UAD-BNI Syariah Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah. Kerja sama kedua belah pihak melingkupi fasilitas pembayaran biaya pendidikan melalui layanan sistem host to host. Acara yang berlangsung di lantai 10 gedung kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul Yogyakarta dihadiri oleh pejabat dari PT BNI Syariah dan UAD.

Dalam sambutannya, Dr. Kasiyarno, M.Hum. selaku Rektor UAD menyampaikan, kerja sama ini untuk memajukan kedua pihak dan memupuk kepercayaan. Ia berharap ada implementasi kegiatan yang bisa dikerjakan bersama.

“Jadi, kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan masalah keuangan, tetapi bisa mencakup bidang teknologi. Misalnya ada kartu multifungsi yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk pembayaran uang kuliah sekaligus digunakan untuk kepentingan akademik. Sampai saat ini UAD terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk para mahasiswa,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dhias Widhiyati selaku Direktur Bisnis BNI Syariah menjelaskan, di era pembayaran daring ini, transaksi keuangan harus dilakukan dengan cepat dan aman.

“Sistem daring akan memberi kemudahan dalam melakukan transaksi. Untuk itu, kami siap mendukung UAD dalam memberi pelayanan terbaik bagi mahasiswa,” ujar Dhias.

Ia menambahkan, dengan sistem host to host, mahasiswa diberi kemudahan. Pembayaran uang kuliah tidak hanya di bank, tapi bisa melalui mobile maupun internet banking. Selain itu,  UAD akan langsung mendapat pemberitahuan mahasiswa yang sudah membayar, menunggak, maupun belum membayar uang kuliah. Hal ini tentu memudahkan melakukan rekonsiliasi.

Menanggapi kartu multifungsi yang bisa menjadi program kerja sama, Dhias mengungkapkan, saat ini BNI Syariah sudah memiliki kartu pendidikan. Pengembangan kartu ini bisa dimanfaatkan mahasiswa UAD dalam melakukan transaksi keuangan akademik, transportasi, dan bisa digunakan untuk berbelanja. (ard)

UAD Resmikan Klinik di Metro Selatan Lampung

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dr. Kasiyarno, M.Hum. meresmikan klinik pertama yang ada di Metro Selatan, Lampung, Sabtu (21/4/2018). Peresmian Klinik MU UAD ini, dibarengi dengan serangkaian kegiatan seperti jalan sehat, bagi-bagi hadiah, pelayanan kesehatan gratis, dan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rumah Sakit UAD.

Kepada wartawan Kasiyarno menyampaikan kebanggaannya terhadap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Selatan yang telah memelopori pilar bisnis dan kesehatan.

“Ini merupakan prestasi yang harus terus dikembangkan untuk memajukan Muhammadiyah dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Kasiyarno.

Sesuai misi Muhammadiyah, ia akan mendukung kader yang ingin membuka klinik. Khusus di Lampung, bisa bekerja sama dengan UAD. Kasiyarno menyampaikan masih memungkinkan untuk membuka 30 cabang klinik.

Sementara dr. Nil Rahmayeni, direktur Klinik MU UAD Metro Selatan mengatakan, ia membuka pelayanan kesehatan agar warga lebih dan mudah jika akan berobat. Di Metro, klinik ini merupakan cabang dari RS UAD yang pertama.

Seminggu sebelumnya, Klinik MU UAD telah melakukan soft launching sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat dengan mengadakan kegiatan donor darah. (uad)

FK UAD Usung Kurikulum Kebencanaan

“Program Studi Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ingin mencetak tenaga kesehatan atau dokter yang memiliki kemampuan tanggap kebencanaan dan dijiwai nilai-nilai Islam.” Pernyataan ini disampaikan Dekan FK UAD, Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin, Sp.S(K).,M.Ed.Sc. saat jumpa pers, Rabu (18/4/2018).

Hal ini yang membedakan FK UAD dengan fakultas kedokteran di perguruan tinggi lain. FK UAD menekankan pada manajemen kebencanaan, mengingat Indonesia, khususnya Yogyakarta merupakan daerah rawan bencana.

