Fasilitasi TP3D, Pemkab Klaten Gandeng UAD dan Unwidha

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memfasilitasi Tim Pencalonan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) se-Kabupaten Klaten dengan menggandeng Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Unwidha Klaten. Kerja sama ini dalam rangka menyukseskan pengisian perangkat desa secara serentak tahun 2018 di 391 desa yang ada di Kabupaten Klaten. Pendaftaran perangkat desa dilaksanakan tanggal 1 hingga 7 April di TP3D masing-masing desa.

Informasi tersebut disampaikan Asisten I Sekretariat Daerah (Setda)  Klaten, Dr. Rony Roekmito, M.Kes. setelah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan UAD dan Unwidha di ruang B1 Pemkab Klaten, Rabu (28/3/2018). Rakor ini juga dihadiri Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Klaten, H. Jaka Purwanto, S.Sos.,M.M., 26 camat, dan Kasi Tata Pemerintahan se-Klaten. Dari UAD dihadiri Dekan Fakultas Hukum Rahmad Muhajir Nugroho, S.H.,M.H. serta beberapa dosen. Sementara dari Unwidha  dihadiri oleh rektor beserta jajarannya.

“Dengan menggandeng dua perguruan tinggi, Pemkab Klaten siap menggelar pengisian perangkat desa tahun 2018. Pemkab menjamin seluruh tahap pengisian perangkat desa berjalan transparan. Tim penguji dari perguruan tinggi bersikap independen, sehingga nantinya akan menghasilkan perangkat desa yang berkualitas dan profesional,” terang Rony Roekmito.

Ujian seleksi calon perangkat desa terdiri atas ujian tertulis dan ujian praktik komputer. Pelaksanaan ujian dilakukan di tingkat kecamatan pada 29 April 2018 dan hasilnya diumumkan langsung.

Materi ujian mencangkup Pancasila dan UUD 1945, pengetahuan pemerintahan desa,   kepemimpinan, bahasa Indonesia, bahasa Jawa, pengetahuan umum, dan kemasyarakatan. Bentuk soal ujian 120 pilihan ganda 4 pilihan. Bobot nilai setiap soal 0,5 dengan nilai maksimal 60. Untuk ujian praktik komputer total nilai 40 dengan materi Microsoft Word nilai 15, Microsoft Excel nilai 15, dan Microsoft dengan nilai 10.

Rony Roekmito mengharapkan, seluruh masyarakat Klaten yang akan mendaftarkan diri sebagai perangkat desa untuk percaya diri dan semua biaya pengisian perangkat desa sudah mengerucut akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Megawati, S.H.,M.Hum. dipercaya sebagai Ketua Tim Penguji Perangkat Desa (TPPD) dari UAD Yogyakarta, sementara dari Unwidha Klaten dipimpin Drs. Purwo Haryono, M.Hum. (ard/doc)

Mahasiswa UAD Presentasikan Hasil Penelitian di Jepang

Ricka Tanzilla mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di acara Communicating Astronomy with the Public (CAP) 2018 yang berlangsung di Fukuoka City Science Museum Jepang (24-28/3/2018).

Penelitian dengan judul “Challenges and Strategies for Developing Inclusive Outreach Using Buku Mentari Project” diprakarsai tim beranggotakan Ricka Tanzilla, Ratnawati, Putri Hasanah, dan Titi Muyassaroh, dengan dosen pendamping Yudhiakto Pramudya, Ph.D.

Tim ini mendapat hibah dana dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tahun 2016. Mereka mengembangkan buku pembelajaran astronomi untuk siswa berkebutuhan khusus (tunanetra). Buku tersebut dinamakan Mencerap Tata Surya dengan Gambar Taktil Buatan Sendiri (Mentari), sebagai media edukasi astronomi inklusi.

CAP merupakan konferensi yang diadakan International Astronomical Union (IAU). IAU memiliki lebih dari 10.000 anggota aktif dari 98 negara di seluruh dunia yang memiliki misi mempromosikan dan  mengembangkan ilmu astronomi dalam semua aspek melalui kerja sama internasional.

Sejak 2003, konferensi CAP telah memfasilitasi pertukaran gagasan dan kegiatan yang berhasil dilakukan dalam bidang astronomi. Konferensi ini membantu memperkuat komunitas astronom profesional di tiap negara dengan cara menghubungkan ke jejaring penelitian internasional. CAP di Jepang menjadi kesempatan bagi astronom profesional dan amatir untuk bertemu dan berdiskusi.

