasta (PTS) tidak boleh mengandalkan keuangan dari mahasiswa.

“UAD akhir-akhir ini berkeinginan untuk mengembangkan sektor-sektor yang mendukung keuangan. Beberapa sudah diupayakan dan cukup berhasil. UAD coba memenuhi 65% keuangan secara mandiri, dan tidak bergantung pada uang mahasiswa,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah melek keuangan.

“UAD sebagai salah satu kampus ternama harus turut andil mengembangkan lembaga keuangan mikro di daerah. Akan lebih bagus lagi jika dikembangkan di desa binaan UAD,” tegas Muliaman.

Menurutnya, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memberdayakan ekonomi di masyarakat adalah dengan memanfaatkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa terlebih dahulu dibekali pengetahuan tentang ilmu keuangan, kemudian mentransfer ilmunya ke masyarakat. Dari MoU ini, memungkinkan UAD untuk bekerja sama dengan OJK Yogyakarta terkait KKN dengan tema keuangan. (ard)

Sebulan Penuh Komunitas Gending Bahana Tampil di ADiTV

“Kami dalam satu bulan ini tergabung di acara Ramadan Di Jogja (RDJ) ADiTV  yang bersinergi dengan host Plat AB Jogja,” terang Alfad selaku Ketua Komunitas Karawitan Gending Bahana yang berdiri di bawah Fakultas Sastra Universitas Ahmad Dahlan (UAD)  saat ditemui, Jum’at (02/06/2017).

Acara RDJ tayang live setiap hari selama Ramadan dari pukul 16.00-17.30 WIB.  Dalam acara tersebut, Gending Bahana berperan sebagai pemusik yang  memainkan jingle dan mengiringi saat narasumber bercerita dengan iringan latar  menggunakan gender.

“Di setiap episode, biasanya kami lakukan rolling pemain. Di samping itu, para pemain juga selalu dituntut kreatif, karena di setiap episode harus memainkan lagu yang berbeda dari sebelumnya,” jelas pria yang  menempuh kuliah di Program Studi Sastra Inggris UAD tersebut. (Stt)     

 

Pengajian Kebangsaan: Lebih 3000 Jamaah Membanjiri Islamic Center

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri atas tiga lantai dan dapat menampung kurang lebih 2000 jamaah, ternyata tidak cukup menampung antusias jamaah yang hadir di acara pengajian kebangsaan yang menghadirkan pembicara Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Minggu (04/06/2017). Untuk mengantisipasi antusias pengunjung, panitia menyiapkan dua  proyektor di teras atas dan bagian bawah masjid.

Pengajian tersebut mengambil tema “Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Semangat Patriotik Generasi Muda dalam Menjaga NKRI”, dengan berdurasi kurang lebih satu setengah jam. Dalam ceramahnya, Gatot Nurmanto menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama umat beragama agar  tidak mudah terpecah belah.

“Jangan sampai kita dipecah belah dengan konflik antar agama ataupun sesama muslim sendiri. Kalau tidak waspada, kita akan hancur,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perlu meneladani Jenderal Soedirman yang taat beribadah dan segenap hati mengabdi kepada NKRI.

“Jawaban Jenderal Soedirman ketika ditanyai mengenai jihad yakni, yang pertama saya berwudhu, yang kedua saya tepat shalat 5 waktu, dan yang ketiga segala yang saya lakukan untuk NKRI tanpa maksud lain di luar itu,” lanjutnya.

 “Indonesia mempunyai kader Muhammadiyah yang taat pada agama dan peduli perkembangan bangsa,” imbuhnya di hadapan ribuan yang hadir. (stt)  

Nikah Gratis: 30 Pasang Pengantin Bulan Madu di Hotel Berbintang

“Mulai dari biaya nikah, cincin kawin, mahar, kostum, tata rias, dan bulan madu di hotel berbintang, kami sediakan gratis,” jelas Arum selaku ketua panitia saat ditemui.

