Photovoice Research Collaboration

Faculty of Psychology of Ahmad Dahlan University (UAD) Yogyakarta held a research collaboration on photovoice with the University of South Africa. This program is the implementation of the MoU involving both parties that has been going on for two years.

To introduce photovoice, a workshop was held with Prof. Mohamed Seedat and Prof. Shahnaaz Suffla who are experts on Community Psychology, University of South Africa as the speakers on Monday (2/4/2018).

The event that took place in the main courtroom of campus 1 UAD, on Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta was attended by lecturers and practitioners from various universities and institutions. Dr. Ahmad Muhammad Diponegoro, M.Ag., as the head of the research explained that this cooperation was aimed to strengthen the relationship between the two universities as well as to develop scientific knowledge.

On a separate occasion, Vice Rector IV, Prof. Sarbiran, M.Ed., Ph.D., explained that the cooperation between both parties can be extended into other fields.

"In order to develop the university, cooperation with various parties is needed to improve the quality of the university. We hope that the cooperation can be extended, not only on research, but also on the fields of community service and education," he explained.

As a result of the workshop, which was held on Friday (6/4/2018), the photovoice results from the participants, who were mostly women, were exhibited. (ard)

Woman Carrying Laborers Participated in a Fashion Show at Beringharjo Market

A total of 33 woman carrying laborers at Beringaharjo market, Yogyakarta on Thursday (5/4/2018) seemed happy to participate in a fashion show contest in the East Pendopo of Beringharjo Market. This event was to commemorate the 22nd Milad of Faculty of Pharmacy Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kartini’s Day, and World Health Day.

By utilizing their energy, scarf, and basket, the female laborers who were mostly elderly seemed very enthusiastic to participate in the show until it was over. The committee provided prizes for the participants. What made this event caught the attention of visitors, even though the participants were not young anymore, was their sassiness with their actions.

According to Ryan Budi Nuryanto, the committee representative of the event, the fashion show was the first time ever that was conducted for female laborers at Beringharjo market. The assessment was not based on the beauty or appearance of the model, but rather on their originality. "What we judge is the correct carrying technique and their appearance in carrying the basket. These female laborers perform naturally without makeup, "said Ryan.

It has to be noted that Faculty of Pharmacy UAD also cooperated with blind masseuse to perform reflexology. The dean of Faculty of Pharmacy UAD, Dr. Dyah Aryani Perwitasari, Apt., Ph.D., explained that the faculty deliberately chose Beringharjo market as the location of the community service.

 "Women carrying laborers are rarely given attention. It can be seen that there are many elderly women who should not work by looking at their health," said Dyah during the event.

UAD Faculty of Pharmacy wanted to give special attention to the community that was rarely noticed. One of the ways taken by the faculty was by doing a free medical check-up including blood pressure, uric acid, blood sugar, reflexology, health consultation, and free medication. (ard)

Peringati Milad ke-16, FKM Selenggarakan Seminar Kesehatan

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar kesehatan dengan tajuk “Mewujudkan Masyarakat Sehat dengan Healthy City dan Healthy Tourism”, Senin (7/5/2018). Kegiatan yang berlangsung di aula barat kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta, merupakan salah satu rangkaian Milad FKM ke-16.

Ahmad Ahid Mudayana, S.K.M.,M.P.H., mewakili panitia menyampaikan, seminar kesehatan ini tidak terlepas dari visi FKM UAD untuk mewujudkan masyarakat sehat di perkotaan dan kawasan wisata. Seminar kesehatan diikuti sekitar 250 peserta yang merupakan mahasiswa, praktisi kesehatan, dan alumni.

“FKM UAD ada di perkotaan dan wilayah wisata. Jadi, kami ingin berkontribusi untuk menyadarkan masyarakat dan mewujudkan kota yang sehat. Terciptanya kota sehat bisa menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya,” papar Ahmad Ahid.

Sementara Dekan FKM Lina Handayani, S.K.M.,M.Kes., Ph.D. menyampaikan, tema yang diangkat merupakan bukti nyata kepedulian FKM untuk mewujudkan masyarakat, kota, dan wisata yang sehat. Pada Milad ke-16 ini, ia berharap FKM bisa semakin maju dan bermaslahat.