“Tidak semua tenaga kesehatan tanggap dan memahami manajemen kebencanaan, inilah nilai lebih FK UAD. Materi tentang kebencanaan masuk dalam kurikulum dan diajarkan sejak semester awal,” jelas Rusdi didampingi dr. Junaidy Heriyanto, Sp.B.,Finacs., Ketua Program Studi Pendidikan Kedokteran dan Dr. Wahyu Widyaningsih, M.Si.,Apt. Kepala Biro Ademik dan Admisi (BAA) UAD.

Sementara Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. yang didampingi Wakil Rektor I dan II menjelaskan, UAD telah berjuang sejak 2015 untuk mendirikan FK. Surat Keputusan dari Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) baru diserahkan 3 tahun berikutnya setelah melalui 2 kali pengajuan dan 2 kali visitasi.

“Fakultas kedokteran menjadi tolok ukur perguruan tinggi yang sudah besar. Meski memiliki banyak program studi dan banyak mahasiswa, belum dianggap besar jika belum memiliki fakultas kedokteran,” kata Kasiyarno.

Oleh karenanya, UAD terus berupaya untuk mendapatkan SK agar bisa menyelenggarakan pendidikan kedokteran.

“UAD sudah dinilai baik tetapi saat pengajuan pertama tidak diberi SK. Sedang perguruan tinggi lain yang dinilai kurang baik malah mendapatkan SK. Inilah yang membuat kami terus beristikamah sampai di tahun 2018 SK resmi diberikan,” tandasnya.

Saat ini UAD terus menggenjot pembangunan gedung kuliah dan laboratorium yang akan digunakan untuk FK di kampus 4, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul. Bahkan fasilitas yang sedang dibangun, dirancang, dan dipersiapkan untuk akreditasi A. Karena itu, UAD berupaya agar akreditasi program studi ini minimal bisa langsung B. Tahun ajaran 2018/2019, FK UAD hanya menerima 50 mahasiswa. (ard)

Mahasiswa UAD Dipercaya sebagai DSC Google

Niken Wulandari, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperoleh kepercayaan dari Google sebagai Lead for Developer Student Clubs (DSC) untuk kampus UAD.

Keberhasilan ini diraih berkat kerja kerasnya dalam menekuni bidang teknologi sistem informasi. Dari keterangannya, DSC merupakan program pengembang Google untuk mahasiswa di perguruan tinggi yang dirancang untuk membantu mempelajari keterampilan pengembangan aplikasi seluler dan web. Program DSC bersifat terbuka untuk semua mahasiswa, mulai dari pengembang pemula hingga pengembang tingkat lanjut yang ingin meningkatkan keterampilan.

Atas prestasinya tersebut, mahasiswi semester enam asal Magelang, Jawa Tengah, ini memperoleh kesempatan mengikuti DSC Leader Summit 2018 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada Maret 2018 silam.

“DSC dimaksudkan agar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkolaborasi memecahkan masalah pengembangan seluler dan web,” ungkap Niken ketika diwawancarai Jumat (20/4/2018).

Baginya, kegiatan DSC sangat menyenangkan karena merupakan ajang berkumpulnya para karyawan dan developer Google dari berbagai negara untuk saling berdiskusi dan bertukar ide. Fokus kegiatan DSC meliputi seminar dan workshop tentang web apps development, android apps development, machine learning, google cloud platform advanced skill, dan leadership.

Saat ini, tugas utama Niken sebagai DSC Leader membentuk core-team dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan web dan aplikasi seluler.

Core-team DSC UAD terbuka bagi siapa saja dan mahasiswa UAD yang berminat mengelola sharing-event untuk meningkatkan kemampuan dalam pengembangan aplikasi,” tandasnya. (ard)

Robotic UAD Raih 2 Trofi KRI 2018 Regional 3

Robotic Development Community (RDC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil meraih 2 juara pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 regional 3. Tim Al-Jazari berhasil menjadi juara 3 di divisi KRPAI berkaki, sementara Lanange Jagad berhasil menjadi juara 1 di divisi KRSTI.