Jepang sendiri memiliki Observatorium Astronomi Nasional Jepang (NAOJ), organisasi penelitian astronomi terkemuka, dan kota Fuokoka adalah daerah dengan koneksi historis untuk sains dan astronomi. NAOJ dan IAU bekerja sama untuk membawa komunitas astronomi dan pendidikan internasional ke Jepang. Hal ini ditujukan agar para astronom internasional dapat secara langsung melihat perkembangan Jepang terkini dan kemajuan Asia dalam komunikasi astronomi.

Terdapat 400 peserta dari seluruh dunia yang mengikuti kegiatan ini. CAP 2018 menyediakan grant (hibah) untuk 12 presenter dan poster terbaik, dengan jumlah grant yang didapat adalah 100.000 yen. Salah satu di antaranya adalah karya Ricka dan timnya.

Ricka memiliki harapan agar astronomi dapat diketahui dan dimengerti oleh masyarakat luas dengan beragam latar belakang tanpa membedakan pendidikan, usia, gender termasuk kepada para difabel.

“Semoga para science communicator dapat memberikan wawasan ilmu astronomi, bukan hanya diketahui untuk kalangan orang-orang sains, tapi astronomi bisa dipelajari oleh publik (masyarakat umum) tanpa membedakan latar belakang pendidikan, usia, gender, juga untuk para difabel,” terang Ricka seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Rabu (28/3/2018).

Ricka mengaku semakin bersemangat untuk terus mengomunikasikan astronomi kepada masyarakat luas dan pastinya senang dapat belajar langsung bersama astronom profesional di bidang Public Outreach. Selain Ricka, terdapat beberapa peserta perwakilan Indonesia, di antaranya dari ITB, LAPAN, UGM, Planetarium, dan Observatorium Jakarta. (ard/doc)

Pramuka UAD Gelar RSC 2018

Untuk pertama kalinya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan perlombaan Tingkat Kwartir Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertajuk “Universitas Ahmad Dahlan Rover Scout Competition 2018”.

UAD RSC 2018 melibatkan 360 peserta yang merupakan anggota pramuka penegak di bawah naungan Kwartir DIY. Kegiatan ini diselenggarakan 24-25 Maret 2018 di Komplek Bumi Perkemahan Rama Shinta Candi Prambanan Km. 16,5 Prambanan, Sleman, DIY.

Secara resmi, UAD RSC 2018 dibuka Dra. Meiyun Wihadiyanti M. Pd. selaku andalan daerah urusan Saka Kwartir Daerah Kota Yogyakarta. Pada pembukaan tersebut, dihadiri perwakilan dari Walikota Yogakarta, perwakilan Bupati Bantul, perwakilan Bupati Sleman, perwakilan Bupati Gunungkidul, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan bertema “Bersama Pramuka, Lestarikan Budaya, Wujudkan Generasi Kreatif dan Inovatif” mengemas 8 jenis perlombaan yang memuat bidang kepramukaan, kependidikan, dan kebudayaan. UAD RSC 2018 disemarakkan 36 tim dari 20 gugus depan yang berpangkalan di sekolah menengah atas sederajat se-DIY. Piala Gubernur dan uang tunai sejumlah 1 juta rupiah dari UAD dimenangkan SMA Negeri 2 Playen Gunungkidul sebagai Juara Umum UAD RSC 2018 Tingkat DIY. (ard/doc)

Peletakan Batu Pertama Gedung Fakultas Kedokteran

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak. meresmikan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kamis (22/3/2018). Peresmian tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang diawali oleh Menristek Dikti RI dilanjutkan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si., Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum., Ketua BPH UAD Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc.,M.Ag., Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Lincolin Arsyad, dan Ketua Umum PP 'Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini.

Dalam sambutannya, Rektor UAD menyampaikan, gedung Fakultas Kedokteran akan dibangun secara khusus. Pembangunan gedung yang menempati lahan sekitar 7000 m2 dengan tinggi 7 lantai ini recananya akan rampung dalam waktu 6 bulan. Bersamaan dengan gedung tersebut, akan dibangun juga laboratorium terpadu dengan luas 21.000 m2.

“Khusus Fakultas Kedokteran UAD, gedungnya tidak akan digabung dengan yang lain.  Pembangunan dua gedung ini memerlukan anggaran sekitar 340 miliar rupiah. Mahalnya pembiayaan dikarenakan laboratorium memerlukan spesifikasi khusus,” ungkap Kasiyarno.

