Manajemen UAD Bekali Mahasiswa Kewirausahaan dan Perkoperasian

Koperasi di Indonesia secara kuantitas menjadi salah satu yang terbanyak di dunia dengan jumlah 212.315. Namun secara kualitas, masih jauh dari harapan. Hal ini ditunjukkan dengan dampak koperasi terhadap produk domestik bruto Indonesia yang masih rendah, yakni sekitar 4,48%.

 

Meskipun ada kencenderungan meningkat, dirasa masih kurang, mengingat cita-cita koperasi adalah sebagai Saka Guru perekonomian Indonesia. Dari 200 ribuan koperasi di Indonesia, hanya ada 3 yang masuk 300 koperasi besar dunia. Dilansir dari International Cooperative Consultant (ICA), 3 di antaranya adalah Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), Kospin Jasa, dan Koperasi Karyawan Telkomsel (KISEL).

 

Sementara kontribusi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian Indonesia mencapai 60%. Tetapi, UMKM tetap tidak luput dari berbagai tantangan seperti akses permodalan, pemasaran, pengelolaan, perizinan, sampai harus bersaing dengan pemodal besar.

 

Dari segi pengelolaan, belum banyak UMKM yang mempunyai badan hukum yang jelas, sehingga UMKM masih belum bisa terjangkau oleh lembaga pembiayaan (bankable). Pemerintah sudah memberikan solusi dengan adaya Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) supaya UMKM dapat diakses oleh lembaga keuangan, tetapi masih harus disosialisasikan lebih intensif lagi.

 

Berangkat dari permasalahan tersebut, Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar seminar nasional tentang koperasi dan UMKM dengan tajuk “Mewujudkan Koperasi dan UMKM Berkualitas Kelas Dunia”.

 

Hadir sebagai pembicara Drs. Setyo Heriyanto, M.M. selaku Direktur Lembaga Koperasi Jasa Keuangan (LSP KJK) Jakarta, Dr. Purwoko, S.E.,M.M. yang merupakan dosen Manajemen UAD sekaligus Ketua Asosiasi Koperasi Pati, serta Drs. Tri Saktiyana, M.Si. yang menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

 

Acara yang berlangsung Sabtu (7/4/2018) di auditorium kampus 1 UAD Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta ini bertujuan membahas strategi pengelolaan koperasi dan UMKM yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga sebagai wahana sosialisasi mengenai kebijakan pemberdayaan koperasi dan UMKM oleh pemerintah serta pihak terkait. Bagi mahasiswa, acara tersebut menjadi sarana pembelajaran mengenai kewirausahaan dan perkoperasian. (ard/doc)

PGSD UAD Bekali Mahasiswa Mitigasi Bencana

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kuliah gabungan mata kuliah Materi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Sabtu (7/4/2018). Kuliah ini dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dan menyiapkan calon pendidik Sekolah Dasar (SD) yang tangguh terhadap bencana.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas lantai 3 gedung baru kampus 5 UAD diikuti oleh 350-an mahasiswa PGSD semester 4. Hadir sebagai pemateri Budi Santoso, S.Psi. dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Divisi Pengurangan Risiko dan Kesiapsiagaan.

Menurut Budi, saat ini para calon pendidik harus dibekali dengan kemampuan terkait kebencanaan. Minimal harus menguasai manajemen dan mekanisme kesiapsiagaan.

“Kemampuan tanggap bencana harus dimiliki calon pendidik. Mereka adalah agen perubahan yang memiliki potensi meminimalisir dampak bencana,” tandasnya.

 

Ia menambahkan, semua elemen di masyarakat, termasuk perguruan tinggi harus berkontribusi mengurangi risiko terjadinya bencana. Dari penjelasannya, bencana terbagi menjadi beberapa, di antaranya bencana alam, non-alam, serta bencana sosial.

Sementara salah satu dosen pengampu mata kuliah Materi Pembelajaran IPS, Kirana Prama Dewi, S.Sos., M.Pd. menjelaskan, kegiatan ini untuk memaksimalkan potensi calon pendidik dalam mewujudkan sekolah yang tangguh bencana.

“Kami ingin menyiapkan calon pendidik yang tanggap terhadap bencana. Materi yang disampaikan merupakan pengetahuan mengenai gejala alam dan mitigasi yang juga diajarkan di SD,” jelas Kirana. (ard)

Buruh Gendong Pasar Beringharjo Ramaikan Fashion Show

Sejumlah 33 buruh gendong pasar Beringaharjo, Yogyakarta, Kamis (5/4/2018) tampak sumringah saat mengikuti lomba fashion show di Pendopo Timur Pasar Beringharjo. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Milad Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ke-22, Hari Kartini, dan Hari Kesehatan Dunia.