KRI diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kegiatan ini sebagai ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika.

KRI 2018 regional 3 diselenggarakan di Universitas PGRI Semarang 16-18 April 2018 yang diikuti tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang terletak di Jawa bagian tengah serta Kalimantan bagian timur dan selatan.

KRI 2018 terdiri atas lima divisi, Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda.

Sebanyak empat tim RDC UAD ikut di regional 3 divisi KRSBI Beroda , KRSTI , KRAI , dan KRPAI Berkaki. Sementara 1 tim ikut di regional 4 divisi KRSBI Humanoid dan baru akan bertanding 1-3 Mei 2018 mendatang di Malang.

Ibnu Atma Kusnadi, Ketua RDC UAD menyampaikan, tim mempersiapkan robot dengan model garapan “kelelawar”. Pagi sampai siang kuliah, malam sampai pagi mengembangkan robot. Waktu yang dibutuhkan untuk KRI 2018 sekitar 7 bulan, dari September sampai April.

“Target awal lima divisi dapat meraih juara, tapi hasil yang sekarang ini juga patut disyukuri. Ini semua berkat dukungan dan doa dari berbagai pihak, utamanya universitas. Ke depan, kami akan fokus ke KRI Nasional yang akan diselenggarakan di Yogyakarta.”

Sementara, pembimbing RDC Nuryono Satya Widodo S.T., M.Eng. mengungkapkan, kesuksesan tim memperoleh juara karena kuncinya ada di regenerasi dan riset berkelanjutan.

“Secara rutin ada rekrutmen dan pelatihan anggota baru serta lomba internal RDC. Terkait riset, tim didorong untuk selalu menyempurnakan robot dengan mencoba algoritma dan desain baru. Untuk menunjang hal ini, mahasiswa yang tergabung RDC juga diarahkan untuk mengerjakan tugas akhir (TA) sesuai dengan robot yang dikembangkan untuk KRI,” ungkapnya. (ard)

Lanange Jagad (KRSTI): Anggit Pamungkas, Ahmad Sopi Samosir, Irmawan Anang Maulana, Achmad Imam Bardani, Ponco Sukaswanto, Ibnu Rifajar.

Al-Jazari (KRPAI Berkaki): M. Dhia Dzulfiqar, Yusuf Suwandono, Yoga Prakasa, Zahra Salsabila.

Sagotra (KRAI): Anggit Febriawan, Muhammad Kamaludin, Dody Kurniawan, Rifqi Nur Falah, Rochmat Diantoro, Andi Septian, Despa Engla Saputra, M. Hamam Iqbal, Inna Abroro Lafinangim.

Fire-X (KRSBI Beroda): Arief Nugroho, Yogo Paranto Aji, Sigit Rahmat Sasongko, Ahmad Yogaswara, Mey Rendra, Revi Agitasani.

Sinta Upaya Kemenristekdikti Kuatkan Publikasi

“Kami menginginkan publikasi ilmiah di Indonesia meningkat dan memiliki kualitas yang baik. Nantinya, peserta pelatihan verifikator Sinta diharapkan dapat membantu dosen di perguruan tinggi masing-masing mendaftar ke Sinta. Selain itu, kami berharap ada masukan untuk perbaikan sistem ini,” ungkap Ir. Ira Nurhayati Djarot, M.Sc, Ph.D., Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) saat memberi sambutan pada acara pelatihan verifikator Sinta.

Pelatihan verifikator Sistem Indeksasi dan Sitasi (Sinta) diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Jenderal dan Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan tersebut berlangsung 17-18 April 2018 di Hotel Grand Dafam Rohan Jogja, Jl. Janti-Gedong Kuning, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dari penjelasan Ira, Sinta merupakan upaya Kemenristekdikti untuk menguatkam publikasi peneliti dan dosen. Sinta didedikasikan untuk kemajuan teknologi ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Sementara Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum. mengharapkan Sinta bisa mandiri. Ia menyarankan ke depan Sinta bisa terindeks sendiri. Tidak bergantung pada database yang lain. Hal ini merupakan tantangan bagi para pengelola Sinta.