Sebanyak 30 pasangan menjadi peserta Nikah Bareng Ramadan Berkah di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Minggu (04/06/2017). Tiga belas pasangan yang melangsungkan akad nikah merupakan peserta yang lolos seleksi dari 70 peserta yang mendaftar.

Alhamdulillah, antusiasnya cukup banyak. Hanya saja banyak peserta yang tidak lolos secara administrasi. Karena ini pernikahan yang syar’i, semuanya harus jelas track record-nya. Mulai dari wali, surat cerai bagi yang mau menikah lagi, dan identitasnya,” lanjut Arum.

Adapun 17 pasangan difabel yang sebelumnya sudah menikah tetapi belum melakukan tasyakuran, juga turut serta dalam acara ini.

“Mereka yang dulu menikah tapi belum melaksanakan tasyakuran, maka di kesempatan dan bulan baik ini, kami beri kesempatan mereka untuk merasakan kebahagiaan.”

Dr. H. Kasiyarno, M.Hum. selaku rektor UAD menerangkan, acara ini merupakan perwujudan dari salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap, dari kegiatan tersebut dapat memecahkan mitos yang berkembang di masyarakat.

“Selama ini, mitos di masyarakat bahwa nikah di bulan Ramadan ‘kan tidak boleh. Barangkali, di masyarakat nikah itu kesannya dekat dengan kawin. Tidak boleh memang kalau melakukan hubungan suami-istri di bukan Ramadan di siang hari, tapi kalau malam hari ‘kan tidak apa-apa. Semoga dari peristiwa ini, masyarakat akan lebih terbuka,” terangnya saat ditemui.

Jefri, mempelai pria dari Dwi, salah satu peserta yang berasal dari Semarang mengaku senang dengan acara ini.

“Sebelumnya, kami memang sudah ada rencana untuk menikah tahun ini. Kebetulan sekali ada info dari teman tentang acara ini, akhirnya kami mendaftar,” jelasnya.

Acara Nikah Bareng Ramadan Berkah ini terselenggara atas kerja sama UAD dengan Forum Taaruf Indonesia (Fortais), DPD Harpi DIY, dan beberapa pihak lainnya. (stt)

Panglima TNI Mengisi Pengajian Kebangsaan di UAD

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI),  Jendral TNI Gatot Nurmantyo menjadi pembicara pada pengajian kebangsaan yang diselenggarakan di Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Ahad (4/6/2017).

Turut hadir dalam pengajian tersebut Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum., Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, dan Wakil Komisi I DPR RI H.A. Hanafi Rais, S.IP., MPP.

Pada sambutannya, Kasiyarno menyatakan bahwa UAD sudah tidak asing lagi dengan TNI. “UAD adalah mitra kerja TNI, beberapa kerja sama dilakukan oleh UAD dan TNI terkait dengan ‘sesuatu yang mematikan’,” ungkapnya berkelakar.

Ia berharap dengan adanya pengajian kebangsaan ini, akan membawa berkah bagi umat islam serta mengangkat harkat dan martabat bangsa.

Mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Semangat Patriotik Generasi Muda dalam Menjaga Keutuhan NKRI”, Gatot menyampaikan beberapa pesan penting kepada jamaah pengajian terkait dengan isu-isu global yang memiliki dampak terhadap kesatuan NKRI.

Panglima TNI mengimbau masyarakat, khususnya Muhammadiyah, dan umat islam untuk bersatu padu dengan pemerintah dan TNI menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya percaya, kader Muhammadiyah dan umat islam diajarkan untuk taat beragama dan peduli terhadap NKRI,” papar Gatot.

Ia juga memperingatkan pentingnya pengunaan media sosial daring secara bijak. Muhammadiyah dan umat islam harus menghindari fitnah, provokasi, dan adu domba, karena Muhammadiyah adalah salah satu cikal bakal perjuangan bangsa Indonesia.

Terkait dengan isu global seperti terorisme, pertumbuhan penduduk, dan semakin berkurangnya sumber energi, Gatot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga diri dan meningkatkan toleransi.