Seminar kesehatan ini menghadirkan empat pemateri. Pada panel pertama Jati Untari, S.K.M.,M.Kes., menyampaikan materi peran ahli kesehatan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat sehat. Sementara drg. M. Taufik Abdul Kadir, M.Kes. dari bidang pelayanan kesehatan Dinkes DIY memberikan materi integrasi akademisi dan dinas kesehatan dalam mewujudkan health city.

Pada panel kedua Ir. Aris Riyanta, M.Si. Kepala Dinas Pariwisata DIY menyampaikan materi integrasi akademisi dan dinas pariwisata dalam mewujudkan health city. Pembicara terakhir drh. Asep Rustiawan, M.S. memberikan materi peran kesehatan masyarakat dalam mewujudkan Healthy City dan Healthy Tourism.

Di akhir acara ada pembagian hadiah, trofi, dan sertifikat bagi pemenang lomba debat, tahfiz, serta poster dalam rangka memperingati Milad FKM UAD ke-16. (ard)

UAD Kerja Sama dengan MPI PWM DIY

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bersama pengelola mediamu.id, belum lama ini mengunjungi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Tim diterima Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. di ruang rektor kampus 1 Jln. Kapas 9 Semaki, Yogyakarta, didampingi Wakil Rektor I Dr. Muchlas, M.T. dan Kepala Kantor Universitas Dr. Hadi Suyono, S.Psi, M.Si.

Ketua MPI PWM DIY Dr. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum., mengatakan, UAD merupakan masa depan kampus Islam. Selama ini telah terbukti UAD memberikan dedikasinya kepada bangsa dan negara dalam hal pendidikan.

Menurut Robby, kemandirian merupakan bagian integral UAD selain integritas moral dan intelektual. Perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) ini juga sering menyelenggarakan kajian-kajian Islam secara intensif dalam skala regional, nasional, maupun internasional. Ia meyakini peradaban islam dapat tumbuh dan dimulai dari kampus UAD.

Sementara Kasiyarno berharap, ke depan MPI PWM DIY dapat bersinergi dengan UAD Yogyakarta, khususnya dalam hal dakwah Islam.

“Saat ini dakwah Islam tidak dapat dilepaskan dari media,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Muchlas, yang juga Ketua MPI PP Muhammadiyah mengatakan, bersama MPI PWM DIY, UAD optimis dapat membangun kerja sama, berkarya, dan berkontribusi untuk Muhammadiyah yang berkemajuan.

Kerja sama antara MPI PWM DIY dan UAD diawali dengan penyediaan server web mediamu.id dan peliputan kegiatan UAD. Implementasi kegiatan pertama yang akan dijalankan adalah peliputan pengajian Ramadan 1439 Hijriyah. Pengajian ini diselenggarakan PWM DIY bekerja sama dengan UAD.

Sebelum ini, UAD dan MPI PWM DIY pernah menjalin kerja sama di bidang perpustakaan dalam hal pemanfaatan dan pemberdayaan sumber daya manusia, teknologi informasi, serta literasi. (ard)

Beasiswa 1 Miliar untuk Kampung UAD

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan penghargaan UAD Award kepada Desa Pucang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Penghargaan tersebut berupa beasiswa senilai 1 miliar rupiah, 30 sembako untuk duafa, dan 20 parsel tea set bagi keluarga alumni UAD.

Beasiswa 1 miliar rupiah diserahkan Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. kepada Wakil Bupati Banjarnegara, H. Syamsudin, S.Pd.,M.Pd. di pelataran TK Aisyiyah 2 Pucang, Rabu (2/5/2018). UAD Award ini dihadiri pejabat setempat, warga masyarakat, dan para alumni UAD di Desa Pucang. Pada kesempatan ini Rektor didampingi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III.

Dari penjelasan Kasiyarno, terpilihnya Desa Pucang sebagai penerima UAD Award karena prestasinya mengirim pemuda-pemudinya kuliah di UAD sejak masih bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah. Ia berharap, beasiswa 1 miliar rupiah bisa digunakan untuk biaya kuliah calon mahasiswa dari Desa Pucang ke UAD.