Dalam pembangunan gedung-gedung di kampus 4, UAD menggandeng PT PP (Pembangunan Perumahan). Proses pembangunan gedung tersebut menerapkan sistem kerja 24 jam tanpa henti.

Pada kesempatan tersebut, Kasiyarno juga menyampaikan bahwa UAD sebagai pelaksana pendidikan tinggi akan mendukung program-program Kemenristekdikti. Dukungan ini merupakan salah satu komitmen UAD untuk turut memajukan pendidikan di Indonesia.

Di akhir sambutannya, ia meminta doa dari para pimpinan dan stakeholder agar pembangunan gedung-gedung kuliah UAD ini bisa berjalan baik, cepat, dan dapat segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat maupun persyarikatan. (ard)

Resmi, UAD Memiliki Fakultas Kedokteran

Bertempat di aula barat gedung kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kamis (22/3/2018), Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI) Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak. secara resmi menyerahkan SK Fakultas Kedokteran.

SK tersebut diserahkan kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si., dan diteruskan kepada Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. Dengan demikian, saat ini UAD secara resmi bisa mengelola Program Studi Pendidikan Kedokteran (program sarjana dan profesi).

Menanggapi hal ini, Kasiyarno mengungkapkan, UAD akan segera mempersiapkan mahasiswa baru untuk Fakultas Kedokteran.

“Kami akan mencukupi kebutuhan SDM serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Ini seperti yang kami sampaikan ketika evaluasi lapangan Desember silam,” terangnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Haedar Nashir mengungkapkan, ditambah dengan UAD saat ini ada 11 Perguruan Tinggi Muhammdiyah (PTM) yang memiliki Fakultas Kedokteran.

“PTM harus berkemajuan. Tidak hanya dari segi fisik saja, tetapi dari segala aspek agar bisa mendukung kemakmuran.”

Di sisi lain, Menristekdikti berpesan agar UAD terus berbenah untuk menghadapi revolusi industri dan persaingan dengan perguruan tinggi asing. Menurutnya, untuk memenangkan kompetisi, UAD harus menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“UAD harus memiliki strategi untuk memenangkan kompetisi. Pengelolaan perguruan tinggi tidak bisa asal jalan, minimal ada kerja cerdas, keras, dan ikhlas,” tandasnya. (ard)

UAD Alokasikan 2,5% Pendapatan untuk CSR

Sebagai salah satu lembaga pedidikan dan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM), Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memiliki tanggung jawab sosial di masyarakat. Tanggung jawab ini diimplementasikan dengan pengalokasian anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 2,5% dari pendapatan UAD.

“Dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat luas termasuk di dalamnya program Maju Bersama Persyarikatan. Beberapa CSR telah diberikan kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana alam, kegiatan-kegiatan masyarakat, dan persyarikatan,” ungkap Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum. dalam pidato Milad ke-57, Sabtu (30/12/2017).

Hal terbaru, UAD memberikan bantuan untuk Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) sebesar 9 miliar rupiah untuk membangun gedung baru. Sebelumnya, UAD telah membangun gedung Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Wonosobo, di Tanjungsari, Gunungkidul, yang menelan biaya sekitar 3,5 miliar rupiah.

Selain membangunkan gedung, UAD juga memberi pembinaan dan pelatihan pengelolaan pendidikan serta insentif bagi guru honorer di madrasah tersebut 10 kali lipat dari gaji sebelumnya.

“Untuk persyarikatan, secara rutin UAD membina 30 lembaga pendidikan Aisyiyah dan Muhammadiyah dari TK sampai dengan SLTA untuk menjadi sekolah yang unggul dan mandiri. Setiap tahun, UAD memberikan insentif sebesar 375 juta rupiah untuk guru-guru TK ABA se-DIY, bekerja sama dengan PWA DIY. Di samping itu, UAD juga membantu dalam pembiayaan pengembangan amal usaha Muhammadiyah,” tandasnya. (ard)

Kampus 4 UAD Dilengkapi Fasilitas Fantastis

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah menyelesaikan pembangunan kampus 4 di Jln. Ringroad Selatan, Tamanan, Bantul. Gedung yang dibangun di atas tanah 7 hektar dengan luas bangunan 33.406 m2 ini menyediakan 4350 kursi untuk perkuliahan mahasiswa yang terdiri atas 14 ruang berkapasitas 30 kursi, 64 berkapasitas 60 kursi, dan 1 ruang berkapasitas 90 kursi. Gedung berlantai 11 tersebut juga menyediakan tangga manual, eskalator, dan lift untuk memudahkan mobilitas.