Bermodal tenaga, jarik selendang, dan keranjang, ibu-ibu yang kebanyakan sudah berusia lanjut tampak sangat antusias mengikuti acara hingga usai. Panitia menyediakan hadiah dan bingkisan bagi para peserta. Yang membuat acara ini menarik perhatian pengunjung, meskipun sudah tidak muda lagi, mereka terlihat lincah dan tanpa malu-malu saat beraksi.

Menurut Ryan Budi Nuryanto, panitia pelaksana acara, fashion show khusus buruh gendong baru pertama kali diadakan di pasar Beringharjo. Penilaian tidak didasarkan pada kecantikan atau penampilan modelnya, melainkan lebih pada keoriginalannya. “Yang kami nilai adalah teknik gendong yang benar serta penampilannya saat menggendong. Ibu-ibu ini tampil secara natural tanpa riasan,” ungkap Ryan.

Kemudian yang perlu diperhatikan lagi, Fakultas Farmasi UAD juga menggandeng tukang pijat tuna netra untuk membantu melakukan pijat refleksi. Dekan Fakultas Farmasi UAD, Dr. Dyah Aryani Perwitasari, Apt.,Ph.D. menjelaskan, pihaknya sengaja memilih pasar Beringharjo sebagai lokasi pengabdian masyarakat.

“Buruh gendong perempuan adalah pekerjaan yang kurang mendapat perhatian. Bisa dilihat, ada banyak ibu-ibu lanjut usia yang secara kesehatan sudah bukan waktunya untuk bekerja,” kata Dyah di sela-sela acara.

Farmasi UAD ingin memberikan perhatian khusus kepada komunitas yang belum banyak tersentuh. Salah satu cara yang ditempuh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tekanan darah, asam urat, gula darah, pijat refleksi, konsultasi kesehatan, serta pengobatan gratis. (ard)

UAD Dipercaya sebagai Host Halaqah ke-4

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Halaqah ke-4 bekerja sama dengan Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP). Acara yang diselenggarakan Rabu (4/4/2018) di kampus 4 UAD, Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta ini bertajuk “Wasathiyah Islam untuk Peradaban Dunia, Konsepsi dan Implementasi”.

Halaqah diadakan untuk menyongsong Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia tentang Wasathiyah Islam yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 1-3 Mei 2018 di Bogor.

Disampaikan Din Syamsuddin, Ketua UKP-DKAAP, halaqah ini merupakan proses merancang naskah tentang pemikiran Indonesia untuk KTT Wasathiyah Islam di Bogor. Akan hadir dalam agenda tersebut Syekh Al Azhar Ahmad Muhammad Toyib bin Toyib, Syekh Abdullah bin Baya yang mendirikan organisasi Islam di Abu Dhabi.

“Halaqah ini adalah penjelmaan atas hakikat Islam yang disebut sebagai agama Wasathiyah. Selain mengembangkan kerukunan umat beragama di Indonesia, kami memiliki kesepakatan yang di dalamnya ada etika tentang kerukunan. Untuk itu, maka kami undang ulama dunia agar melihat Indonesia. Di tengah krisis peradaban, Indonesia menjadi lirikan dan harapan. Indonesia memiliki tanggung jawab peradaban dan kesejarahan,” terang Din.

Sementara Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih telah dipercaya UKP-DKAAP sebagai tuan rumah penyelenggara Halaqah ke-4.

“Terima kasih kami dipercaya sebagai host pertemuan penting dalam rangka merumuskan Wasathiyah Islam. Semoga acara berjalan lancar sampai KTT di Bogor nanti,” ujarnya. (ard)

Liga Internal UAD Resmi Bergulir

Liga internal Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta merupakan liga sepakbola yang diselenggarakan dengan tujuan sebagai sarana pengembangan bakat mahasiswa. Selain itu, yang tidak kalah penting untuk mempererat silaturahmi antar-prodi dan fakultas, serta mengenalkan klub sepakbola UAD FC.

Menurut penjelasan Yudhiakto Pramudya, Ph.D., pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepakbola, liga internal UAD 2018 diselenggarakan atas inisiasi UKM dan manajemen UAD FC.

“Liga ini ajang silaturahmi bidang olahraga antarmahasiswa, dosen, dan karyawan. Kemudian yang menjadi perhatian utama adalah pemantauan bibit muda untuk UAD FC yang akan berlaga di Liga 3 Regional DIY,” ungkap Yudhiakto.