“Syaratnya harus mendapat rekomendasi dari Lurah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) setempat. Beasiswa bisa digunakan untuk calon mahasiswa yang berkemauan tinggi, memenuhi kualifikasi, dan memiliki potensi,” tandasnya.

Desa Pucang, merupakan salah satu desa yang sekitar 19 kepala keluarganya merupakan alumni UAD. Jumlah ini belum semuanya, mengingat masih ada cukup banyak yang belum terdeteksi. Menariknya, ada satu keluarga besar yang 23 anggotanya kuliah di UAD, dari orang tua sampai cucu-cucunya.

Sampai saat ini terhitung ada sekitar 29 orang alumni UAD di Desa Pucang. Jumlah ini bisa bertambah, mengingat masih banyak mahasiswa yang sedang menempuh perkuliah di perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) ini. Dari 29 alumni, 16 orang di antaranya berasal dari RT 01 RW 08. Sedangkan 13 lainnya berasal dari RW 07.

Sri Listiyanti dan Endah Hartuti merupakan alumni UAD yang pertama kali dari Desa Pucang. Keduanya masuk UAD pada tahun 1985. Menurut keterangan Listiyanti, alumni UAD di Desa Pucang terbilang sukses. Hal itu terlihat dari banyaknya lulusan yang telah menunaikan dan mendaftar ibadah haji.

“Alhamdulillah, di sini alumni UAD menjadi tolok ukur keberhasilan di berbagai bidang. Baik dari segi intelektual, akhlak, maupun profesionalisme. Setelah lulus kebanyakan langsung mendapat pekerjaan. Rata-rata berprofesi menjadi guru, dan sudah banyak yang diangkat menjadi pegawai negeri. Di sini, hampir tidak ada alumni UAD yang menganggur,” terang Listiyanti.

Perempuan kelahiran Banjarnegara ini mengaku memilih UAD karena merupakan bagian dari Muhammadiyah yang mengedepankan intelektual, nilai moral, dan pendidikan agama. Motivasinya kuliah di UAD untuk memperoleh ilmu yang lebih tinggi dan meningkatkan kesejahteraan sebagai guru. Listiyanti yang dulu merupakan lulusan SPG hanya digaji 1.500 rupiah sebagai guru SD. Karenanya, ia meminta kepada bapaknya untuk dikuliahkan.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Bupati mengatakan, tingkat pendidikan di Banjarnegara masih rendah, angka kemiskinan sekitar 18 persen, pengangguran masih tinggi, dan angka kematian ibu melahirkan juga masih tinggi. Karenanya, ia sangat berharap penghargaan dari UAD akan menjadi pemantik bagi warga Pucang khususnya, dan Banjarnegara pada umumnya untuk lebih maju.

“Kami berharap UAD Award memberi motivasi kepada desa-desa lain di Kabupaten Banjarnegara. Selain itu, ke depannya mudah-mudahan Desa Pucang bisa menjadi pelopor sebagai desa yang kreatif, inovatif, dan mandiri,” terangnya.

Syamsudin menjelaskan, pemerintah kabupaten siap mendampingi untuk pengembangan usaha di desa. Ia juga menginginkan agar UAD tidak hanya memberi award, melainkan bisa mendampingi secara nyata untuk mencerdaskan masyarakat. (ard)

 

Sosialisasi Kerja Sama Perguruan Tinggi di Belanda

“Indonesia sekarang lebih bermartabat di mata dunia, hubungan kerja sama semakin membaik. Kerja sama dapat dilakukan dengan langkah-langkah kecil dan terukur. Selanjutnya, diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU). Indonesia merupakan negara yang unik, walau di tengah-tengah keterbatasan fasilitas. Cara mengajar di madrasah menjadi salah satu keunikan Indonesia di mata Belanda, khususnya dalam bidang pendidikan. Memanfaatkan keunikan yang dimiliki Indonesia untuk penelitian, menjadi cara untuk menjalin kerja sama,” ujar Din Wahid, Ph. D., Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag Belanda.

Sosialisasi Perguruan Tinggi Belanda ini berlangsung pada (23/4/2018) di kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jl. Kapas No. 9, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta. Sosialisasi diikuti oleh dekan dan prodi yang ada di UAD.

“Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjalin kerja sama. Seperti, pengiriman dosen untuk kuliah lanjut, kolaborasi riset dan publikasi, pertukaran dosen, serta pertukaran mahasiswa,” jelas dosen Universitas Negeri Islam (UIN) Jakarta ini.

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. mengharapkan Din Wahid dapat membuka kerja sama yang produktif dengan Belanda, dan memberi masukan untuk mencari bibit yang sudah ada di UAD.

Sementara Prof. Dr. Sarbiran, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional (WR IV) mengatakan, dengan adanya sosialisasi tersebut menjadi daya tarik bagi dosen untuk melanjutkan kuliah di negeri kincir angin. Selain itu, Sarbiran juga berharap ada realisasi tindak lanjut kerja sama antara perguruan tinggi di Belanda dengan UAD ke depannya.

(Ami)

Pengurus Baru, Tapak Suci UAD Fokus Tingkatkan Prestasi

Kamis (26/4/2018) telah dilakukan pelantikan pengurus baru Tapak Suci (TS) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Bertempat di aula kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta, sebanyak 34 kader Tapak Suci berjanji untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) Dr. Dedi Pramono, M.Hum., pembina Tapak Suci UAD Gatot Sugiharto, S.H.,M.H., dan beberapa Pimpinan Daerah Tapak Suci Kota Yogyakarta.

Terpilih sebagai ketua baru Ahmad Riki Saputra mahasiswa semester 2 Fakultas Agama Islam (FAI). Rizki mengungkapkan, di era kepemimpinannya, target kepengurusan baru akan mengadakan perlombaan pencak silat tingkat pelajar. Selain itu ia dan jajarannya sedang merancang perlombaan tapak suci antarperguruan tinggi yang terakhir kali diselenggarakan UAD tahun 2006 silam.

Menurutnya, perlombaan bagi para pelajar bertujuan untuk menjaring bibit muda potensial atlet tapak suci UAD.

“Regenerasi atlet dengan cara penjaringan melalui perlombaan yang akan diadakan UAD. Kami menawarkan beasiswa sains, seni, dan olahraga (SSO) bagi pesilat terbaik putra maupun putri. Bagi yang mendapatkan juara, pihak kampus akan memberikan keringanan biaya ketika masuk UAD,” ujarnya.

Di sisi lain Gatot berharap, kepengurusan Tapak Suci kali ini akan meningkatkan prestasi dan mengembangkan keatletan yang diimbangi dengan dakwah. Ia berpesan untuk menjadikan prestasi sebagai dakwah organisasi.

Dalam pelantikan ini juga ada penyerahan 3 piala kejuaraan yang telah diikuti  selama setahun terakhir. Selama tahun 2017 Tapak Suci UAD mendapat 3 piala. Juara 2 Airlangga Championship tapak suci nasional di Jawa Timur, Juara 3 Piala Presiden pencak silat antarperguruan tinggi ke-9 di UPN Yogyakarta, Juara 2 Kejuaraan Nasional tapak suci UMSU di Sumatra Utara.

Di sesi akhir pelantikan, ditutup dengan doa bersama dan pelepasan 15 atlet yang terbagi dalam 15 kategori tanding. Mereka akan berlaga dalam kejuaraan nasional tapak suci di Institut Pertanian Bogor (IPB) 3 hingga 5 Mei 2018. (ard)

Aksi PPM Reguler FKM UAD di Bantul

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat (PPM) reguler di Kabupaten Bantul, 17 Februari hingga 6 April 2018. Tim pelaksana terdiri atas Ahmad Faizal Rangkuti, M.Kes., Musfirah, M.Kes., dan Helfi Agustin, M.KM. serta melibatkan mitra Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Banguntapan Utara.

Program pengabdian ini dalam rangka membantu merealisasikan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Visi tersebut adalah terwujudnya masyarakat Bantul yang sehat, cerdas, dan sejahtera berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, nasionalisme, dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Implementasi mewujudkan visi tersebut dilakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, terampil, dan berkepribadian luhur.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia ditujukan kepada kader Aisyiyah Pimpinan Ranting Aisyiah (PRA) Baturetno 1, PRA Baturetno 2, dan PRA Banguntapan 4. Materi difokuskan pada penyelesaian masalah kesehatan lingkungan yang diukur dari peningkatan pengetahuan, sikap, dan motivasi untuk berpartisipasi dalam pelatihan. Tujuannya mendorong kader Aisyiyah, bahkan masyarakat yang ada di sekitarnya untuk mewujudkan kampung bersih dan sehat.