“Setelah ada pelatihan, verifikator harus profesional dan mempermudah dosen yang memiliki akun di Sinta. Kerja sama ini diharapkan bermanfaat bagi perguruan tinggi, dosen, maupun Kemenristekdikti. Terima kasih sudah memercayai UAD sebagai tuan rumah. Semoga bisa menguatkan kerja sama untuk meningkatkan publikasi ilmiah di Indonesia,” jelas Kasiyarno.

Tujuan pelatihan ini untuk melakukan penyamaan persepsi terkait fitur dan fasilitas yang akan diberikan oleh pelatih kepada verifikator. Kemudian juga untuk memberikan panduan, petunjuk teknis, dan pemecahan masalah dalam proses verifikasi data dosen serta lembaga di perguruan tinggi masing-masing. Terakhir, sebagai pembinaan terhadap verifikator di perguruan tinggi sehingga kualitas data yang ada di Sinta terjaga dengan baik. (ard)

UAD Tanda Tangani MoU dengan BSN

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) resmi menjalin kerja sama setelah kedua pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Penandatangan ini dilangsungkan Selasa (17/4/2018) di aula barat gedung kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta.

Selain penandatanganan MoU, ada sosialisasi terkait pendidikan standardisasi yang disampaikan Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN Ir. Nasrudin Irawan, M.Env.Stud. serta SNI Award yang dipaparkan Dr. Ir. Gendut Suprayitno, M.M.,IPU.

Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. menyampaikan, kerja sama ini untuk mendorong pengembangan dan peningkatan kualitas mutu UAD di berbagai elemen.

“Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan dan ada pendampingan dari BSN, khususnya untuk bidang penjaminan mutu serta di unit bisnis yang kami miliki. Ke depan, mungkin kami juga akan berpartisipasi di ajang SNI Award,” jelas Kasiyarno.

Sementara Kepala BSN, Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya, M.Sc. saat memberi sambutan mengaku pihaknya sangat bersyukur dan terkejut bisa bekerja sama dengan UAD.

“Kami tidak mengira bisa secepat ini menjalin kerja sama dengan UAD. Awalnya kami penjajakan di Kopertis V, kemudian langsung nempel ke UAD,” ujarnya berkelakar.

Bambang menyarankan, UAD harus segera memiliki lembaga inspeksi. Selain itu, pihaknya sangat terbuka apabila ada dosen dari UAD yang memiliki keinginan untuk menjadi asesor lembaga inspeksi. (ard)

Klinik MU UAD Resmi Dikenalkan ke Masyarakat

Klinik Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (MU UAD) Metro, Lampung, melangsungkan pra-launching dengan menyelenggarakan kegiatan donor darah, Sabtu (14/4/2018). Pada kegiatan ini, Klinik MU UAD menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Metro. Pengambilan darah dilakukan di halaman gedung dan diikuti oleh masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini untuk promosi, memberitahukan kepada masyarakat bahwa sudah ada kegiatan di Klinik MU UAD. Sekaligus memperkenalkan di Metro, sudah ada klinik dan telah beroperasi. Ini masih pra-launching, secara resmi mulai beroperasi 22 April mendatang,” ungkap dr. Nil Rahmayeni, pengelola klinik.

Sementara Ketua PMI Metro, Yahya Wilis mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan donor darah ini. Apalagi hingga saat ini, pihaknya baru bisa memperoleh 800 kantong darah dari 1.200 yang ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan darah di Kota Metro.

“Selain pendonor darah tetap, untuk memenuhi target kami mendekati komunitas untuk menggalang donor darah sukarela dari masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lain, Linda, warga masyarakat yang mengikuti donor darah mengharapkan kegiatan ini bisa berjalan secara rutin. Menurut perempuan yang sudah pernah diambil darahnya empat kali ini, donor menyehatkan tubuh dan darahnya akan sangat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan. (ard)

UAD was Trusted to Host the 4th Halaqah

Ahmad Dahlan University (UAD) was trusted to host the 4th Halaqah, in cooperation with the Office of President's Special Envoy for Interfaith Dialog and Civilization Affairs (UKP-DKAAP). The event, which was held on Wednesday (4/4/2018) at campus 4 UAD on Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta. was entitled "Wasathiyah Islam for World Civilization, Conception and Implementation".

