Three UAD Teams Won at PKM PTM 2017

 

Three teams from Ahmad Dahlan University (UAD) Yogyakarta successfully made an achievement in the event of Student Creativity Week of Muhammadiyah University (PKM-PTM) which was held at Muhammadiyah University of Mataram. Of the nine teams sent, three of them managed to get the the 1st and 3rd places, as well as the favorite winner.
The Automatic Monitoring System and Control of Hydroponic Agriculture (AUTOMOS) team consisted of Vernandi Yusuf, Harianto, Syahid (Electrical Engineering), Anis Kurniawan (Information Engineering), and Nenti Febi Setiyahadi (Chemical Engineering). As a supervisor, Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. was the one who led this team to win the 1st place.
"We created AUTOMOS to facilitate the work of farmers in monitoring humidity temperature, PH level, and temperature control. In addition, everyone can use it so easily. It just needs to be connected to electricity and this tool will automatically work by itself. AUTOMOS workmanship takes about 1 week with a total cost of 2 million rupiah, "said Yusuf as the chairman of AUTOMOS.
Meanwhile, Track Recorder to Determine Spot Coordinate Points for the Visually Impaired (REDER VIRED), a blind aid, was initiated by Tofik Nurochman, Muhammad Iqbalul Faiq Hatta, and Ibnu Atma Kusnadi (Electrical Engineering). Thanks to the supervisor, Son Ali Akbar, S.T., M.Eng. this team won the 3rd place.
According to Tofik, the team leader of REDER VIRED, the making of this tool was initiated because of the large number of blind people who get lost while walking. The use of this tool is simple, only by utilizing the three available buttons. The three buttons are "button when getting lost", "button when being disturbed by people", and "button when being tricked people".
"When the button is pressed, the tool will automatically send a message to the family phone number that has been stored in the sim card of this tool," he explained.
Meanwhile, the team who got the favorite winner title invented Handwash Sanitizer, an environmentally friendly laundry soap. This team consisted of Donianto, Mita Prastika, M. Solihin Akbar (Chemical Engineering). (ard /doc)

 

36 Tahun PBSI UAD

 

Green hall kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jalan Pramuka, dipenuhi mahasiswa berkaus cokelat pada Ahad (10/12/2017). Ratusan mahasiswa tersebut menari bersama di hadapan Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Sekretaris Prodi (Sekprodi) dan jajaran dosen serta karyawan Prodi PBSI. Tarian Flashmob adalah kejutan dari mahasiswa untuk jajaran dosen dan karyawan pada acara Family Gathering Milad ke-36 PBSI, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Mengangkat tema “Seikat dan Selaras dalam Menyinergikan Bahasa dan Sastra Indonesia”, peringatan milad dibagi menjadi dua bagian acara, Family Gathering dan Prom Night. Family Gathering yang diselenggarakan pagi hingga siang hari tersebut yang diisi dengan acara senam bersama, berbagai lomba antarangkatan, hiburan dari mahasiswa dan dosen, serta puncak acara berupa pentas musik dari grup band Man Groove dan Hitam Manis.

Dibuka oleh Kaprodi PBSI, Dra. Triwati Rahayu, M.Hum., acara tersebut berlangsung meriah. Triwati dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Prodi PBSI yang telah berusia 36 tahun.

“Dengan umur yang sudah 36 tahun, kita harus tetap mempertahankan akreditasi A yang diperoleh prodi dan terus meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Triwati juga memanggil perwakilan dari Tiga Pilar (HMPS, Kreskit, dan JAB) untuk naik ke atas panggung dan menyebutkan visi Prodi PBSI. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat membantu pencapaian visi tersebut dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan prodi. (dev)

Islam dan Spirit Kemanusiaan

Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD) dipenuhi ratusan mahasiswa pada Sabtu (9/12/2017). Mereka yang didominasi oleh mahasiswa Program Studi Psikologi tersebut tengah menghadiri tabligh akbar “Islam dan Spirit Kemanusiaan”. Diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UAD, acara ini merupakan salah satu rangkaian acara Milad Fakultas Psikologi, Psychomonth 22. Psychomonth 22 mengangkat tema “Little Things to Show Our Sense of Humanity” dan menyelenggarakan beberapa rangkaian acara, mulai dari family gathering hingga konser amal.