Selama ini masyarakat belum menyadari pentingnya upaya menjaga kesehatan lingkungan sehingga masih banyak dijumpai sampah rumah tangga seperti botol bekas, sampah plastik, dan dedaunan belum diolah dengan baik. Sampah-sampah ini terkadang dibiarkan menumpuk dan dibakar. Pola pengolahan limbah yang tidak tepat dapat memicu munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare, flyborne disease, leptospirosis, dan demam berdarah.

Tim pelaksana PPM FKM UAD memberikan edukasi dan pelatihan terkait tiga  topik utama. Pertama, penataan kampung sehat menuju Kabupaten Bantul sehat melalui gerakan 3R. Kedua, pengelolaan limbah organik rumah tangga menuju Kabupaten Bantul sehat. Ketiga, pengolahan limbah anorganik bahan plastik menjadi produk kerajinan kreatif dalam mewujudkan kesehatan lingkungan tatanan rumah tangga.

Aksi nyata kader Aisyiyah terlihat melalui partisipasi dalam pelatihan. Di antaranya pemilahan sampah dan pemanfaatan botol bekas yang dicat berwarna warni sebagai wadah untuk hidroponik metode wicks. Kemudian dilanjutkan pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga serta mengkreasikan dompet dari bahan plastik.

Ketua masing-masing PRA meminta tim FKM UAD memberikan pendampingan secara rutin dan berkelanjutan dalam pengolahan limbah organik dan anorganik. Dengan demikian, mereka berharap akan ada output yang dapat menstimulus potensi ekonomi warga Aisyiyah dan masyarakat umum. Dengan pencapaian tersebut, akan menunjukkan kemandirian ekonomi sehingga outcome yang dicapai mampu mewujudkan kesehatan lingkungan yang optimal dan peningkatan produktivitas ekonomi.

Warjilah, S.Pd. Ketua PCA Banguntapan Utara mengungkapkan rasa terima kasih terhadap tim pelaksana yang totalitas dalam memberikan edukasi dan pelatihan.

“Kami berharap kegiatan pendampingan tidak hanya terhenti sampai selesainya kegiatan PPM Reguler. Namun dilanjutkan dengan program kemitraan yang berkelanjutan agar mampu mewujudkan Kabupaten Bantul yang sehat.” (doc)

Social Service of UAD Faculty of Pharmacy at Beringharjo Market

In order to commemorate World Health Day, Kartini Day, and the 22nd Milad, Faculty of Pharmacy of Ahmad Dahlan University (UAD) organized a social service at Beringharjo market. The event which was entitled "Bakti Farmasi untuk Para Kartini Perkasa from Beringharjo" was held in East Pendopo of Pasar Beringharjo Yogyakarta on Thursday (5/4/2018).

From the description delivered by the Dean of the Faculty of Pharmacy, Dr. Dyah A Perwitasari, Apt., Ph.D., The health of women carrying laborers in Beringharjo market needs to be given attention, considering that many of them are elderly.

"In order to celebrate Milad of the Faculty of Pharmac, with the theme of 'Pharmacy Inspire for Indonesia (Phyforia)', we organize a community service. There are some activities like general medical check-up, blood sugar testing, reflexology, health consultations, and a fashion show contest."

On the event, the Vice Mayor of Yogyakarta, H. Heroe Poerwadi, also gave a speech while opening the event.

"Thanks to the Faculty of Pharmacy UAD that is concerned about the female laborers at Beringharjo market. Hopefully with, this activity can provide education about health. Health is important, so do not underestimate it," he said.

Siti Aminah, a 50-year-old female laborer from Kulon Progo, was delighted to be examined for her health. From her explanation, there had never been any similar activity held at Beringharjo market.