Sementara dari manajemen UAD FC, Ulinnuha Yudiansa Putra, S.E.,M.Acc., Ak. mengharap akan terjaring bibit unggul pemain sepakbola dari mahasiswa UAD. Ia menambahkan, penjaringan ini sebagai bentuk dukungan pembinaan karier non-akademik bagi mahasiswa.

Bibit unggul yang terjaring nantinya akan diseleksi dan dimasukkan ke UKM Sepakbola, Orion UAD (kompetisi kota Yogyakarta), dan juga UAD FC (liga 3).

Total ada 21 tim yang ikut dalam kompetisi yakni terdiri atas program studi, fakultas, serta dosen karyawan UAD. Kompetisi menggunakan sistem grup. Ada 4 grup dengan masing-masing diisi 5 sampai 6 tim. Nantinya, yang berhak melaju ke babak selanjutnya dengan sistem gugur hanya juara grup dan peringkat kedua terbaik.

Saat ini pertandingan sudah memasuki pekan kedua, pekan pertama telah dimulai pada Sabtu (31/3/2018). Pertandingan  dimainkan di lapangan Potorono dan Tamanan, serta berlangsung setiap Sabtu dan Minggu. (ard)

UAD Allocates 2.5% of Revenue for CSR

As one of Muhammadiyah education institutions and universities (PTM), Ahmad Dahlan University (UAD) has a social responsibility for the community. This responsibility is implemented with a Corporate Social Responsibility (CSR) budget allocation of 2.5% of UAD revenues.

"The funds are for the community including Maju Bersama Union program. Some CSR has been given to the victims of natural disasters, for community activities, and some organizations," said UAD Rector Kasiyarno, M.Hum in his speech for 57th Milad, Saturday (30/12/2017).

Recently, UAD provided assistance to University of Muhammadiyah of West Sumatra (UMSB) by donating 9 billion rupiah to build a new building for the university. Previously, UAD also built the building of Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wonosobo, in Tanjungsari, Gunungkidul which cost about 3.5 billion rupiah.

In addition to helping in the building construction process, UAD also provided training and education management training, as well as incentives for honorary teachers in the school which was 10 times their salary.

"For organizations, UAD regularly provides guidance for 30 Aisyiyah and Muhammadiyah educational institutions from kindergarten through high school for them to be a superior and independent school. Each year, UAD provides incentives of 375 million rupiah for ABA Kindergarten teachers in DIY, in collaboration with PWA DIY. In addition, UAD also provides assistance in financing the development of Muhammadiyah charity," he said. (ard)

Menristek Dikti Delivered a Public Lecture at UAD

Minister of Research, Technology of Higher Education of the Republic of Indonesia (Menristek Dikti RI), Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., admitted his amazement to the development of Ahmad Dahlan University (UAD). He conveyed his recognition when he delivered a public lecture at Campus 4 of UAD on Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul, Yogyakarta on Thursday (22/3/2018). On the occasion, Mohamad Nasir also put the first stone to mark the new building construction as well as submitting the Deed of Establishment for Faculty of Medicine, UAD.

"Currently UAD should continue to develop by using modern technology in order to become a university that can compete on local and international level. Competition on the higher education level is not only focused on students and lecturers but, most importantly, is on how to create trust by not discriminating who wants to get education. There should be equity," he said.

Meanwhile, the Rector of UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum., said the university that he currently leads is continuously improving. The main focus is on improving human resources, facilities and infrastructure.

"UAD has received an accreditation score of A from BAN-PT which is a satisfactory score. However, we will not stop here. In accordance with the vision, we are committed to continuously develop this Muhammadiyah university to be internationally recognized while also instilling Islamic values," explained Kasiyarno.

In the public lecture entitled "Indonesia National Higher Education Policy in Facing Industrial Revolution 4.0", Menristek Dikti reminded that research, technology, and higher education are important factors in building nation's competitiveness to improve prosperity and justice. (ard)

Kolaborasi Riset Photovoice

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kolaborasi riset tentang photovoice dengan University of South Africa. Agenda ini merupakan implementasi MoU dari kedua belah pihak yang sudah berlangsung selama 2 tahun.

Untuk mengenalkan photovoice, diselenggarakan workshop dengan pembicara Prof. Mohamed Seedat dan Prof. Shahnaaz Suffla yang merupakan Expert on Community Psychology, University of South Africa, Senin (2/4/2018).