Saat ini, kampus 4 UAD sudah digunakan untuk perkuliahan Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Untuk semester gasal, akan ditambah Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Hukum (FH).

Kampus utama UAD ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat perkuliahan, tetapi bisa juga dikunjungi masyarakat umum. Misalnya Masjid Islamic Center  UAD yang saat ini sudah menjadi salah satu ikon Yogyakarta dan menjadi tempat rehat wisatawan. Selain itu di sisi timur masjid juga akan dibangun museum Muhammadiyah.

Gedung berdesain smart and green building ini juga menyediakan fasilitas observatorium untuk penelitian, verifikasi hisab Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pusat Riset Alutsista Hankam,  ruang pameran, pengamatan, galeri, dan kafe yang berada di rooftop.

Konsep smart building dirancang untuk efisiensi dalam penggunaan energi, penghematan air, melindungi kesehatan, meningkatkan produktivitas, dan reduksi limbah yang diwujudkan dalam fasilitas gedung ramah lingkungan. Adanya sirip-sirip di luar bangunan membantu sirkulasi udara di dalam ruangan. Kemudian pengolahan air hujan yang masuk kolam penampungan dialirkan ke ground water tank sehingga dapat didistribusikan kembali.

Untuk konsep green building akan dibuat taman hutan kota di tengah area utama guna mendukung program go green sekaligus menjaga keseimbangan alam. Kampus ini juga dapat dijadikan wisata edukasi, yakni wisata kampus yang menyediakan amfiteater, planetarium, serta obsertairum yang dilengkapi teleskop canggih untuk menambah wawasan bidang astronomi.

Wakil Rektor II, Drs. Safar Nasir, M.Si. menyatakan, gedung yang menelan biaya lebih dari 370 miliar rupiah ini akan menjadi kebanggaan UAD. Di sisi lain, meskipun pembangunan gedung kampus 4 telahselesai, gedung-gedung di kampus lainnya akan tetap dimaksimalkan. (ard)

Press Release: Training of Emergency Patient Management (PPGD) and Reproductive Health Management in Disasters

 

Bantul Regency is one of the areas in Yogyakarta Special Region (DIY) that has high potential for disasters, such as flood, tornado, earthquake, drought, and landslide. This critical situation creates a possibility where refugees do not get their reproductive rights. Therefore, there were many cases of sexual violence, sickness and death due to unmet fulfillment of maternal and child health services, as well as lack of Family Planning (KB) services related to unwanted pregnancy.

Ordinary people also have an important role in disaster management in the health sector response in an emergency condition. Their ability to provide help is essential, at least to their own families. It is also expected that they can protect the reproductive health rights of refugees.

Based on these conditions, Oktomi Wijaya, S.KM., M.Sc. and Ratu Matahari, S.KM., M.A., M.Kes. who are young lecturers at the Faculty of Public Health, University of Ahmad Dahlan (UAD) took the initiative to conduct Emergency Patient Management (PPGD) and Reproductive Health Management in Disasters which are conducted in collaboration with PRM Potorono Barat, Potorono Utara and PRM Nglaren (PCM Banguntapan Selatan). Training activities were held on Saturday-Sunday (17-18/3/2018) at Da'wah Hall of PRM Nglaren, Bantul District. The event involved 30 participants from each of the three PRM representatives.

With this training, it is expected that Muhammadiyah cadres can provide basic emergency help, assist medical and paramedical teams in the evacuation and transportation process during disasters, and have the understanding of the importance of fulfilling reproductive rights in times of crisis.

Workshop Penulisan Ilmiah TEAM ke-2

Telkomnika Editor and Authors Meeting (TEAM) menyelenggarakan workshop penulisan ilmiah kedua. Acara yang berlangsung di Hotel Grand Dafam Rohan (21-22/3/2018) bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan diskusi tentang paper yang bagus, editing, dan proofreading. Telkomnika sendiri merupakan salah satu jurnal Teknik Elektro Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang sudah terindeks Scopus, memiliki akreditasi A, dan jurnal terbaik Indonesia 2017.

 

Anton Yudhana, M.T.,Ph.D., selaku ketua acara menjelaskan, pengelola Telkomnika ingin memfasilitasi para dosen dan penulis jurnal dengan memberikan workshop kepenulisan ilmiah.