Tabligh akbar yang dibuka untuk umum tersebut diisi oleh Ustadz H. Okrizal Eka Putra, LD., M.Ag., dan dipandu oleh M. Fawwaz Afif Rubito. Dalam kesempatan itu, Ustadz Okrizal menyampaikan beberapa poin tentang spirit kemanusiaan. Ia memberikan beberapa contoh kasus yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad Saw. dan Nabi Musa As.

Ustadz Okrizal bercerita perihal seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah tetapi tidak peduli dengan orang lain. Ia sudah sangat yakin dengan ibadahnya, sehingga akan masuk ke surga. Hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan Nabi Musa As., dan memintanya untuk menanyakan kepada Allah Swt. tentang hal tersebut. Namun, ternyata dalam munajat Nabi Musa As., Allah menjawab bahwa hamba tersebut akan masuk ke neraka. Ketika nabi menyampaikan hal tersebut kepadanya, hamba itu sangat terkejut hingga ia meminta nabi bermunajat dan bertanya sekali lagi kepada Allah Swt. Tidak disangka, pada kesempatan kedua nabi bertanya, Allah Swt. menjawab kali ini hamba tersebut akan masuk ke surga.  Nabi Musa As. kemudian bertanya kenapa jawaban Allah Swt. dapat berubah. Allah Swt. pun menjelaskan bahwa sebelum Nabi Musa As. bermunajat kepada-Nya, hamba tersebut berdoa kepada Allah Swt. Ia berdoa, jika memang ia akan masuk ke neraka, hamba tersebut ikhlas menerimanya. Namun, ia agar Allah Swt. membesarkan tubuhnya hingga memenuhi seluruh neraka agar tidak ada orang lain selain dirinya di sana.

Ustadz Okrizal menggarisbawahi bahwa spirit berkorban yang semacam itu termasuk spirit kemanusiaan. (dev)

ADACOM 2017

 

Perebutan juara ketiga Lomba Debat Hukum yang berlangsung di aula kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan Jalan Pramuka pada Jum’at (8/12/2017) berlangsung ketat. Lomba tersebut mengangkat mosi tentang Wajib Militer di Indonesia. Bagi tim kontra, Indonesia tidak membutuhkan wajib militer sebab militer bukan satu-satunya cara bagi warga negara untuk melakukan bela negara. Di sisi lain, tim pro berpendapat bahwa setiap warga negara memiliki hak dipersiapkan untuk usaha bela negara, pemenuhan hak tersebut dapat dilakukan dengan wajib militer.

Acara menarik ini merupakan bagian dari Ahmad Dahlan Law Competition (ADACOM) 2017. Diselenggarakan oleh Lantern Law Community, ADACOM 2017 merupakan salah satu rangkaian acara milad Fakultas Hukum (FH) UAD. Mengangkat tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Keindonesiaan dan Ideologi Pancasila”, ADACOM 2017 menggelar tiga ranting lomba, yaitu lomba orasi ilmiah (6/12/2017), lomba debat hukum (7-8/12/2017), dan lomba esai (9/12/2017).

Muhammad Saleh, ketua panitia ADACOM 2017 menjelaskan, pemilihan tema mengenai revitalisasi nilai-nilai Pancasila dan ideologi Pancasila dipilih dengan alasan merespons kondisi Indonesia saat ini.