“Jangan sampai Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini dipecah belah seperti negara-negara di timur tengah. Indonesia adalah Indonesia karena perbedaanya, mari saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” tegas Gatot. (ard)

 

Mahasiswa UAD Ciptakan Ekosiculin Candle

Salah satu proposal Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-PE) mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta tentang Ekosiculin Candle mendapat hibah dana dari Kemenristek Dikti. Mahasiswa di balik karya ini adalah Zayyana Septya Ramadani (Ketua Tim), Haadiyatul Tri Hastuti, Astin Astari, Dwi Puji Lestari, dan Rosawati Eka Mulyani, dengan Dosen Pendamping Azis Ikhsanudin, M.Sc.,Apt.

Kelima mahasiswa Farmasi UAD ini memiliki gagasan menciptakan lilin pencegah (repellent) nyamuk Aedes Aegypti menggunakan ekstrak daun kemangi yang dinamai Ekosiculin Candle. Ekosiculin Candle merupakan kepanjangan dari Extract Ocimum Basilicum Linn Candle.

Zayyana menjelaskan, gagasan awal timnya adalah membuat anti nyamuk yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan yang mudah didapatkan di masyarakat. Sebagai mahasiswa, mereka merasa harus memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan untuk turut membantu mengurangi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan cara membuat pencegahnya.

“Di Indonesia banyak kota yang menjadi endemik DBD, salah satunya Yogyakarta. Kami mencoba membuat repellent dari daun kemangi karena selama ini belum banyak yang menggunakan, ramah lingkungan, dan mudah didapatkan,” papar Zayyana.

“Dari beberapa jurnal yang kami baca dan pelajari, pembuatan lilin dari daun kemangi memiliki efektifitas pengusir nyamuk dan bisa dimanfaatkan juga juga sebagai aroma terapi. Selama ini yang sering digunakan sebagai repellent nyamuk/serangga dari tanaman sambiloto, minyak serai, lavender, patikan kerbau, dan kayu manis. Bahan ini sudah umum digunakan, sedangkan daun kemangi belum banyak diteliti,” lanjutnya.

Daun kemangi digunakan sebagai repellent karena mengandung zat geraniol dan linalool yang diharapkan dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Tujuan dari pembuatan lilin ini adalah untuk memutus rantai penularan. Selain itu, tujuan lainnya untuk mengetahui efektivitas dari ekstrak daun kemangi dalam mengusir nyamuk yang dibuat dalam sediaan lilin.

“Menurut penelitian yang sudah dilakukan, minyak atsiri daun kemangi yang dibuat dalam bentuk lotion kurang efektif digunakan sebagai repellent nyamuk Aedes Aegypti,” sambung Zayyana ketika ditemui di kampus 3 UAD, beserta timnya.

“Proses pembuatan Ekosiculin Candle saat ini pada tahap awal uji pendahuluan. Ke depannya, masih akan dilakukan uji coba untuk mencari dosis yang pas. Kendala yang kami hadapi saat ini adalah masalah dana, karena untuk penelitian membutuhkan dana tidak sedikit.”

Ekosiculin Candle diciptakan sebagai inovasi pencegahan penyebaran nyamuk penyebab DBD yang ramah lingkungan dan tidak banyak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Manfaat dari penelitian ini di antaranya adalah dapat mengembangkan tanaman herbal Indonesia sehingga bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat yang menginginkan repellent nyamuk ramah lingkungan, serta dapat meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat daun kemangi. (ard/doc)

HMPS BSA UAD Adakan Pelatihan Kewirausahaan

Dengan tujuan untuk membekali mahasiswa terkait kewirausahaan, maka Divisi Kewirausahaan, yang merupakan divisi baru di Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD), mengadakan pelatihan tentang hal tersebut.

Pelatihan yang diadakan pada Minggu, (28/5/2017), ini dihadiri oleh hampir 100 peserta yang berasal dari seluruh fakultas di UAD. Dengan mengusung tema “Menjadi Pemuda yang Kreatif, Inovatif, dan Mandiri dengan Berwirausaha”, pelatihan kewirausahaan itu sukses membuat para peserta bersemangat untuk memulai berwirausaha. Terbukti, sangat banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta kepada pemateri.