Pertama, kami ingin menyamakan persepsi antara penulis dan editor. Persepsi yang sama ini akan memudahkan sebelum penerbitan tulisan. Kedua, workshop ini juga bertujuan untuk mendukung visi Indonesia menulis 2018,” papar Anton.

 

Sementara Tole Sutikno, M.T.,Ph.D., Kepala Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, antusias penulis terhadap jurnal di UAD semakin banyak, utamanya yang terindeks Scopus. Ini tidak terlepas dari pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak.

“Perlu diketahui, saat ini 3 jurnal UAD sudah terindeks Scopus. Di tahun 2108 ini, Telkomnika juga akan menyelenggarakan konferensi internasional yang rencananya akan dilangsungkan 13-16 November.”

 

Di sisi lain, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES.,DEA., Koordinator Kopertis V, sangat mengapresiasi UAD sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang sering menyelenggarakan workshop dalam rangka menyamakan persepsi dalam penulisan jurnal.

“Kami mengapresiasi UAD yang turut mendorong perguruan tinggi lain di Indonesia dalam hal pengembangan jurnal. Harapannya, UAD bisa menularkan ilmunya dan dapat menambah jurnal di bidang-bidang lain yang terindeks Scopus,” tandasnya. (ard)

Periode Maret 2018 UAD Mewisuda 914 Mahasiswa

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mewisuda 914 mahasiswa periode Maret 2018. Dari total tersebut, 221 Sarjana S1 dan 32 Sarjana S2 dinyatakan cumlaude. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) wisudawan dari S1 3,32 sedangkan wisudawan S2 3,68.

Pada wisuda periode Maret 2018, alumni UAD sudah lebih dari 42 ribu. Wisudawan terbaik dari S1 atas nama Isnaepi dari program studi Pendidikan Matematika (PMAT) dengan IPK 4,00. Kedua Tegar Surya Putra program studi Manajemen dengan IPK 3,97. Ketiga Miyah Sharifah program studi Manajemen dengan IPK 3,95. Dari program pascasarjana Meta Damaharyuningtyas (Farmasi) menjadi yang terbaik dengan IPK 4,00.

Wisudawan S1 dengan masa studi tercepat (3 tahun, 4 bulan, 28 hari) dicapai oleh M. Husni Arsyad dari program studi Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK 3,90. Untuk wisudawan termuda adalah Debby Elvionita dari program studi Sastra Inggris yang lulus pada usia 20 tahun 8 bulan 9 hari dengan IPK 3,65.

Sementara untuk wisudawan berprestasi di tingkat regional, nasional, maupun internasional antara lain Tri Uatami (BK), Clara Oktavia (BK), Jonasdi (PBI), Mahmuda Maarif (PPKn), Tegar Surya Putra (Manajemen), Toni Effendi (Biologi), Rizky Gusti Pratiwi (Teknik Kimia), Abdul Aziz A Y (Farmasi), Isharyanto (Farmasi), Agung Hawono Yudho (Ilmu Hukum), Abdul Farhan Jihad (Kesehatan Masyarakat). Beberapa mahasiswa bahkan meraih lebih dari satu prestasi selama kuliah di UAD.

Menanggapi UAD yang semakin maju dan berkembang, Tegar yang merupakan wisudawan terbaik kedua dan berprestasi menyorot pada pembangunan gedung Kampus 4. Mantan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2017 ini menganggap kampus 4 adalah kemajuan bagi UAD.

“Kemajuan yang pertama adalah segi kebanggaan, mayoritas mahasiswa merasa bangga. Kedua peningkatan segi fasilitas, sejauh ini ketika mahasiswa melakukan audiensi, mediasi, maupun beberapa kali turun aksi selalu mempermasalahkannya. Akan tetapi, pada kesempatan kali ini UAD menjawabnya dengan adanya pembangunan kampus 4. Ini adalah bukti kongkrit bahwa fasilitas terus menerus diupayakan yang menunjukkan bahwa UAD adalah perguruan tinggi yang besar dan mampu bersaing,” tandasnya.

Sementara Isnaepi dan Miyah Shafirah dua wisudawan terbaik lainnya menanggapi gedung Kampus 4 merupakan identitas baru UAD. Di kampus ini mahasiswa lebih leluasa melakukan diskusi di luar jam perkuliahan. Tempat luas dan sarana prasarana yang memadahi memudahkan mahasiswa meningkatkan keilmuannya dan mengembangkan potensi diri.