“Kebetulan sedang sangat diperdebatkan wacana mengenai kesatuan Indonesia, tentang ideologi negara, Pancasila, dan kebangsaan. Maka, kami mengambil tema tentang revitalisasi ini. Selain itu, kami juga ingin memupuk pengetahuan mahasiswa tentang Pancasila melalui perlombaan. Dalam rangkaian Milad Fakultas Hukum, juga akan diselenggarakan kuliah kebangsaan dan konser mahasiswa. Insya Allah akan dilaksanakan akhir Desember 2017 sebagai penutup rangkaian acara. Saya mewakili seluruh panitia, mengucapkan selamat ulang tahun pada Fakultas Hukum UAD yang ke-20,” tutupnya. (dev)

15 Finalis Pilmapres UAD 2017

Setelah melalui seleksi tahap pertama dan workshop pelatihan peningkatan keterampilan (soft skil), 15 mahasiswa terpilih sebagai finalis untuk mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tahap selanjutnya. Pemilihan Pilmapres Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2017 tersebut berdasarkan hasil rapat seleksi berkas dan penilaian presentasi oleh dewan juri.

Berikut daftar 15 finalis Mawapres tingkat UAD (daftar diurutkan sesuai abjad, bukan peringkat). Desty Restia Rahmawati (Farmasi), Fadhil Iqbal (Tafsir Hadits), Fitrah Fasyanabilla Lotan (Ilmu Komunikasi), Hairini  Nur Hanifah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Ifta Firdausa Nuzula (Manajemen), Ika Suciwati (Pendidikan Bahasa Inggris), Ira Aprilia Wulandari (Farmasi), Juhrati Raodatul Z (Ilmu Kesehatan Masyarakat), Kartika Anggraeni Adira Rahmatun (Ilmu Kesehatan Masyarakat), Muhammad Alfarizqi Nizamuddin Ghiffari (Bimbingan dan Konseling), Nada Nabillah Susanti (Biologi), Novi Retno Ardianti (Pendidikan Bahasa Inggris), Suci Amalia Ramadayanti (Farmasi), Winda Fatmala Dewi (Ilmu Komunikasi), dan Zalfa Imari Salsabila (Teknik Kimia).

Peserta yang lolos 15 besar ini wajib mengikuti seleksi selanjutnya, yakni tes kemampuan bahasa Inggris pada Selasa (12/12/2017) di ruang Bimawa, Pukul 08.00-14.00 WIB. Persyaratannya, mereka harus mengirimkan ringkasan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam bahasa Inggris.

Tes lainnya adalah tes kepribadian prestatif, Rabu (13/12/2017), di ruang Sidang Utama kampus 1 UAD, Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta, Pukul 08:00-14:00 WIB. Tes presentasi KTI dan wawancara, Kamis (14/12/2017), pukul 08:00-14:00 WIB. (ard/doc)

Tiga Tim UAD Borong PKM PTM 2017

Tiga tim dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi di ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PKM-PTM) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Mataram. Dari 9 tim yang dikirim, 3 di antaranya berhasil mendapat predikat juara 1 dan 3, serta juara favorit.

Tim Automatic Monitoring System and Control of Hydroponic Agriculture (AUTOMOS) terdiri atas Vernandi Yusuf, Harianto, Syahid (Teknik Elektro), Anis Kurniawan (Teknik Infomatika), dan Nenti Febi Setiyahadi (Teknik Kimia). Sebagai dosen pemimbing Anton Yudhana, S.T., M.T., Ph.D. yang mengantar tim ini menjadi juara 1.

“AUTOMOS kami ciptakan utuk mempermudah kerja petani dalam memonitoring suhu kelembapan, PH tanaman, dan kontrol suhu. Selain itu, pemakaiannya juga mudah. Tinggal menyambungkan ke listrik, alat ini otomatis akan bekerja dengan sendirinya. Pengerjaan AUTOMOS memerlukan waktu sekitar 1 minggu dengan biaya total 2 juta rupiah,” ujar Yusuf selaku ketua AUTOMOS.