Acara yang berlangsung di ruang sidang utama kampus 1 UAD, Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta ini dihadiri dosen dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga. Dr. Ahmad Muhammad Diponegoro, M.Ag., selaku ketua riset menjelaskan kerja sama tersebut untuk memperkuat silaturahmi dan mengembangkan pengetahuan antarkedua perguruan tinggi.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Wakil Rektor IV Prof. Sarbiran, M.Ed.,Ph.D. menjelaskan, kerja sama kedua pihak bisa dikembangkan ke bidang lain.

“Dalam rangka mengembangkan perguruan tinggi, kerja sama dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas. Kami berharap, kerja sama bisa diperluas tidak hanya penelitian, tetapi bisa ke ranah pengabdian masyarakat dan pendidikan,” jelasnya.

Sebagai hasil dari workshop, Jumat (6/4/2018) dipamerkan hasil dari photovoice para peserta yang sebagian besar merupakan perempuan. (ard)

Bakti Farmasi UAD di Pasar Beringharjo

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Hari Kartini, dan Milad ke-22, Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial di pasar Beringharjo. Kegiatan dengan tajuk “Bakti Farmasi untuk Para Kartini Perkasa dari Beringharjo” diselenggarakan di Pendopo Timur Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis (5/4/2018).

Dari penjelasan Dekan Fakultas Farmasi, Dr. Dyah A Perwitasari, Apt.,Ph.D., kesehatan buruh gendong perempuan di pasar Beringharjo perlu diperhatikan, mengingat banyak dari mereka yang sudah lanjut usia.

“Dalam rangka Milad Farmasi dengan tema ‘Pharmacy Inspire for Indonesia (Phyforia)’, kami menyelenggarakan pengabdian masyarakat. Ada beberapa kegiatan seperti pemeriksaan umum kesehatan, gula darah, pijat refleksi, konsultasi kesehatan, dan lomba fashion show.

Sementara turut hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Yogyakarta H. Heroe Poerwadi sekaligus memberikan sambutan dan membuka acara.

“Terima kasih kepada Fakultas Farmasi UAD yang mau memperhatikan buruh gendong ibu-ibu di pasar Beringharjo. Semoga dengan kegiatan ini bisa memberikan edukasi tentang kesehatan. Kesehatan itu penting, jadi jangan menganggap remeh,” tandasnya.

Siti Aminah salah satu buruh gendong berusia 50 tahun dari Kulon Progo merasa senang saat diperiksa kesehatannya. Dari penuturannya, selama ini belum pernah ada kegiatan serupa yang diselenggarakan di pasar Beringharjo.

“Belum pernah cek kesehatan, apalagi fashion show. Jadi mumpung gratis ya saya senang-senang saja. Kalau kata dokter kadar gula tinggi, jadi harus mengurangi yang manis-manis,” jelas perempuan yang sudah puluhan tahun menjadi buruh gendong ini. (ard)

UAD Ajak Mahasiswa Teliti Sumber Energi Terbarukan

Energi terbarukan merupakan energi yang bersumber dari alam dan secara berkesinambungan terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu lama. Berbeda dengan energi berbasis fosil. Pada kesempatan peringatan Earth Hour 2018, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperingatinya dengan mematikan lampu di lingkungan kampus 4 dari pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.

Earth Hour merupakan kampanye global World Wide Fund for Nature (WWF) yang dimulai 2007, sebagai cara untuk melibatkan masyarakat dalam penghematan penggunaan energi. Di Yogyakarta, pada tahun ini, UAD menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memperingatinya yakni dengan tajuk “Pesan dari Tahun 2050, Hemat Energi di Kemudian Hari, Romantic Night with UAD”.

Wakil Rektor III UAD, Dr. Abdul Fadlil, M.T. dalam sambutannya mengajak seluruh mahasiswa turut memelihara dan menjaga bumi. Menurutnya, dengan menjaga bumi siklus kehidupan makhluk hidup akan lebih panjang.

“Bumi rusak akibat manusia sendiri. Merusak bumi sama dengan merusak populasi lainnya. Kebanyakan kerusakan saat ini didominasi rentetan peristiwa yang disebabkan oleh manusia,” jelasnya, Sabtu (24/3/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan hanya ada beberapa sumber daya yang tidak akan habis, seperti matahari, panas bumi, angin, dan air. Pengelolaan sumber daya ini sedang terus digencarkan di berbagai belahan dunia. Untuk itu, Abdul Fadlil  mengajak mahasiswa UAD agar memiliki inovasi dan kreasi di bidang sumber energi terbarukan.

“Meskipun sudah ada penelitan mengenai sumber energi alternatif,  isu ini masih menjadi yang aktual. Kami mengharapkan mahasiswa UAD ada yang melakukan penelitian energi terbarukan,” paparnya. (ard)