"There was never any health check before, let alone a fashion show. So, as long as it’s free, I would be delighted to participate. The doctor said that I have a high level of blood sugar, so I should reduce the consumption of sweets," said the woman who has been a laborer for more than ten years. (ard)

UAD menuju Entrepreneur University

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadiri pertemuan dan peluncuran proyek dengan total dana satu juta euro yang didanai Uni Eropa “Growing Indonesia a Triangular Approach” (GITA). Pertemuan ini digagas dan dilangsungkan oleh University of Gloucestershire Business School (12-13/4/2018).

Universitas Gloucestershire menyambut baik proyek konsorsium ini setelah pertemuan awal di Jakarta Desember silam berjalan sukses. Proyek GITA didanai Erasmus Plus. Pada pertemuan ini, UAD diwakili oleh Dr. Kasiyarno, M.Hum. selaku Rektor, Ida Puspita, M.A.Res. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UAD, dan Hari Haryadi, S.P., M.Sc. selaku Kepala Pengembangan Kewirausahaan UAD.

UAD mendapatkan hibah Erasmus Plus yang merupakan hibah bergengsi di level internasional. Pengajuan dilakukan oleh KUI UAD dalam bidang Capacity Building for Higher Education (CBHE) dengan total hibah sebesar 1,2 miliar rupiah dengan durasi selama 3,5 tahun, terhitung 2017 sampai 2020.

Pertemuan dimulai dengan diskusi yang dihadiri oleh tim manajemen senior setiap universitas, termasuk perwakilan dari Universitas Gloucestershire, Wakil Rektor Stephen dan Richard O’Doherty, serta Dekan Pengembangan Akademis David James.

Proyek yang dipimpin oleh Prof. Neil Towers dari Universitas Gloucestershire, mempromosikan pengembangan kapasitas kewirausahaan di seluruh Indonesia dan melibatkan penciptaan growth hub di universitas mitra Indonesia selama tiga tahun ke depan. Pendekatan segitiga yang membentuk dasar proyek mengintegrasikan kolaborasi perusahaan-perusahaan, pembinaan lulusan yang berkegiatan wirausaha, dan penciptaan perusahaan.

GITA mengintegrasikan bisnis dan kolaborasi universitas, wirausaha lulusan, dan kreasi perusahaan. Dengan populasi lebih dari 260 juta, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Program GITA bertujuan menanamkan pendidikan wirausaha ke dalam kurikulum universitas dan menciptakan growth hub di seluruh Indonesia. Hub ini akan berupa ruang fisik dengan fasilitas inkubasi untuk mengembangkan inovasi dan mengeksploitasi ide-ide baru yang diterapkan pada ekonomi lokal dan regional.

Proyek konsorsium ini menyatukan empat universitas Eropa dan tujuh universitas Indonesia. Mitra Eropa antara lain Universitas Gloucestershire (Inggris), Dublin Institute of Technology (Irlandia), Fachhochschule des Mittelstands (Jerman), dan Universitas Innsbruck (Austria). Sedangkan mitra Indonesia di antaranya UAD, President University, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Indonesia, dan STIE Malangkucecwara.

Output utama dari pertemuan yang dilaksanakan di Inggris bertujuan mengembangkan rencana aksi institusional untuk mengintegrasikan kegiatan kewirausahaan di masing-masing institusi dan merencanakan desain ruang fisik untuk dikembangkan menjadi growth hub lokal.

Pengembangan rencana aksi didasarkan pada penilaian diri institusional menggunakan alat HEInnovate yang dikembangkan oleh Dublin Institute of Technology melalui penyediaan metodologi untuk institusi pendidikan tinggi serta menggali potensi kewirausahaan dan inovasi.

“Kegiatan GITA sangat bermanfaat dalam mewujudkan suatu universitas menuju entrepreneur university. Merupakan suatu kebanggan bagi UAD karena dipercaya Uni Eropa untuk dibina menjadi universitas kewirausahan,” ungkap Kasiyarno.

Action plan dari UAD tidak hanya untuk membangun growth hub, tetapi juga dalam bentuk kebijakan aspek kewirausahaan. Di antaranya peninjauan kurikulum kewirausahaan, alokasi dana kewirausahaan, serta pembentukan kantor urusan bisnis dan inovasi di UAD yang mengkoordinir dan mengintegrasikan semua kegiatan kewirausahaan. Dari pertemuan ini, UAD secara bertahap mempersiapkan diri untuk menjadi universitas kewirausahaan. (doc)