Sedangkan Track Recorder to Determine Spot Coordinate Points for the Visually Impaired (REDER VIRED), alat bantu tunanetra diprakarsai oleh Tofik Nurochman, Muhammad Iqbalul Faiq Hatta, dan Ibnu Atma Kusnadi (Teknik Elektro). Sebagai dosen pendamping Son Ali Akbar, S.T.,M.Eng. Tim ini berhasil merebut juara 3.

Menurut Tofik, ketua tim REDER VIRED, pembuatan alat ini dilatarbelakangi banyaknya tunanetra yang tersesat ketika berjalan. Penggunaan alat ini sederhana, pengunanya hanya perlu menekan 3 buah tombol yang tersedia. Tiga tombol itu adalah “tombol tersesat”, “tombol diganggu orang”, dan “tombol ditipu orang”.

“Apabila tombol ditekan, otomatis alat akan mengirimkan pesan kepada nomor telepon keluarga yang telah tersimpan dalam sim card alat ini,” terangnya.

Sementara, tim yang mendapat juara favorit mengangkat tentang Handwash Sanitizer, sabun cuci ramah lingkungan. Tim ini terdiri atas Donianto, Mita Prastika, M. Solihin Akbar (Teknik Kimia). (ard/doc)

Workshop Tingkatkan Kompetensi Mawapres UAD

Biro Mahasiswa dan Alumni (Bimawa) Universitas Ahamd Dahlan (UAD) menyelenggarakan workshop untuk calon mahasiswa berprestasi (Mawapres). Total ada 27 mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa terpilih berasal dari berbagai fakultas yang ada di UAD.

Workshop bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa yang akan mengikuti ajang Mawapres di tingkat universitas, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah V, dan jika lolos akan sampai tingkat nasional.

Dari keterangan Drs. Hendro Setyono, S.E.,M.Sc., Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Bimawa, selain untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa, tujuan workshop ini untuk memilih Mawapres UAD tahun 2017.

“Mawapres terpilih juara 1, 2, dan 3 dari UAD akan mendapat kesempatan yang sama untuk dikirim ke Kopertis V pada bulan Maret s/d April 2018. Untuk mencapai itu, kami meminta kepada masing-masing fakultas untuk mengirimkan Mawapres tingkat fakultas.”

Pada workshop yang berlangsung Selasa s/d Rabu (5-6/11/2017) di hotel Tjokro Style dan kampus 1, Jln. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta, calon Mawapres dibekali keterampilan komunikasi, presentasi, public speaking, dan terakhir presentasi karya ilmiah.

“Dari 27-an calon Mawapres, akan kita pilih 15 terbaik yang akan mengikuti tes wawancara, bahasa Inggris, tes psikologi, dan presentasi karya tulis. Terakhir, akan diambil 5 terbaik untuk mencari juara 1, 2, dan 3 yang  paling mumpuni,” jelas Hendro. (ard)

Daftar nama 27 calon Mawapres:

 

Winda Fatmala Dewi, Fitrah Fasyanabilla Lotan (Ilmu Komunikasi)

Annisa Anna, Rinda Kumala Wati, Fithni Hasyyati (Psikologi)

Nada Nabillah Susanti (Biologi)

Widyawati Choirijah (Matematika)

Kartika Anggraeni Adira Rahmatun, Juhrati Raodatul Z, Dian Maya Sari (Ilmu Kesehatan Masyarakat)

Ika Suciwati, Novi Retno Ardianti, Nila Wati (Pendidikan Bahasa Inggris)

Muhammad Alfarizqi Nizamuddin Ghiffari (Bimbingan Konseling)

Hairini Nur Hanifah (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)

Fadhil Iqbal, Suratno, Anita Aprilia (Tafsir Hadits)

Dian Kurniawati (Ekonomi Pembangunan)

Ifta Firdausa Nuzula (Manajemen)

Saraswati Purwaningsih, Siti Hardini (Akuntansi)
Indra Wicaksono (Ilmu Hukum)