Dua pemateri dihadirkan dalam pelatihan yang diadakan di auditorium kampus 1, Jalan Kapas, Semaki, Yogyakarta ini. Mereka adalah I Gede Andri Setiawan, seorang owner etose digital dan konveksi, juga Eny Purnamasari yang merupakan owner busana muslim.

Selama pemaparan materi, dijelaskan tentang beberapa hal yang diperlukan dalam memulai wirausaha, pengelolaan suatu usaha agar tetap diminati oleh pelanggan, serta kiat-kiat untuk berwirausaha secara kreatif dengan selalu menghadirkan hal-hal baru yang membuat pelanggan tertarik untuk membeli.

Seperti beberapa cara yang dilakukan oleh Eny. Sebagai  owner busana muslim, ia berusaha menciptakan hal baru yang itu tidak ditemukan pada owner busana muslim lain. Di antaranya, menyelipkan hadits Rasulullah dan kata-kata bijak pada konten gambar, memberikan bonus berupa pin cantik untuk pelanggan, juga promo-promo menarik pada waktu tertentu.

“Kami berusaha untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelanggan. Dengan selalu menghadirkan hal-hal baru pada setiap brand kami, pelanggan pun merasa dihargai dan tidak bosan untuk membeli dagangan kami,” kata Eny. (AKN)

Hal-Hal yang Diperlukan dalam Berwirausaha

I Gede Andri Setiawan, seorang owner etose digital dan konveksi, berkesempatan mengisi materi tentang kewirausahaan dalam pelatihan yang diadakan oleh Divisi Kewirausahaan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD).

Menurut Andri, terdapat beberapa hal yang diperlukan dalam berwirausaha. Pertama, ide. Ide adalah sesuatu yang lahir dari kebiasaan. Dalam berwirausaha, suatu ide harus lahir dari hobi calon wirausahawan. Kedua adalah manfaat. Setelah ide datang dari hobi, maka harus diluruskan, apakah hobi itu membawa manfaat bagi banyak orang? Hal ini harus dipikirkan bagi seorang dan akan memulai usaha.

Selain itu, yang ketiga adalah target pasar. Hal ini penting untuk mengetahui kebutuhan dan target pasar, agar jelas tujuan usahanya. Kemudian yang keempat adalah solusi. Setelah mengetahui kebutuhan dan target pasar, maka calon wirausaha harus mampu mencari solusi dengan membuka usaha yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kelima, yang dibutuhkan adalah 4P, yakni product, price, place, dan promotion. Setelah menjalankan 4 langkah awal berupa ide, manfaat, target pasar, dan solusi, maka seorang wirausaha harus mampu menentukan produk, harga produk, tempat pemasaran produk, dan promosi-promosi yang dilakukan untuk dapat menjalankan usaha.

“Dalam berwirausaha, sebuah inovasi-inovasi harus senantiasa dihadirkan. Tujuannya  untuk memberi kejutan-kejutan kepada pelanggan,” tutur Andri pada pelatihan yang diselenggarakan pada Minggu, (28/5/2017) tersebut.

Selain Andri, turut hadir pula Eny Purnamasari, wirausahawati yang merupakan owner busana muslim. Mereka berkesempatan mengisi pelatihan yang bertemakan “Menjadi Pemuda yang Kreatif, Inovatif, dan Mandiri dengan Berwirausaha”, yang diadakan di kampus 1 UAD, dengan jumlah peserta yang hampir 100 mahasiswa.

Pada pelatihan tersebut, dijabarkan mengenai hal yang diperlukan dalam memulai wirausaha, pengelolaan suatu usaha agar tetap diminati oleh pelanggan, serta kiat-kiat untuk berwirausaha secara kreatif dengan selalu menghadirkan hal-hal baru yang membuat pelanggan tertarik untuk membeli. (AKN)