The Halaqah was held to welcome the World Summit (KTT) of Ulama and Muslim Scholars on Islamic Wasathiyah which is planned to be held on May 1-3, 2018 in Bogor.

Delivered by Din Syamsuddin, the Chairman of UKP-DKAAP, this Halaqah is the process of designing a script about Indonesian thinking on Wasathiyah Islam Summit in Bogor. Syekh Al Azhar Ahmad Muhammad Toyib bin Toyib and Sheikh Abdullah bin Baya who founded the Islamic organization in Abu Dhabi will be present at the event.

"This Halaqah is an incarnation of the essence of Islam which is called the religion of Wasathiyah. In addition to developing religious harmony in Indonesia, we have an agreement in ethics about harmony. For that, we invite Ulama and Muslim scholars around the world to see Indonesia. In the midst of civilization crisis, Indonesia offers hope. Indonesia has a responsibility towards civilization and historicity," explained Din.

Meanwhile, the Rector of UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., in his speech expressed his gratitude for being trusted by UKP-DKAAP as the host for the 4th Halaqah.

"Thank you for trusting us to host this important meeting to formulate Islamic Wasathiyah. Hopefully, everything goes well until it comes the time for the summit in Bogor," he said. (ard)

Facilitating TP3D, Klaten Regency Cooperates with UAD and Unwidha

Local Government (Pemkab) of Klaten facilitates Tim Pencalonan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) or Team for Nomination and Appointment of Village Authorities in Klaten Regency by cooperating with Ahmad Dahlan University (UAD) Yogyakarta and Unwidha Klaten. This cooperation is in order to organize the appointment for village authorities which is held simultaneously in 2018 in 391 villages in Klaten Regency. The registration for the event takes place from April 1-7 in TP3D of each village.

This information was delivered by Assistant I of the Regional Secretariat (Setda) of Klaten, Dr. Rony Roekmito, M.Kes., after leading a Coordination Meeting (Rakor) with UAD and Unwidha in Room B1 of Klaten Pemkab building on Wednesday (28/3/2018). This meeting was also attended by the Head of Rural and Community Empowerment Agency (Dispermades) Klaten, H. Jaka Purwanto, S.Sos., M.M., 26 heads of sub-district (Camat), and the Section Head of Klaten regency. There were also some representatives from UAD, including the Dean of Law Faculty, Rahmad Muhajir Nugroho, S.H., M.H. as well as several lecturers. Meanwhile, the representatives from Unwidha were the rector and his staff.

"By cooperating with the two universities, the Local Government of Klaten is ready to organize the appointment of village authorities in 2018. Pemkab ensures that all phases and processes of the appointment for village authorities are transparent. The examination teams from universities are independent, so that they will produce quality and professional village authorities," explained Rony Roekmito.

The selection test for village authority candidates consists of written exams and computer practice exams. The test will be conducted in each sub-district on April 29th, 2018. The results of the test will be announced immediately.

The test materials include Pancasila and the 1945 Constitution, knowledge of village governance, leadership, Indonesian language, Javanese language, general knowledge, and about society. The test is in the forms of 120 multiple-choice questions with 4 options for each question. The value for each correct answer is 0.5 with a maximum score of 60. The total score of the computer practice test is 40 with 15 as the maximum score for Microsoft Word, 15 for Microsoft Excel, and 10 for Microsoft.

Rony Roekmito expects all Klaten people who will register themselves as village authorities to be confident. He emphasizes that all the costs for the implementation of the appointment will be financed by the Village Government Budget (APBDes).

Megawati, S.H., M.Hum. is trusted the as Head of the Village Authorities Testing Team (TPPD) from UAD Yogyakarta. On the other hand, Drs. Purwo Haryono, M.Hum  is appointed as the representative from Unwidha Klaten. (ard / doc)