Suci Amalia Ramadayanti, Ira Aprilia Wulandari, Desty Restia Rahmawati (Farmasi)

Zalfa Imari Salsabila (Teknik Kimia)

Mahasiswa dan Dosen UAD Tanggap Bencana

Hujan deras disertai angin yang terjadi sejak Sabtu sampai Selasa (25-28/11/2017) memicu terjadinya banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data yang didapat dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD DIY, telah terjadi banjir sebanyak 64 titik, longsor 73 titik, dan setidaknya 106 titik pohon tumbang yang tersebar di Gunungkidul, Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

Menanggapi bencana tersebut, mahasiswa Ahmad Dahlan Pecinta Alam (MADAPALA) melakukan respons cepat dengan membentuk posko kebencanaan, Selasa (28/11/2017) yang berlokasi di Saung MADAPALA Jln. Kapas 9, Semaki Yogyakarta. Posko dikoordinatori oleh Sawil, Ketua MADAPALA periode 2017. MADAPALA bekerja sama dengan BPBD dan Sekretariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam DIY.

Berdasarkan informasi dari Pusdalops BPBD DIY, diberangkatkan sebanyak 4 potensi relawan menuju titik bencana, salah satunya di Segoroyoso, Pleret, Bantul. Potensi relawan yang telah diberangkatkan mempunyai misi assessment dampak dan kebutuhan baik logistik makanan maupun perlengkapan pendukung, mengingat mobilitas yang terganggu akibat banjir. Selain itu, mereka juga bertugas untuk membantu penanganan korban bencana, seperti evakuasi, dropping logistik, dan dapur umum.

Hasil dari assessment lapangan menunjukkan bahwa ada beberapa rumah yang rusak parah, kebutuhan makanan bayi, serta air bersih untuk kebutuhan minum. Oleh karena itu, MADAPALA membuka donasi sampai tanggal 7 Desember 2017 berupa makanan bayi, makanan siap saji, obat-obatan, dan uang. Untuk donasi yang berupa barang ataupun uang tunai dapat diserahkan langsung ke posko bencana MADAPALA di Gd. IT Center UAD Lt. 1 Jln. Kapas No. 9 Semaki Yogyakarta.

Selain MADAPALA, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAD di Kecamatan Danurejan turut memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada warga sekitar yang terkena dampak hujan selama 4 hari berturut-turut itu. Menurut Koordinator Kecamatan KKN, Ikhtiyar Dwi Hatmojo, sudah semestinya mahasiswa tanggap terhadap lingkungan sekitar. Utamanya ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Sampai saat ini, kami masih berusaha mengumpulkan donasi dan menjadi relawan. Sebab, dampak bencana tidak hanya selesai satu atau dua hari. Sebisa mungkin kami turut mengawal menangani masalah kebencanaan. Sesuai dengan Tri Darma perguruan tinggi, terkait pengabdian masyarakat.”

Sementara, dari Program Pascasarjana UAD juga memberikan bantuan kepada warga Panjatan Kulon, Kulon Progo. Bantuan berupa kebutuhan sandang pangan dan uang tunai. Bantuan ini diterima langsung oleh Sudarmanto, S.I.P., M.Si., selaku camat setempat. (ard/doc)

Mendalami Naskah Kuno Minangkabau

Berangkat dari keresahan mahasiswa tentang sulitnya menjumpai buku pembelajaran sastra lama yang membahas tuntas perihal naskah kuno, Yosi Wulandari, M.Pd. dan Wachid Eko Purwanto, M.A., meluncurkan buku berjudul Dari Mantra Hingga Kaba: Struktur dan Makna Naskah Minangkabau. Keduanya adalah dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Bagi mahasiswa PBSI, sastra lama adalah matakuliah wajib yang harus ditempuh. Namun, sering kali pembelajaran berhenti pada pemahaman konsep umum dan pengetahuan mengenai contoh karya sastra lama. Kendala yang dihadapi adalah contoh-contoh teks sastra lama yang sulit dipahami karena perbedaan zaman dan perbedaan bahasa, mengingat kebanyakan teks sastra lama ditulis dalam bahasa Melayu maupun Arab Melayu.

Buku Dari Mantra Hingga Kaba terdiri atas 6 bab yang membahas hakikat sastra lama, sejarah sastra Minangkabau, dan contoh naskah sastra lama lengkap beserta kutipan transliterasinya. Buku ini membahas sastra lama Minangkabau dengan runtut dan mendalam. Dimulai dengan bab hakikat karya sastra lama yang membahas perihal pengertian, ciri, manfaat, dan jenis-jenis sastra lama. Kemudian, dalam bab kedua materi mengerucut ke dalam sastra lama Minangkabau dengan materi perihal sastra sejarah Minangkabau dan sastra lisan Minangkabau. Dalam bab ketiga dan bab keempat dibahas dua kaba, yaitu Kaba Si Ali Amat dan Kaba Magek Manandin Dengan Putri Subang Bagelang. Sedang pada bab kelima dan keenam, dibahas syair sunur/nazam sunur serta doa, mantra dan azimat. Pembahasan contoh karya sastra lama pada bab ketiga hingga keenam, dilengkapi dengan foto naskah asli dari karya sastra lama yang dibahas pada masing-masing bab. Karena hampir seluruh naskah asli tersebut ditulis dengan huruf Arab Melayu, maka penulis melengkapi setiap babnya dengan kutipan transliterasi, ringkasan cerita, serta struktur dan makna dari masing-masing naskah. Dengan begitu, mahasiswa dapat memahami isi dari naskah kuno tersebut.

Kelebihan buku ini tidak terbatas hanya pada kelengkapan isi dan pembahasan materi di dalamnya. Sebab, buku ini juga dilengkapi dengan rangkuman materi pada masing-masing bab dan evaluasi agar mahasiswa dapat lebih mengenal teks sastra lama yang berasal dari daerah masing-masing. (dev)

Literasi Tingkatkan Kualitas Bangsa

Di era literasi digital, tingkat kesadaran membaca masyarakat sudah semakin membaik. Minimal membaca artikel atau berita-berita terkini. Salah satu penyebab peningkatan ini adalah mudahnya akses bacaan melalui gawai dan media daring. Namun perlu diperhatikan, pembaca atau masyarakat harus selektif terhadap kebenaran dan kualitas bacaan. Masyarakat dituntut menjadi pembaca yang cerdas.

Sementara semakin gencarnya literasi digital, bahan bacaan dari buku konvensional juga harus diperhatikan. Pasalnya, kualitas membaca melalui gawai dan buku akan sangat berbeda. Fokus membaca buku akan lebih tinggi karena tidak terganggu dengan media sosial yang tersedia di gawai.

Berbicara mengenai buku, Sabtu (2/11/2017) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyelenggarakan bedah buku berjudul Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri. Buku karya Muhsin Kalida dan Moh. Mursyid dibedah oleh Ketua Prodi PBSI Dra. Triwati Rahayu, M.Hum., di auditorium kampus 2 UAD, Jln. Pramuka 42, Yogyakarta.

“Budaya literasi penting untuk meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan. Pembudayaan ini harus dilakukan sejak usia dini. Anak harus dikenalkan dengan buku agar saat dewasa nanti memiliki minat baca yang tinggi,” terang Triwati.

Salah satu yang dicontohkan adalah membelikan buku dan membacakan kepada anak-anak sebelum tidur atau saat waktu bermain. Menurutnya, peran orang tua penting untuk meningkatkan kesukaan anak terhadap buku.

Di Indonesia, pemerintah sudah mencanangkan program Gerakan Literasi Nasional  (GLN) yang dikoordinatori oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Gerakan ini meliputi literasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Literasi sangat penting karena dapat meningkatkan kualitas bangsa dan peningkatan sumber daya manusia. (ard)